Krisis BBM! Sudah 3 Hari Warga Sintang Kalbar Kesulitan Dapatkan Pertalite hingga Pertamax

Pantauan di lapangan memperlihatkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular panjang sejak pagi hari. 

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
BBM LANGKA - Petugas SPBU di Tugu BI Sintang bersiap untuk menutup operasional akibat stok Pertamax dan Peralite habis. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di SPBU Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena sulitnya memperoleh BBM, khususnya jenis Pertalite, di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Ringkasan Berita:
  1. Sejumlah SPBU di Kabupaten Sintang kehabisan stok, terutama Pertalite, sehingga warga harus antre panjang bahkan hingga sekitar satu jam, termasuk untuk Pertamax.
  2. Warga terpaksa berkeliling mencari BBM dan aktivitas harian seperti bekerja, berdagang, serta transportasi menjadi terganggu.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Warga Kabupaten Sintang dalam tiga hari terakhir mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Ketersediaan BBM, terutama jenis Pertalite, sangat terbatas sehingga masyarakat harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

Baca juga: Pertamina Klaim Pasokan LPG 3Kg Cukup! Ada Indikasi Gas Melon Digunakan Restoran & Peternak Ayam

Pantauan di lapangan memperlihatkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular panjang sejak pagi hari. 

Bahkan, masyarakat yang membeli BBM nonsubsidi jenis Pertamax pun tetap harus menunggu lama, dengan waktu antrean mencapai sekitar satu jam.

Warga Harus Keliling SPBU

Salah seorang warga Sungai Tebelian, Tinus Viktoria, mengaku kesulitan memperoleh BBM sejak pagi.

Ia terpaksa mendatangi beberapa SPBU sebelum akhirnya mendapatkan bahan bakar di SPBU Tugu Beji.

Menurutnya, beberapa SPBU yang ia datangi tidak melayani pembelian karena stok kosong atau antrean sudah terlalu panjang.

Baca juga: Bupati Erlina Sidak SPBU Sungai Pinyuh, Pastikan Stok dan Takaran BBM Aman Jelang HBKN

“Saya antre satu jam di SPBU Tugu Beji, padahal yang dibeli Pertamax. Pertalite sudah habis,” ujarnya, Rabu 11 Februari 2026.

Sebelumnya, Tinus sempat mencari BBM di sejumlah lokasi, seperti SPBU Pal 6 yang tutup, SPBU Pal 4 yang penuh, hingga kawasan lintas Melawi yang juga dipadati antrean kendaraan.

“Karena bensin sudah habis, mau tidak mau saya langsung ke Tugu Beji dan antre dari jam 10 sampai jam 11,” jelasnya.

Aktivitas Masyarakat Terganggu

Kelangkaan BBM ini berdampak langsung pada aktivitas warga.

Banyak masyarakat Sintang yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja, berjualan, hingga mengantar anak sekolah.

Ketika bahan bakar sulit didapat, kegiatan sehari-hari pun ikut terhambat.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat agar pasokan BBM kembali normal.

Sebab, kondisi ini dinilai sangat menyulitkan, terutama bagi pekerja harian dan pelaku usaha kecil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved