Distribusi BBM Mulai Terkendali, Disperindagkop Sintang Dorong Skala Prioritas Daerah Terisolir

Hal ini tidak terlepas dari langkah cepat Pertamina yang mengerahkan armada mobil tangki untuk mengambil BBM langsung dari Integrated

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
PENYALURAN BBM - Dua truk tangki menyalurkan BBM ke wilayah Sintang, Kalimantan Barat. Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sintang menyampaikan apresiasi kepada Pertamina. Namun Subendi menilai persoalan distribusi BBM ini bersifat krusial dan membutuhkan solusi permanen ke depan. 
Ringkasan Berita:
  • Meski demikian, Subendi menegaskan bahwa kondisi kini mulai berangsur terkendali khususnya di Kota Sintang
  • Hal ini tidak terlepas dari langkah cepat Pertamina yang mengerahkan armada mobil tangki untuk mengambil BBM langsung dari Integrated Terminal Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sintang, Subendi, menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Sintang sempat terkendala akibat turunnya debit air Sungai Melawi.

Kondisi tersebut menyebabkan kapal pengangkut BBM dari Pontianak tidak dapat bersandar di depot BBM Sintang

“Penurunan level air Sungai Melawi membuat kapal dari Pontianak tidak bisa sandar di depot. Ini berdampak pada keterlambatan distribusi,” ujar Subendi. 

Meski demikian, Subendi menegaskan bahwa kondisi kini mulai berangsur terkendali khususnya di Kota Sintang

Hal ini tidak terlepas dari langkah cepat Pertamina yang mengerahkan armada mobil tangki untuk mengambil BBM langsung dari Integrated Terminal Pontianak. 

Pertamina Patra Niaga Perkuat Koordinasi Jaga Distribusi BBM Hulu Kalbar

“Sekarang distribusi relatif terkendali. Pertamina mengerahkan banyak armada tangki untuk mengambil langsung BBM dari IT Pontianak. Memang jaraknya sangat jauh, sehingga butuh waktu agar BBM bisa sampai ke Sintang dan wilayah timur lainnya,” jelasnya. 

Atas upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sintang menyampaikan apresiasi kepada Pertamina. Namun Subendi menilai persoalan distribusi BBM ini bersifat krusial dan membutuhkan solusi permanen ke depan. 

“Kami apresiasi Pertamina yang sudah bekerja keras menyalurkan BBM. Tapi ini persoalan krusial dan harus dicarikan solusi permanen,” tegasnya. 

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan skala prioritas penyaluran BBM, khususnya untuk kecamatan-kecamatan yang tergolong sulit dijangkau seperti Serawai, Ambalau, dan wilayah jalur Ketungau. Menurutnya, daerah-daerah tersebut sangat bergantung pada jalur sungai sehingga rentan terdampak ketika kondisi alam tidak mendukung. 

“Kami minta Pertamina menetapkan skala prioritas penyaluran BBM untuk daerah terisolir, seperti Serawai dan Ambalau. Aksesnya lewat sungai, jadi sangat tergantung kondisi air,” katanya. 

Subendi menambahkan, masyarakat di wilayah tersebut tidak menuntut berlebihan. Yang terpenting, ketersediaan BBM tetap ada dan mencukupi kebutuhan dasar. 

“Masyarakat Serawai dan Ambalau saya rasa tidak minta lebih, yang penting BBM ada dan tercukupi. Kalau ini tidak ada, ekonomi pasti terhambat. Makanya perlu dipetakan dengan baik,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved