TOPIK
Bocah Korban Penganiayaan
-
Ayah korban W (12) mengungkapkan hubungan keluarganya dengan keluarga pelaku selama ini berjalan biasa saja.
-
Tjhai Chui Mie, menjenguk korban pemukulan antar remaja W (12) di rumahnya, pada Selasa 26 Mei 2026 sore.
-
Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah Kalimantan Barat menyampaikan keprihatinan atas kasus dugaan penganiayaan
-
Selain itu, ia juga meminta Polres Singkawang khususnya Unit PPA untuk melakukan koordinasi intensif dengan instansi
-
Kuasa hukum korban, Charlie Novel, mengatakan pihaknya mengupayakan langkah mediasi sebagai bagian dari mekanisme restorative justice atau diversi
-
Sedangkan masuk sekolah, Ayah korban belum dapat memastikan kapan anaknya bisa bersekolah.
-
"Kondisi Wesley sehat, kakinya masih belum bisa digerakan," katanya saat dihubungi tribunpontianak.co.id, pada Senin 25 Mei 2026.
-
Charlie menjelaskan bahwa dalam penanganan kasus anak, upaya diversi atau mediasi akan diupayakan terlebih dahulu sebelum melangkah
-
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Singkawang, Ipda Wijaya Rahmadinata mengungkap kondisi korban yang masih lemah.
-
Diketahui, Wesley masih terbaring tidak sadarkan diri di RS Abdul Azis Singkawang hingga hari ini, Senin 25 Mei 2026.
-
Ipda Wijaya mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pelaku pada tahap pemeriksaan sebagai tersangka
-
Hingga berita ini diturunkan pada Senin 25 Mei 2026, Wesley masih terbaring tidak sadarkan diri di RS Abdul Azis Singkawang.
-
“Sehingga dalam proses pemeriksaan mereka tetap didampingi oleh orang tua masing-masing,” jelasnya.
-
Seorang remaja berinisial TS (14) diduga nekat menghantam kepala teman sepermainannya, Wesley (12), menggunakan palu.
-
Ia kini terbaring tidak sadarkan diri di RS Abdul Azis Singkawang hingga berita ini diturunkan pada Minggu 24 Mei 2026.
-
Usai melihat kondisi korban secara langsung, menurutnya kondisi korban sudah mulai membaik setelah selesai menjalani operasi.
-
Peristiwa memilukan itu bermula dari perselisihan kecil saat korban dan pelaku bermain game bersama beberapa waktu lalu.
-
“Meskipun secara hukum dan struktural kejadian ini berada di luar ranah tanggung jawab pihak sekolah, kami tidak tinggal diam,” katanya.
-
Akibat insiden pemukulan menggunakan palu tersebut, Wesley harus menjalani operasi karena mengalami luka berat di bagian kepala.
-
Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah berusia 12 tahun di Kota Singkawang diduga dipicu persoalan sepele
-
“Sejak itu pelaku beberapa kali mengajak anak saya berkelahi,” ujar Chinusha saat ditemui Jumat 22 Mei 2026.
-
Di atas ranjang rumah sakit, Wesley (12), siswa kelas 1 SMP Negeri 2 Singkawang, hanya bisa terbaring lemah sambil menahan sakit akibat luka berat...
-
Dwi Yanti, mengatakan telah menjenguk korban akibat pemukulan antar remaja yang kini dirawat intensif di rumah sakit Abdul Aziz
-
Ibu korban, Chinusha (38), tak kuasa membendung air mata saat menceritakan perkembangan kondisi sang anak di bangsal Rumah Sakit
-
Chinusha mengungkapkan, sebelum kejadian berdarah itu berlangsung, pelaku yang juga teman sebaya korban terlihat beberapa kali bolak-balik
-
Ibu korban, Chinusha (38), menceritakan bahwa peristiwa memilukan ini berawal dari masalah sepele saat anak-anak tersebut bermain game
-
Fakta lainnya adalah, ayah tiri Axcelle positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine oleh pihak kepolisian.
-
Dari 3 kasus pembunuhan yang dilakukan rekonstruksi, terlihat jelas bahwa tersangka ada peran masing-masing dalam upaya menghabisi korbannya.
-
KRONOLOGI kasus penganiayaan sehingga mengakibatkan Axcelle Raditya Ramadhan (9) meninggal dunia yang dilakukan oleh kedua orangtua.
-
Rekonstruksi digelar di Halaman Mapolres Kubu Raya, usai digelarnya rekontruksi pembunuhan sadis Karsidi (76), Kamis (23/1/2020).