Berita Viral

Viral Penipuan Email Reset Password Instagram Kini Korbannya Sudah Capai 17 Juta, Ini Modus Pelaku

Viral kasus penipuan Dapat E-mail reset password Instagram kini korbannya sudah mencapai 17 juta akun, kenali modus pelaku.

Editor: Rizky Zulham
Instagram
INSTAGRAM - Ilustrasi. Viral kasus penipuan Dapat E-mail reset password Instagram kini korbannya sudah mencapai 17 juta akun, kenali modus pelaku. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah pengguna Instagram belakangan mendapatkan e-mail permintaan reset kata sandi (password) akun mereka sendiri.
  • Hal ini juga dialami oleh pengguna Instagram di Indonesia.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Viral kasus penipuan Dapat E-mail reset password Instagram kini korbannya sudah mencapai 17 juta akun, kenali modus pelaku.

Sejumlah pengguna Instagram belakangan mendapatkan e-mail permintaan reset kata sandi (password) akun mereka sendiri.

Hal ini juga dialami oleh pengguna Instagram di Indonesia.

Usut punya usut, hal ini ternyata berkaitan dengan adanya kebocoran data (data breach) Instagram yang diduga berdampak pada 17,5 juta akun Instagram di seluruh dunia.

Informasi ini disampaikan perusahaan keamanan siber, Malwarebytes lewat akun resmi X (dahulu Twitter) dengan handle @Malwarebytes.

Baca juga: WASPADA 2026! Catat Jenis Modus Penipuan yang Paling Banyak Merugikan Masyarakat Tahun 2025

Dalam sebuah unggahan, mereka menyebut belasan juta data pengguna Instagram di atas bocor dan tersebar dan dijual bebas di dark web.

Adapun data yang bocor mencakup berbagai informasi sensitif pengguna selain password, namun meliputi:

- Username Instagram
- Nama lengkap pengguna
- Alamat email
- Nomor telepon
- Alamat fisik parsia
- Detail kontak lainnya

Nah, karena tidak ada password-nya, peretas (hacker) yang memiliki data-data pengguna Instagram yang bocor tadi hanya memasukkan alamat e-mail atau username Instagram saja ke dalam laman masuk (login).

Hal ini lantas bisa memicu Instagram mengirimkan e-mail permintaan reset kata sandi, yang sebenarnya diminta oleh hacker, boleh jadi via tombol "Forgot Password".

Meski tidak ada kata sandinya dan hacker terus-menerus meminta reset password, Malwarebytes mengatakan data di atas berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk berbagai aksi penipuan.

Di antaranya seperti impersonation attack atau serangan manipulasi di mana hacker berpura-pura jadi korban untuk menipu rekan atau kerabat mereka, kampanye phishing, hingga upaya pencurian kredensial akun.

Diduga berasal dari kebocoran API lama

Malwarebytes menambahkan, data tersebut diduga berasal dari kebocoran API (sistem penghubung antar platform) Instagram yang terjadi pada 2024.

Dataset ini kemudian dipublikasikan ulang oleh seorang oknum di dark web pada 7 Januari 2026.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved