50 Dapur MBG di Sambas Beroperasi, Baru 35 yang Kantongi SLHS
Dia menjelaskan, dari 50 SPPG yang beroperasi terdapat 15 dapur MBG masih dalam tahap proses pengajuan SLHS.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Sambas Dzaki mengatakan, mekanisme pengajuan SLHS memiliki sejumlah tahapan sehingga sejauh ini baru 35 dapur MBG yang mempunyai SLHS.
- Dzaki menambahkan, tahapan-tahapan pengajuan SLHS itu mencakup pelatihan penjamah makanan, pengambilan sampel, hingga inspeksi kesehatan lingkungan atau IKL.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sebanyak 35 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Minggu 12 April 2026.
Dari total 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Sambas, sebanyak 15 dapur MBG belum memiliki SLHS dan masih berproses pengajuan SLHS.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Sambas Dzaki mengatakan, mekanisme pengajuan SLHS memiliki sejumlah tahapan sehingga sejauh ini baru 35 dapur MBG yang mempunyai SLHS.
"Total SPPG yang sudah beroperasional 50, yang sudah ada 35 SPPG, yang sedang proses 15 SPPG. Begini dalam pengajuan SLHS itu ada tahapannya," jelas Dzaki, Minggu 12 April 2026.
Dzaki menambahkan, tahapan-tahapan pengajuan SLHS itu mencakup pelatihan penjamah makanan, pengambilan sampel, hingga inspeksi kesehatan lingkungan atau IKL.
• Keindahan Pantai Kahona Sambas! Dulu Viral Kini Terancam Terkikis Ombak
"Dimulai dari pelatihan penjamah makanan terlebih dahulu. Kemudian baru ambil sample dan inspeksi kesehatan lingkungan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, dari 50 SPPG yang beroperasi terdapat 15 dapur MBG masih dalam tahap proses pengajuan SLHS. Sedangkan 30 dapur telah mempunyai SLHS.
"Nah yang saya sampaikan masih proses itu adalah SPPG yang sudah mengajukan SLHS tapi masih menunggu hasil lab hasil IKL," ujarnya.
Dia mengatakan, tahapan selanjutnya setelah IKL dilakukan evaluasi IKL sehingga mitra dapur MBG wajib memperbaiki catatan yang diberikan.
"Dan juga setelah IKL itu akan diadakan evaluasi IKL, jadi mitra wajib memperbaiki catatan yang diberikan saat evaluasi. Nah, setelah perbaikannya selesai, baru bisa diterbitkan SLHS nya," ucapnya.
Dia menerangkan, bahwa proses penerbitan SLHS memakan waktu cukup lama karena petugas memeriksa sample makanan, air maupun bangunan SPPG.
"Kalau saya lebih cenderung SLHS ini keluar sedikit lebih lama tapi dalam prosesnya benar-benar dicek baik itu sample makanan, air, dan bangunan SPPG, Daripada dikeluarkan cepat tapi tidak memenuhi prosedur," tegasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Pegawai dapur MBG
Evaluasi dapur MBG
Aturan dapur MBG
Dapur MBG
Dadan Hindayana
SPPG dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Minggu 12 April 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Sambas
| Warga Indonesia Terlibat Narkoba Divonis Hukuman 18-20 Tahun Penjara oleh Hakim PN Putussibau |
|
|---|
| Ketersediaan Bapokting di Mempawah Pasca Lebaran Dipastikan Aman |
|
|---|
| Tepelima ke-7 Angkat Isu Lingkungan, Merusak Alam Disebut Rampas Hak Hidup |
|
|---|
| Bupati Ontot Buka Musorkab KONI Sanggau, Harap Pengurus Baru Mampu Cetak Atlet Berprestasi |
|
|---|
| Harga Telur di Pasar Sebukit Rama Mempawah Mulai Turun Pasca Idul Fitri, Pedagang Pastikan Stok Aman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Dadan-Hindayana-345rewfrdse.jpg)