TOPIK
Keracunan MBG di Kalbar
-
Sedangkan kondisi para pelajar yang sempat dirawat, semuanya sudah pulang ke tempat tinggal masing-masing.
-
Berikut update kasus keracunan masal yang diduga akibat Makanan Gizi Gratis (MBG), yang dialami puluhan pelajar di Ngabang
-
Hingga saat ini hasil laboratorium dari sampel makanan MBG, yang membuat anak-anak beberapa sekolah di Kedamin Hilir
-
sekolah yang menerima distribusi MBG dari Dapur SPPG Hilir Kantor Ngabang 2, Mitra Sehaq Tarigas Yayasan Mandala Prima Utama.
-
Sejauh ini, dari total 20 SPPG yang beroperasi, hanya 11 yang telah menerima sertifikasi tersebut.
-
Hingga pukul 22.50 WIB, tercatat 31 siswa menjalani perawatan intensif, beberapa bahkan harus mendapat infus
-
Mereka kini dirawat di klinik utama ST Elisabeth Hungaria Ngabang sejak Rabu 19 November sore hingga malam.
-
Yohanes menyebut kasus ini telah dilimpahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
-
Diduga kuat gejala itu terjadi usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat sekolah di siang harinya.
-
Kabar terbaru hingga saat ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sanggau belum mengeluarkan hasil laboratorium.
-
Murid SDN 1 Kedamin dan SD Islam Tahfidz Putussibau mengalami muntah-muntah usai menyantap menu MBG dari dapur Yayasan Media Insan
-
"Sampel Makanan MBG tersebut sudah dikirim ke laboratorium BBPOM Sanggau, untuk memastikan apakah keracunan tersebut, diakibatkan
-
Kepala BGN Regional Kalbar, Agus Kurniawi, langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi para siswa terdampak.
-
Sedangkan pasien lainnya, jelas Herlina sudah pulang kerumahnya masing-masing, dan untuk penyebab terjadinya muntah-muntah hingga hidrasi
-
Korwil Badan Gizi Nasional Kapuas Hulu, Sony Deviandi Putra menyampaikan, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan
-
SPPG Kapuas Hulu Putussibau Selatan Kedamin 2 yang dikelola Yayasan Media Insan telah dinonaktifkan sementara untuk evaluasi.
-
Diduga sementara penyebab muntah-muntah belasan pelajar SD 1 Kedamin dan SD Islam Tahfidz di Kedamin Hilir
-
Sebanyak 19 pelajar dari SDN 1 Kedamin dan SD Islam Tahfidz Putussibau mengalami muntah-muntah usai menyantap makanan MBG.
-
Kali ini terjadi di dua SD di Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu yaitu SD Islam Tahfidz dan SDN 1 Kedamin Hilir.
-
Humas RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, Bibianto menyampaikan, jumlah pasien sementara saat ini mencapai 12 orang anak.
-
Korwil BGI wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Soni Deviandi Putra menyampaikan, pihaknya bertanggungjawab semua biaya terhadap pasien.
-
Petrus Kusnadi, turun langsung melihat kondisi pasien yang diduga keracunan MBG, yang sedang dirawat di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau
-
Dokter pelayanan IGD RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, , dr Jusenda, menyampaikan kondisi pasien saat ini membaik.
-
"Saya langsung bawa ke rumah masih juga muntah dan keringat dingin," ujar Hikmat kepada wartawan di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau.
-
Hikmat juga berharap, kepada pihak terkait yang mengelola makanan MBG, harus bertanggungjawab terkait persoalan ini.
-
Saat ini pasien diduga keracunan MBG sedang dirawat di ruang IGD RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, dimana tim kesehatan rumah sakit
-
"Saat ini anak-anak tersebut, masih dalam observasi oleh medis rumah sakit," ujarnya dengan singkat kepada Tribun Pontianak.
-
Program MBG rupanya masih menghadapi sejumlah kendala di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
-
Pihak sekolah kemudian menyarankan agar Syla segera dibawa ke UPTD Puskesmas Teluk Melano untuk mendapatkan pemeriksaan
-
Sri Sujiarti kembali menegaskan alasan dua sekolah itu bukanlah sebuah penolakan terhadap MBG.