Bupati Karolin Harap Layanan Cuci Darah RSUD Landak Tak Lagi Tertunda
Sehingga jarak layanan menjadi persoalan yang sangat menentukan. Semakin jauh pasien harus dirujuk, semakin besar pula beban biaya
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Menurut dia, kebutuhan layanan cuci darah di Landak bukan perkara kecil. Pasien hemodialisis merupakan pasien yang harus menjalani terapi rutin.
- Sehingga jarak layanan menjadi persoalan yang sangat menentukan. Semakin jauh pasien harus dirujuk, semakin besar pula beban biaya, tenaga, dan risiko yang ditanggung.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa menagih kejelasan dari BPJS Kesehatan terkait layanan hemodialisis atau HD di RSUD Landak saat menerima jajaran BPJS Kesehatan di Kantor Bupati Landak.
Pertemuan itu berlangsung setelah layanan yang sejak lama disiapkan pemerintah daerah belum juga berjalan penuh, meski izin operasional dari Kementerian Kesehatan sudah terbit dan fasilitas rumah sakit dinyatakan siap.
“Unit HD ini bukan kitanya ngada-ngada, tapi memang sesuai dengan data kita mengenai jumlah pasien dan juga permintaan dari masyarakat,” kata Karolin pada Kamis 16 April 2026.
Menurut dia, kebutuhan layanan cuci darah di Landak bukan perkara kecil. Pasien hemodialisis merupakan pasien yang harus menjalani terapi rutin.
Sehingga jarak layanan menjadi persoalan yang sangat menentukan. Semakin jauh pasien harus dirujuk, semakin besar pula beban biaya, tenaga, dan risiko yang ditanggung.
• Bupati Karolin Dorong Percepatan Layanan Listrik Desa di Pedalaman Landak
“RSUD di daerah itu kan bukan hanya mengejar keuntungan, tapi memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat kita, memudahkan masyarakat, membuat pelayanan menjadi lebih dekat, sehingga bisa lebih murah bagi masyarakat,” ujar Karolin.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Landak memastikan layanan hemodialisis di RSUD Landak telah mengantongi izin operasional dari Kementerian Kesehatan RI.
Seluruh tahapan perizinan dan persiapan teknis, termasuk visitasi, disebut telah dilalui.
Namun saat itu layanan belum juga bisa diakses pasien peserta BPJS Kesehatan karena kerja sama dengan BPJS belum tuntas.
Dalam pertemuan terbaru itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pontianak, dr Evi Retno Nurlianti, mengatakan pihaknya datang untuk menyampaikan perkembangan hasil proses kerja sama layanan HD di RSUD Landak.
Menurut dia, pembahasan kini sudah sampai pada tahap akhir.
“Kami ingin menyampaikan hasil dari proses Perjanjian Kerja Sama HD di Rumah Sakit Landak ini, dan ini kami sudah berproses hingga pada tahap final ini. Akhirnya kami akan menandatangani berita acara untuk penambahan layanan HD di Rumah Sakit Landak,” kata Evi.
Ia menjelaskan, kelengkapan administrasi yang sebelumnya masih kurang kini telah dipenuhi.
Meski masih ada satu surat komitmen yang tetap berjalan dalam proses, BPJS menyebut layanan HD pada prinsipnya sudah dapat dijalankan.
“Kemarin kami sudah berproses untuk kelengkapan administrasi yang selama ini masih kurang. Dan alhamdulillah semua sudah terlengkapi. Tinggal nanti ada satu surat komitmen dan juga itu ongoing process, tapi proses untuk layanan HD-nya juga sudah bisa berjalan,” ujarnya.
Bupati Karolin
Bupati Karolin Margret Natasa
Karolin Margret Natasa
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Jumat 17 April 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Landak
| Bupati Karolin Dorong Percepatan Layanan Listrik Desa di Pedalaman Landak |
|
|---|
| Kabag Ops Polres Singkawang Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Sinergi Cegah Kebakaran Hutan |
|
|---|
| Dua Pria di Jawai Ditangkap Polisi Kasus Narkoba, 1,6 Gram Sabu Diamankan |
|
|---|
| Lima Jabatan Eselon II B di Pemda Kapuas Hulu Masih Kosong, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Pemda Landak Akan Tambah Dokter Spesialis untuk Layanan Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Karolin-Margret-Natasa-43r5tesfdxcvcx.jpg)