Semburan Lumpur di Mempawah

7 Fakta Semburan Lumpur di Mempawah, Ternyata Bukan Pertama Kalinya

Kapolsek Jongkat Ipda Fadhila Nugrah Sakti mengatakan peristiwa yang sempat menghebohkan warga dan jagat maya tersebut terjadi sekira pukul 13.00 WIB.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Endro
Semburan lumpur di Pondok Pesantren Nurul Amalliyah, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalbar, senin 8 mei 2023 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Semburan Lumpur terjadi di Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Senin 8 Mei 2023 siang. Peristiwa itu sontak membuat warga sekitar heboh.

Kapolres Mempawah AKBP Sudarsono melalui Kapolsek Jongkat Ipda Fadhila Nugrah Sakti mengatakan peristiwa yang sempat menghebohkan warga dan jagat maya tersebut terjadi sekira pukul 13.00 WIB.

TribunPontianak.co.id telah merangkum sejumlah fakta dibalik peristiwa langka ini, berikut fakta-faktanya:

Kronologi

Ipda Fadhila menjelaskan kejadian bermula ketika dilakukan pengeboran oleh pihak ketiga dari Yayasan Sidaq dan Tirta Bumi Tisna Fundation, yang dilakukan di belakang bangunan Laboratorium Pontren yang telah disepakati dengan pengasuh Pontren

"Saat awal dilakukan pengeboran dikerjakan seperti biasa, kemudian saat mencapai 40 meter atau 10 batang paralon, keluar Lumpur pasir dan kerikil dan juga percikan api yang kemudian semburan semakin besar dengan ketinggian 4 meter," jelas Kapolsek.

Kalbar Populer Hari Ini: Fakta-fakta Semburan Lumpur di Wajok Hilir, Penyebab dan Pengakuan Santri

Menyembur saat Buat Sumur Bor 

Lumpur itu menyembur saat pihak pondok pesantren membuat sumur bor sedalam 40 meter di belakang ruang laboratorium.

Amin (14) satu di antara santri mengatakan saat kejadian, dirinya bersama santri lain sedang istirahat, dan ketika itu, cuaca sedang hujan deras.

Lalu, tiba-tiba saja ia dan para santri lain yang berada di asrama merasakan goncangan menyerupai Gempa.

"Pas tadi nyembur itu sempat juga terasa goncangan, kayak gempa," ungkapnya.

Kemudian, ia mengetahui bahwa terjadi semburan Lumpur dibagian belakang laboratorium pondok. Ia bersama santri lain pun bergegas ke laboratorium untuk membantu mengeluarkan berbagai barang dari ruangan agar tidak rusak terkena semburan Lumpur.

Akibat semburan lumpur itu, terdapat lubang besar dengan kedalaman 2 meter dan diameter sekira 5 meter. Selain itu, Lumpur pun menyebar ke halaman laboratorium.

Bukan Pertama Kali

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, KH Husnan Bin Nur Alam, menyampaikan bahwa semburan lumpur seperti ini bukanlah pertama kali terjadi di wilayah Pondok Pesantrennya. Pondok Pesantren tersebut ia bangun pada tahun 1994. Setelah beberapa tahun membangun pondok, pihaknya kekurangan air bersih, lalu pada tahun 2003 pihaknya mencoba membuat sumur bor.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved