Sikapi Harga TBS Turun, Pemkab Landak akan Panggil 11 PKS
Turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit beberapa hari lalu, menjadi perhatian serius pihak Pemerintah Kabupaten Landak.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Menyikapi hal tersebut, Pemkab Landak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama perusahaan sawit yang beroperasi di Landak.
- Rapat yang digelar Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Landak itu melibatkan 11 pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) serta organisasi petani sawit Apkasindo.
- Kabid Pembinaan Usaha Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Landak, Bayu Supianto, mengatakan rapat dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait kondisi harga sawit yang sedang mengalami penurunan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit beberapa hari lalu, menjadi perhatian serius pihak Pemerintah Kabupaten Landak.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Landak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama perusahaan sawit yang beroperasi di Landak.
Rapat yang digelar Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Landak itu melibatkan 11 pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) serta organisasi petani sawit Apkasindo.
Kabid Pembinaan Usaha Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Landak, Bayu Supianto, mengatakan rapat dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait kondisi harga sawit yang sedang mengalami penurunan.
“Kemarin kami melaksanakan rapat koordinasi bersama 11 pimpinan pabrik sawit yang beroperasi di Kabupaten Landak. Di situ juga hadir Apkasindo untuk bersama-sama menyatukan persepsi terkait kondisi harga sawit saat ini,” ujar Bayu pada Selasa 26 Mei 2026.
Menurut Budi, Pemkab saat ini masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat terkait perkembangan harga sawit dan langkah lanjutan yang akan diambil.
Baca juga: Bupati Landak Karolin Beri Kuliah Umum di IPDN Kampus Kalimantan Barat
Karena itu, Pemkab Landak mengimbau petani sawit dan koperasi yang bermitra dengan perusahaan untuk tetap tenang sambil menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pemerintah.
"Kami mengimbau terutama petani sawit di Kabupaten Landak untuk bersabar sambil menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat terkait harga sawit,” katanya.
Selain itu, Bayu juga menambah agar perusahaan sawit dan mitra perkebunan tetap menjaga komunikasi dengan petani di tengah perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat.
Sebelumnya, sejumlah petani sawit di Landak mengaku harga jual TBS di tingkat petani mengalami penurunan dibanding pekan sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga TBS di beberapa pabrik di wilayah Landak per 22 Mei berada di kisaran Rp 2.500 hingga Rp 2.650 per kilogram.
Meski harga mengalami penurunan, aktivitas penjualan TBS di sejumlah wilayah di Kabupaten Landak hingga kini masih berjalan normal.
Tandan Buah Segar (TBS) adalah istilah teknis yang digunakan dalam industri perkebunan kelapa sawit untuk menyebut buah kelapa sawit yang baru dipanen dari pohonnya dalam bentuk satu rangkaian utuh.
Satu rangkaian utuh ini terdiri dari gagang tandan, duri-duri pelindung, dan ratusan buah kecil (yang disebut sebagai brondolan) yang melekat pada spikelet (cabang tandan).
Berikut adalah beberapa poin penting untuk memahami apa itu Tandan Buah Segar:
1. Bahan Baku Utama Minyak Kelapa Sawit
| Panitia Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Gelar Rapat Perdana |
|
|---|
| Bupati Landak Karolin Beri Kuliah Umum di IPDN Kampus Kalimantan Barat |
|
|---|
| Warga Keluhkan Truk dan Tronton Parkir di Tepi Jalan Komyos Sudarso, Husin Minta Dishub Tertibkan |
|
|---|
| Masjid Al-Muhtadin Sungai Ringin Sembelih 6 Ekor Sapi Kurban, Jamaah Diajak Perkuat Kebersamaan |
|
|---|
| Ribuan Umat Muslim di Kota Sanggau Ikuti Shalat Idul Adha di Halaman Kantor Bupati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Landak-Bayu-Supianto1.jpg)