Bupati Landak Karolin Beri Kuliah Umum di IPDN Kampus Kalimantan Barat
Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa MH memberikan kuliah umum di hadapan para praja IPDN.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Karolin menekankan pentingnya birokrasi yang taat pada aturan.
- Ia mengingatkan para praja untuk tidak memandang regulasi sebagai penghambat laju kerja, melainkan sebagai sebuah jaminan keamanan dalam bertugas.
- Lebih lanjut, Karolin menyoroti kelemahan birokrasi masa lalu yang kerap mengabaikan validitas angka.
- Menurutnya, tata kelola pemerintahan ke depan mutlak harus digerakkan oleh data yang akurat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa MH memberikan kuliah umum di hadapan para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat.
Kegiatan ini ditujukan untuk membekali calon aparatur sipil negara dengan wawasan tata kelola Pemerintahan modern dan kepemimpinan di era digital.
Direktur IPDN Kampus Kalimantan Barat, Dr Maris Gunawan Rukmana SIP MSi menyambut baik kesediaan Karolin untuk membagikan pengalamannya.
Menurut Maris, rekam jejak Karolin yang pernah menjabat sebagai dokter, anggota DPR RI dua periode, hingga Kepala Daerah, merupakan contoh paripurna bagi para praja.
"Kehadiran Bupati Landak di tengah-tengah kita bukan hanya sekadar kepala daerah, tetapi juga sebagai figur inspiratif perempuan Kalimantan Barat yang telah menunjukkan dedikasi, kapasitas, dan prestasi luar biasa dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Maris dalam sambutannya pada Selasa 26 Mei 2026.
Maris juga berpesan kepada seluruh praja yang hadir agar memanfaatkan momentum kuliah umum tersebut dengan saksama.
"Sebagai calon kader pemerintahan masa depan, Saudara harus mampu menyerap pengalaman, wawasan, dan nilai-nilai kepemimpinan dari narasumber kita hari ini," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kiprah Karolin adalah bukti nyata bahwa kepemimpinan yang sukses dibangun dari integritas, kerja keras, dan kepercayaan rakyat.
Baca juga: Kisah Penjual Bungkus Ketupat Janur di Landak, Jual Setahun Sekali Perikat 10 Rb, Pelepah 12 Rb
Dalam pemaparannya, Karolin menekankan pentingnya birokrasi yang taat pada aturan.
Ia mengingatkan para praja untuk tidak memandang regulasi sebagai penghambat laju kerja, melainkan sebagai sebuah jaminan keamanan dalam bertugas.
"Birokrat enggak boleh jauh-jauh dari aturan. Jangan pandang itu sebagai musuh anda. Tapi bagi birokrat, SOP, aturan, undang-undang, itulah pelindung setia anda," tegas Karolin.
Lebih lanjut, Karolin menyoroti kelemahan birokrasi masa lalu yang kerap mengabaikan validitas angka.
Menurutnya, tata kelola pemerintahan ke depan mutlak harus digerakkan oleh data yang akurat.
"Data sekarang menjadi sesuatu yang sangat penting. Kita kadang-kadang melupakan data dan birokrasi harus kuat di data," ungkapnya.
Menghadapi bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045, Karolin juga menantang generasi muda khususnya Gen Z untuk tidak hanya jago di kandang.
| Warga Keluhkan Truk dan Tronton Parkir di Tepi Jalan Komyos Sudarso, Husin Minta Dishub Tertibkan |
|
|---|
| Masjid Al-Muhtadin Sungai Ringin Sembelih 6 Ekor Sapi Kurban, Jamaah Diajak Perkuat Kebersamaan |
|
|---|
| Ribuan Umat Muslim di Kota Sanggau Ikuti Shalat Idul Adha di Halaman Kantor Bupati |
|
|---|
| Warga Binaan Rutan Pontianak Rasakan Hangatnya Kebersamaan Idul Adha Melalui Kegiatan Kurban |
|
|---|
| Wali Kota Singkawang Imbau Orang Tua Jaga Anak, Awasi Saat Bermain HP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/IPDN-Kalbar-pada-Selasa-26-Mei-2026.jpg)