Peran JKN-KIS Terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19

Multiplier effect yang ditimbulkan oleh program JKN-KIS telah memiliki dampak terukur dari sisi peningkatan persentase peserta

Editor: Nina Soraya
Tribunpontianak.co.id/Istimewa
dr. Adiwan Qodar, AAAK, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak / Mahasiswa Magister Manajemen FEB UNTAN Angkatan 44. 

Kondisi di Indonesia relatif lebih baik dimana pada tahun 2020 di saat serangan pandemi Covid-19 terjadi, Program JKN-KIS telah memiliki cakupan peserta sebanyak 222,46 juta penduduk Indonesia atau 82,51% dari seluruh penduduk, dengan angka pemanfatan mendekati 1 juta per hari kalender selama tahun 2020 yang terbagi pada pemanfaatan Layanan Primer (FKTP) sebanyak 778.060 kunjungan per hari kalender dan pemanfaatan Layanan Rujukan (FKRTL) sebanyak 215.546 kunjungan per hari kalender.

Membangkitkan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Berdasarkan angka pemanfaatan tersebut maka terdapat perputaran dana yang cukup besar pada Fasilitas Kesehatan yaitu sebesar 95,5 T yang di harapkan mampu memperbaiki dan menjaga sisi demand di sektor Kesehatan tetap stabil dan meningkat.

Hal ini terbukti dari informasi bahwa sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh positif 3,71 persen, oleh karena itu sektor jasa kesehatan mampu memberikan dukungan pada daya tahan ekonomi dan dapat mengerem agar kontraksi tidak jatuh terlalu dalam. (BRS BPS, 2020)

Ditinjau dari aspek mikroekonomi, program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, mampu menurunkan porsi pengeluaran Out of Pocket (OOP) dari rumah tangga terhadap kebutuhan layanan kesehatan yang dibutuhkan sesuai dengan indikasinya, dengan menurunknya porsi OOP maka dana/ anggaran rumah tangga dapat dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan lainnya yang bersifat lebih pokok (financial protection).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak Harap Capaian Peserta JKN Mendekati Target Nasional

Penurunan porsi OOP dan adanya financial protection ini diharapkan akan berdampak pada stabilnya konsumsi masyarakat sehingga meransang pertumbuhan ekonomi dari sisi peningkatan demand. Penurunan porsi OOP dan adanya financial protection tersebut mampu mencegah bertambahnya angka kemiskinan di Indonesia. (Kajian UI “Dampak JKN Terhadap Kemiskinan”, 2017)

Pada tataran makroekonomi, bergulirnya dana sebesar 95,5 T pada Fasilitas Kesehatan Primer (Puskesmas, Klinik Pratama & Dokter Praktek Perorangan) sebesar 16,28 T dan pada Fasilitas Kesehatan Rujukan (Klinik Utama & Rumah Sakit) sebesar 79,22 T mampu menimbulkan multiplier effect yang dimulai dengan hidupnya industri kesehatan seperti Rumah Sakit, Klinik, Farmasi dan industri pendukungnya sehingga akan berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja di masyarakat dan stabilnya konsumsi yang dilakukan oleh industri kesehatan.

BPJS Kesehatan Gelar Koordinasi Optimalisasi Pelayanan PRB Di Pontianak

Multiplier effect yang ditimbulkan oleh program JKN-KIS telah memiliki dampak terukur dari sisi peningkatan persentase peserta, dimana peningkatan 1% peserta JKN-KIS akan berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita sebesar 1 juta rupiah.

Multiplier effect yang terjadi diharapkan mampu mendorong ekonomi nasional terus bergerak positif dan keluar dari kondisi kontraksi saat ini. (Kajian UI “Dampak JKN Terhadap Ekonomi Indonesia”, 2016)

BPJS Kesehatan Gerak Cepat Tangani Kasus Penawaran Data di Forum Online

Dalam kacamata managerial economics sebuah strategi yang telah ada dan memiliki resultan positif pada aspek cost benefit tentu perlu dilakukan langkah serius untuk membuat strategi ini memiliki dampak yang lebih besar lagi.

Peluang pemulihan dan pertumbuhan ekonomi melalui jalur ini seharusnya dimanfaatkan secara optimal dan menjadi alasan yang kuat untuk mempercepat tercapainya target kepesertaan JKN-KIS yang telah termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebesar 98% untuk diwujudkan lebih awal sebelum tahun 2024.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved