Panitia Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Gelar Rapat Perdana
Panitia Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026 melaksanakan rapat perdana di Aula Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Rapat dihadiri langsung Ketua Panitia Gawai Adat Dayak Marselus Junihardi, Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Sanggau, Urbanus, dan unsur panitia. Untuk diketahui gawai adat dayak akan dilaksanakan pada 7 sampai 9 Juli 2026 di Rumah Betang Raya Dori Mpulor Sanggau.
- Usai rapat, Ketua Panitia Gawai, Marselus Junihardi menyampaikan bahwa tujuan rapat perdana ini adalah perkenalan antar panitia gawai sekaligus untuk menyamakan persepsi dalam rencana pelaksanaan gawai.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Panitia Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026 melaksanakan rapat perdana di Aula Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa 26 Mei 2026. Tema gawai tahun ini yakni Dayak lestari dan bermartabat.
Rapat dihadiri langsung Ketua Panitia Gawai Adat Dayak Marselus Junihardi, Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Sanggau, Urbanus, dan unsur panitia. Untuk diketahui gawai adat dayak akan dilaksanakan pada 7 sampai 9 Juli 2026 di Rumah Betang Raya Dori Mpulor Sanggau.
Usai rapat, Ketua Panitia Gawai, Marselus Junihardi menyampaikan bahwa tujuan rapat perdana ini adalah perkenalan antar panitia gawai sekaligus untuk menyamakan persepsi dalam rencana pelaksanaan gawai.
"Serta mengoordinasikan pembagian tugas antar seksi di panitia gawai yang berkaitan satu sama lain,"katanya.
Selain itu, rapat ini juga bertujuan untuk memastikan seluruh seksi pada panitia memahami tugas dan alur kerja di lapangan.
"Serta masing-masing seksi untuk melakukan penyusunan juklak dan juknis khususnya perlombaan yang akan dilombakan nanti,"ujarnya.
Baca juga: Ribuan Umat Muslim di Kota Sanggau Ikuti Shalat Idul Adha di Halaman Kantor Bupati
Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi adalah upacara adat ritual pascapanen padi terbesar yang diselenggarakan oleh masyarakat suku Dayak Bidayuh di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Pesta adat ini merupakan perwujudan rasa syukur dan terima kasih masyarakat Dayak kepada Polompa (Tuhan Yang Maha Kuasa) serta roh para leluhur atas berkat panen padi yang melimpah, sekaligus doa agar musim tanam berikutnya terhindar dari hama dan marabahaya.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai Gawai Adat Nosu Minu Podi:
1. Arti Nama
Secara harfiah dalam bahasa Dayak Bidayuh, nama gawai ini memiliki makna yang sakral:
Nosu: Mengambil, menjemput, atau memulihkan.
Minu: Menaruh, menyimpan, atau memelihara.
Podi: Padi.
Jadi, Nosu Minu Podi dapat diartikan sebagai ritual adat untuk menjemput, menyambut, dan menyimpan padi (semangat padi) ke dalam lumbung (panti) dengan cara yang hormat dan sakral.
2. Waktu dan Lokasi Pelaksanaan
Gawai ini dilaksanakan setiap tahun secara rutin, biasanya dipusatkan di Rumah Betang (Rumah Komunal) Raya Dori' Mpulor, yang terletak di Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
| Bupati Landak Karolin Beri Kuliah Umum di IPDN Kampus Kalimantan Barat |
|
|---|
| Warga Keluhkan Truk dan Tronton Parkir di Tepi Jalan Komyos Sudarso, Husin Minta Dishub Tertibkan |
|
|---|
| Masjid Al-Muhtadin Sungai Ringin Sembelih 6 Ekor Sapi Kurban, Jamaah Diajak Perkuat Kebersamaan |
|
|---|
| Ribuan Umat Muslim di Kota Sanggau Ikuti Shalat Idul Adha di Halaman Kantor Bupati |
|
|---|
| Warga Binaan Rutan Pontianak Rasakan Hangatnya Kebersamaan Idul Adha Melalui Kegiatan Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tahun-ini-yakni-Dayak-lestari-dan-bermartabat.jpg)