Semburan Lumpur di Mempawah

Dosen Fakultas Teknik Untan Sebut Semburan Lumpur di Wajok Hilir Merupakan Gas Methan

“Mereka pekerja membuat sumur bor dengan kedalaman 40 meter dengan tujuan untuk mendapatkan sumber air, namun diluar dugaan, terjadilah semburan lumpu

|
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Endro
Semburan lumpur di Pondok Pesantren Nurul Amalliyah, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalbar, senin 8 mei 2023 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Semburan lumpur terjadi di Pondok Pesantren Nurul Amalliyah, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Senin 8 mei 2023 siang.

Ketua Satgas Informasi Bencana Provinsi Kalbar, Daniel menyampaikan TRC BPBD Provinsi Kalbar dipimpin oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen terhadap kejadian kemarin.

Daniel mengatakan bahwa Pondok Pesantren ini memiliki 400 orang santri yang tinggal di asrama tersebut. Sehingga memerlukan sumber air untuk keperluan sehari-hari di Pondok Pesantren. Maka dari itu, pihak pondok membuat sumur bor.

“Mereka pekerja membuat sumur bor dengan kedalaman 40 meter dengan tujuan untuk mendapatkan sumber air, namun diluar dugaan, terjadilah semburan lumpur dan ini kejadian sudah yang kedua kalinya,” ujarnya kepada Tribun Pontianak melalui WhatsApp, Selasa 9 Mei 2023.

7 Fakta Semburan Lumpur di Mempawah, Ternyata Bukan Pertama Kalinya

Menanggapi hal serupa, Ketua Jurusan Teknik Pertambangan Untan, Budhi Purwoko menyampaikan ada beberapa kemungkinan terjadinya semburan lumpur yakni semburan tersebut merupakan gas methan yang keluar karena adanya bukaan pada lapisan penutupnya, kemudian kemungkinan lainnya bisa karena tekanan artesis pada aquifer tertekan.

"Tapi melihat kondisi bawah permukaan lokasi dimana lapisan pasir berasa dibawah, kemungkinan lebih dekat itu semburan tersebut merupakan gas methan yang keluar karena adanya bukaan pada lapisan penutupnya," ungkapnya saat dihubungi Tribun Pontianak melalui WhatsApp, Selasa 9 Mei 2023.

"Melihat dari laporan polisi yang beredar, memang pemboran air tersebut menyebabkan gas methan yang tertahan lapisan kedap diatasnya menjadi lepas," lanjutnya.

Budhi mengatakan gas methan tersebut terperangkap secara sporadis, tidak menerus. Hal ini membuat semburan lumpur tidak terjadi di tempat yang lainnya.

"Hal ini bisa di cek karena tidak semua yang buat sumur di daerah tersebut mengeluarkan gas methan. Semburan lumpur ini tidak berbahaya dan nanti akan berhenti dengan sendirinya setelah gasnya habis," jelasnya.

Diakhir Budhi menyarankan agar pihak terkait memeriksa jenis gas yang keluar, apakah methan atau bukan, begitu juga kandungan lumpur dan airnya untuk memastikan kondisi yang terjadi. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved