Penyapu Jalan Meninggal
Abdillah Pendam Sakit Asma Sejak Kecil Demi Nafkah, Seragam Oranye Jadi Saksi Bisu
Kakak kandung korban, Izulkarnen, mengungkapkan bahwa adiknya telah bergelut dengan penyakit asma sejak masih sangat belia.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Abdillah (47), petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, mengembuskan napas terakhirnya tepat di atas aspal tempatnya mengabdi, Kamis 28 Mei 2026 pagi.
- Sosok yang akrab disapa Otong ini ditemukan tak bernyawa di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso sekitar pukul 08.40 WIB.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak berduka. Kehilangan seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang setiap subuh menyisir jalanan demi kenyamanan warga.
Abdillah (47), petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, mengembuskan napas terakhirnya tepat di atas aspal tempatnya mengabdi, Kamis 28 Mei 2026 pagi.
Sosok yang akrab disapa Otong ini ditemukan tak bernyawa di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso sekitar pukul 08.40 WIB.
Saat ditemukan, ia masih mengenakan seragam kebesaran berwarna oranye—warna yang menjadi simbol dedikasinya selama ini.
Sakit yang Dipendam Sejak Usia Lima Tahun
Di balik sosoknya yang tak pernah mengeluh, ternyata Otong menyimpan perjuangan berat melawan penyakit.
Kakak kandung korban, Izulkarnen, mengungkapkan bahwa adiknya telah bergelut dengan penyakit asma sejak masih sangat belia.
• BREAKING NEWS - Petugas Kebersihan DLH Pontianak Meninggal Dunia Saat Sedang Menyapu Jalan
“Memang dia ada sakit asma dari kecil, sekitar umur lima tahun sampai sekarang ini lah. Kadang baik, nanti kambuh lagi,” tutur Izulkarnen dengan nada lirih kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis 28 Mei 2026.
Penyakit pernapasan itu bukan sekali dua kali menghambat aktivitasnya.
Otong pernah harus menepi dari pekerjaannya hingga tiga bulan lamanya demi menjalani pengobatan di RS Anton Soedjarwo dan RSUD dr Soedarso.
Namun, setiap kali merasa sedikit lebih baik, ia selalu memilih kembali ke jalanan untuk memegang sapunya lagi.
Sosok Pendiam yang Tak Ingin Merepotkan
Kepergian Otong meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.
Di mata mereka, almarhum adalah sosok pria pendiam yang memiliki ketabahan luar biasa.
Ia tak pernah ingin membebani orang lain dengan rasa sakit yang dideritanya.
Penyabar: Almarhum dikenal jarang mengeluh meski kondisi fisiknya sedang menurun.
Pekerja Keras: Tetap menjalankan tugas menyapu jalanan sejak subuh meski asma kerap mengintai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/RS-Bhayangkara-43tdfgvd.jpg)