TOPIK
Keracunan MBG di Kalbar
-
Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, melakukan penyelidikan epidemiologi dan pengamanan sampel makanan
-
Sebanyak 15 siswa sekolah dasar di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjalani perawatan di Puskesmas
-
Rapat tersebut juga akan melibatkan koordinator wilayah, Kepala SPPG, hingga mitra dari Badan Gizi Nasional (BGN).
-
Dwi Yanti mengatakan, perkembangan kasus terbaru, khususnya yang terjadi di Singkawang Tengah, sudah tertangani dengan baik.
-
Kepala SPPG Singkawang Tengah Bukit Batu, Maulidi Iksan, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas musibah yang terjadi.
-
Hendry Aprianto, mengatakan untuk hasil laboratorium BPOM terkait kasus puluhan siswa akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menunggu.
-
Sedangkan dua pasien lainnya, yakni Selvia Lestari yang merupakan guru SMP dan Yeyen masih mendapatkan penanganan lebih lanjut.
-
Jumlah korban dugaan keracunan massal akibat menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ketapang
-
Total keseluruhan korban dari dua peristiwa tersebut mencapai 426 orang. Korban terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, SMK dan Guru.
-
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, langsung turun menjenguk para siswa di salah satu faskes yaitu Rumah Sakit Sa'dah Kota Singkawang.
-
“Perkedel tahu menjadi salah satu fokus pemeriksaan kami. Namun kepastian penyebab tetap menunggu hasil uji laboratorium,” ujarnya.
-
Dari total 370 pasien, sebanyak 320 orang sudah dipulangkan kondisi membaik. Saat ini masih ada 50 pasien masih dirawat.
-
Sedangkan kondisi para pelajar yang sempat dirawat, semuanya sudah pulang ke tempat tinggal masing-masing.
-
Berikut update kasus keracunan masal yang diduga akibat Makanan Gizi Gratis (MBG), yang dialami puluhan pelajar di Ngabang
-
Hingga saat ini hasil laboratorium dari sampel makanan MBG, yang membuat anak-anak beberapa sekolah di Kedamin Hilir
-
sekolah yang menerima distribusi MBG dari Dapur SPPG Hilir Kantor Ngabang 2, Mitra Sehaq Tarigas Yayasan Mandala Prima Utama.
-
Sejauh ini, dari total 20 SPPG yang beroperasi, hanya 11 yang telah menerima sertifikasi tersebut.
-
Hingga pukul 22.50 WIB, tercatat 31 siswa menjalani perawatan intensif, beberapa bahkan harus mendapat infus
-
Mereka kini dirawat di klinik utama ST Elisabeth Hungaria Ngabang sejak Rabu 19 November sore hingga malam.
-
Yohanes menyebut kasus ini telah dilimpahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
-
Diduga kuat gejala itu terjadi usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat sekolah di siang harinya.
-
Kabar terbaru hingga saat ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sanggau belum mengeluarkan hasil laboratorium.
-
Murid SDN 1 Kedamin dan SD Islam Tahfidz Putussibau mengalami muntah-muntah usai menyantap menu MBG dari dapur Yayasan Media Insan
-
"Sampel Makanan MBG tersebut sudah dikirim ke laboratorium BBPOM Sanggau, untuk memastikan apakah keracunan tersebut, diakibatkan
-
Kepala BGN Regional Kalbar, Agus Kurniawi, langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi para siswa terdampak.
-
Sedangkan pasien lainnya, jelas Herlina sudah pulang kerumahnya masing-masing, dan untuk penyebab terjadinya muntah-muntah hingga hidrasi
-
Korwil Badan Gizi Nasional Kapuas Hulu, Sony Deviandi Putra menyampaikan, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan
-
SPPG Kapuas Hulu Putussibau Selatan Kedamin 2 yang dikelola Yayasan Media Insan telah dinonaktifkan sementara untuk evaluasi.
-
Diduga sementara penyebab muntah-muntah belasan pelajar SD 1 Kedamin dan SD Islam Tahfidz di Kedamin Hilir
-
Sebanyak 19 pelajar dari SDN 1 Kedamin dan SD Islam Tahfidz Putussibau mengalami muntah-muntah usai menyantap makanan MBG.