Krisis BBM! Sudah 3 Hari Warga Sintang Kalbar Kesulitan Dapatkan Pertalite hingga Pertamax
Pantauan di lapangan memperlihatkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular panjang sejak pagi hari.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Syahroni
Ringkasan Berita:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Warga Kabupaten Sintang dalam tiga hari terakhir mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Ketersediaan BBM, terutama jenis Pertalite, sangat terbatas sehingga masyarakat harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Baca juga: Pertamina Klaim Pasokan LPG 3Kg Cukup! Ada Indikasi Gas Melon Digunakan Restoran & Peternak Ayam
Pantauan di lapangan memperlihatkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular panjang sejak pagi hari.
Bahkan, masyarakat yang membeli BBM nonsubsidi jenis Pertamax pun tetap harus menunggu lama, dengan waktu antrean mencapai sekitar satu jam.
Warga Harus Keliling SPBU
Salah seorang warga Sungai Tebelian, Tinus Viktoria, mengaku kesulitan memperoleh BBM sejak pagi.
Ia terpaksa mendatangi beberapa SPBU sebelum akhirnya mendapatkan bahan bakar di SPBU Tugu Beji.
Menurutnya, beberapa SPBU yang ia datangi tidak melayani pembelian karena stok kosong atau antrean sudah terlalu panjang.
Baca juga: Bupati Erlina Sidak SPBU Sungai Pinyuh, Pastikan Stok dan Takaran BBM Aman Jelang HBKN
“Saya antre satu jam di SPBU Tugu Beji, padahal yang dibeli Pertamax. Pertalite sudah habis,” ujarnya, Rabu 11 Februari 2026.
Sebelumnya, Tinus sempat mencari BBM di sejumlah lokasi, seperti SPBU Pal 6 yang tutup, SPBU Pal 4 yang penuh, hingga kawasan lintas Melawi yang juga dipadati antrean kendaraan.
“Karena bensin sudah habis, mau tidak mau saya langsung ke Tugu Beji dan antre dari jam 10 sampai jam 11,” jelasnya.
Aktivitas Masyarakat Terganggu
Kelangkaan BBM ini berdampak langsung pada aktivitas warga.
Banyak masyarakat Sintang yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja, berjualan, hingga mengantar anak sekolah.
Ketika bahan bakar sulit didapat, kegiatan sehari-hari pun ikut terhambat.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat agar pasokan BBM kembali normal.
Sebab, kondisi ini dinilai sangat menyulitkan, terutama bagi pekerja harian dan pelaku usaha kecil.
| Momentum Idul Adha 1447 H, Polda Kalbar Tebar Kepedulian dengan Penyaluran 147 Hewan Kurban |
|
|---|
| Polisi Gerebek THM Win One Jalan Budi Karya, 6 Perempuan dan 8 Laki-laki Diamankan karena Narkoba |
|
|---|
| Idul Adha di Kubu Raya Penuh Khidmat, 600 Kantong Daging Kurban Siap Dibagikan Masjid Awwaluddin |
|
|---|
| Johin 50 Tahun Warga Sanggau Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Kapuas Usai Berangkat Mencari Rotan |
|
|---|
| Polda Kalbar Irjen Pol Pipit : Sebaik-baiknya Manusia adalah yang Bermanfaat bagi Sesama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/BBM-Langka-di-Sintang-22433.jpg)