Sintang Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih, Target 5.000 Hektar dari Kementan RI

Salah satu fokus utama adalah memastikan kesiapan lahan yang memenuhi persyaratan teknis dari pemerintah pusat.

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
PENGEMBANGAN BAWANG PUTIH - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah memilih Kabupaten Sintang sebagai salah satu daerah pengembangan bawang putih di Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • Kartiyus menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sintang saat ini tengah mempersiapkan berbagai langkah untuk menyambut program strategis tersebut.
  • Ia menambahkan, target pengembangan dari Kementerian Pertanian mencapai 5.000 hektar lahan di wilayah Sintang.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah memilih Kabupaten Sintang sebagai salah satu daerah pengembangan bawang putih di Indonesia.

Kartiyus menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sintang saat ini tengah mempersiapkan berbagai langkah untuk menyambut program strategis tersebut.

Salah satu fokus utama adalah memastikan kesiapan lahan yang memenuhi persyaratan teknis dari pemerintah pusat.

“Kita senang dan menyambut program tersebut, meskipun ada syarat teknis yakni lahannya harus berada di ketinggian minimal 800 meter di atas permukaan laut. Sehingga kami perlu melakukan survei ke beberapa lokasi yang memenuhi syarat tersebut, termasuk kawasan perbatasan,” ujar Kartiyus.

Ia menambahkan, target pengembangan dari Kementerian Pertanian mencapai 5.000 hektar lahan di wilayah Sintang.

Lasarus Ungkap Rencana Besar Penataan Lalu Lintas di Kawasan Jembatan Melawi Sintang

Beberapa kawasan berbukit dinilai berpotensi, seperti di Desa Mungguk Gelumbang hingga Desa Nanga Bayan.

Menurut Kartiyus, terdapat tujuh varietas bawang putih yang akan dikembangkan, terdiri dari lima varietas asal Tiongkok dan dua varietas dari India. 

Menariknya, jenis tanah tidak menjadi kendala utama selama ketinggian lahan memenuhi syarat.

“Kalau ada kepala desa yang mengetahui lahan di atas bukit, silakan diinformasikan kepada kami. Indonesia selama ini masih mengimpor bawang putih, terutama dari Tiongkok. Karena lahan di Pulau Jawa sudah terbatas, maka pengembangan diarahkan ke Kalimantan, termasuk Sintang,” jelasnya.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga akan menyiapkan fasilitas pendukung seperti pabrik pupuk yang formulanya disesuaikan dengan karakteristik tanah di Kalimantan. 

Bahkan, telah disiapkan pula varietas bawang putih yang dapat ditanam pada ketinggian 200 hingga 300 meter di atas permukaan laut.

Untuk tahap awal, target produktivitas yang ditetapkan adalah sekitar 3 ton per hektar. Hasil panen tersebut akan dimanfaatkan dengan skema 30 persen untuk dijual dan 70 persen untuk dijadikan bibit guna pengembangan lanjutan.

“Kalau di Tiongkok bisa mencapai 12 ton per hektar, kita realistis dulu di angka 3 ton. Yang penting program ini berjalan dan berkelanjutan,” pungkas Kartiyus. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved