PKK Dedai dan PNM Latih Perajin Tenun Ikat Agar Tembus Pasar Modern

Dalam pelatihan tersebut, Ketua Pokja II TP PKK Kecamatan Dedai, Rufina Sekunda, yang juga founder Ina Creatif Sintang dipercaya menjadi

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
FOTO BERSAMA - TP PKK Kecamatan Dedai berkolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Sintang menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Program Klasterisasi Nasabah Kerajinan Tenun Ikat bertema “Inovasi Kain Tenun Ikat Khas Dayak Desa Umin yang Diminati Pasar” di Aula Kantor Desa Umin Jaya, Kecamatan Dedai. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua TP PKK Kecamatan Dedai, Nesela Putri mengatakan tenun ikat memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara inovatif dan berorientasi pasar. 
  • Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat menjadi langkah penting agar para perajin mampu menghasilkan produk yang berkualitas serta mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kain tenun ikat khas Dayak dari Desa Umin Jaya, Kecamatan Dedai, terus didorong agar tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. 

Melalui kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Program Klasterisasi Nasabah Kerajinan Tenun Ikat, TP PKK Kecamatan Dedai bersama PT Permodalan Nasional Madani Cabang Sintang mengajak para perajin untuk mulai menyesuaikan produk tenun dengan kebutuhan pasar modern tanpa meninggalkan identitas budaya Dayak. 

Kegiatan bertema “Inovasi Kain Tenun Ikat Khas Dayak Desa Umin yang Diminati Pasar” itu menjadi ruang belajar bagi para perajin untuk mengembangkan kreativitas, mulai dari motif, desain hingga produk turunan berbahan tenun ikat. 

Ketua TP PKK Kecamatan Dedai, Nesela Putri mengatakan tenun ikat memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara inovatif dan berorientasi pasar. 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin para pengrajin tidak hanya mempertahankan nilai budaya yang terkandung dalam tenun ikat, tetapi juga mampu berinovasi sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya. 

Jelang Penutupan TPA Lama, Pemkab Sintang Berguru Sistem Kelola Sampah ke Batulayang Pontianak

Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat menjadi langkah penting agar para perajin mampu menghasilkan produk yang berkualitas serta mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. 

Dalam pelatihan tersebut, Ketua Pokja II TP PKK Kecamatan Dedai, Rufina Sekunda, yang juga founder Ina Creatif Sintang dipercaya menjadi narasumber utama. 

Ia menekankan pentingnya kreativitas dan kemampuan membaca tren pasar agar tenun ikat Desa Umin Jaya semakin diminati berbagai kalangan. 

Rufina mengajak para perajin untuk tidak takut melakukan inovasi, baik pada motif, warna maupun model produk, selama tetap mempertahankan nilai budaya Dayak sebagai ciri khas utama. 

“Budaya tetap harus dijaga, tetapi produk juga harus berkembang mengikuti kebutuhan pasar. Dengan inovasi, tenun ikat bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya. 

Sementara itu, Permodalan Nasional Madani Cabang Sintang menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan peningkatan kapasitas usaha. 

Kolaborasi antara TP PKK Kecamatan Dedai, TP PKK Desa Umin Jaya, pemerintah desa dan PNM Sintang dinilai menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus pelestari budaya daerah. 

Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, tenun ikat khas Dayak diharapkan tidak hanya bertahan sebagai simbol tradisi, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi yang membawa manfaat bagi generasi masa depan. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved