Semburan Lumpur di Mempawah

7 Fakta Semburan Lumpur di Mempawah, Ternyata Bukan Pertama Kalinya

Kapolsek Jongkat Ipda Fadhila Nugrah Sakti mengatakan peristiwa yang sempat menghebohkan warga dan jagat maya tersebut terjadi sekira pukul 13.00 WIB.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Endro
Semburan lumpur di Pondok Pesantren Nurul Amalliyah, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalbar, senin 8 mei 2023 

"Lubang berukuran sekitar 5-6 meter tepat berada di bagian bawah bangunan tepatnya bagian belakang. Jadi menurut saya rawan untuk di jadikan tempat tinggal, karena mengalami sedikit kemiringan dan juga takutnya tiba-tiba terjadi lagi semburan itu," katanya.

Ia menambahkan saat kejadian semburan Lumpur itu menimbulkan suara seperti ledakan yang cukup besar dan membuat para penghuni pondok pesantren yang juga dikenal sebagai Kyai Kembar ini terkejut.

"Banyak juga barang -barang terkena lumpur, seperti barang elektronik, beras, kasur, tapi bersyukur tidak ada korban jiwa, tapi kejadian ini cukup membuat panik para santri," ungkap Midun.

Midun menuturkan saat ini lokasi sudah diberikan garis pembatas polisi (police line).

Semburan Lumpur Mempawah, Diduga Terdapat Kandungan Gas Metan

Selamatkan Diri

Yudo Dwi Hariadi, Penanggungjawab lapangan tim Solusi Air Borneo, pihak menyampaikan bahwa sumur bor yang akan dibuat di pondok merupakan program wakaf sumur bor pihaknya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya telah membuatkan sumur bor di 54 pondok di Pontianak dan Kubu Raya. Dari jumlah tersebut tidak ada satupun yang terjadi semburan Lumpur.

Yudo menjelaskan, sebelum melakukan pengeboran hari ini, pihaknya telah melakukan survei lokasi dan sebagainya. Namun tidak ada yang menginformasikan di bawah tanah kawasan ini diduga terdapat gas metan.

Barulah, setelah terjadi semburan, ada yang menginformasikan diduga terdapat kandungan gas metan di bawah tanah kawasan tersebut yang membuatnya terjadi semburan.

"Ini pertama kali kami ke Mempawah, dan tidak pernah kejadian. Sebelumnya belum pernah dengar kalau ada gas metan nya di bawah tanah. Setelah kejadian ini baru kita tahu, kalau ada gas metannya. Sebelum kami datang sudah tanya-tanya, survei segala macam, langsung kami lanjutkan ke pengerjaan," katanya.

Yudo menjelaskan proses pembuatan sumur bor di lokasi tersebut menggunakan pipa biasa berukuran 3/4 dengan cara manual, tidak menggunakan mesin drilling, dengan 4 pekerja.

Saat awal proses pengerjaan, semua berjalan normal. Lalu, saat kedalaman 40 meter, pasir dari dalam tanah naik ke atas mendorong media yang ada di atas, kemudian terdapat semburan gas berbau menyengat, tidak lama terjadilah semburan lumpur.

"Semburannya tidak langsung, perlahan, awalnya kecil lalu membesar, saat mulai membesar kita menyelamatkan diri semua," jelasnya.

Diduga Ada Kandungan Gas Metan

Yudo Dwi Hariadi, Penanggung jawab lapangan tim Solusi Air Borneo sekaligus pihak yang membuat sumur bor di Pondok menyampaikan bahwa sumur bor yang akan dibuat di Pondok merupakan program wakaf sumur bor pihaknya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved