Tradisi Makan Sa'ban yang Masih Dilestarikan Warga Sambas
Suasana menjadi khusyuk ketika doa-doa dibacakan seorang tokoh agama setempat yang biasa disebut Labai. Setelah doa dibacakan makanan
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Para tamu yang merupakan keluarga dekat dan tetangga Firman datang ke rumahnya sekitar pukul 16.00 sore. Mereka lalu ikut membacakan doa-doa tahlil.
- Makanan disajikan secara budaya Melayu Sambas yang kerap disebut makan Besaprah. Tamu membentuk lingkaran kecil masing-masing berjumlah 5 orang untuk makan bersama.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sebagian besar masyarakat Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, masih merawat tradisi Sa'ban dengan mengadakan sedekah makan di rumah-rumah, Minggu 8 Februari 2026.
Tradisi ini ditandai dengan merapal doa-doa yang dipimpin tokoh agama untuk mendoakan orang-orang yang telah meninggal.
Acara lalu dilanjutkan dengan makan bersama yang disediakan oleh tuan rumah yang menggelar Sa'banan.
Satu diantaranya, Sa'banan digelar Firman (27) warga Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Sabtu 7 Februari 2026 kemarin. Ia mengundang kerabat, tetangga dan tokoh agama ke rumahnya.
Para tamu yang merupakan keluarga dekat dan tetangga Firman datang ke rumahnya sekitar pukul 16.00 sore. Mereka lalu ikut membacakan doa-doa tahlil.
Suasana menjadi khusyuk ketika doa-doa dibacakan seorang tokoh agama setempat yang biasa disebut Labai. Setelah doa dibacakan makanan pun dihidangkan.
• Kiprah Jefriden Kelola Wisata Edukasi Pelestarian Penyu Pantai Tanjung Api Sambas
Makanan disajikan secara budaya Melayu Sambas yang kerap disebut makan Besaprah. Tamu membentuk lingkaran kecil masing-masing berjumlah 5 orang untuk makan bersama.
Menu-menunya yang disajikan berupa daging ayam masak putih, kecap daging sapi, urap lobak, acar mentimun hingga telur ayam rebus, dan sambal. Setelah disajikan tamu acara Sa'ban dipersilakan menyantap hidangan.
Warga Desa Tebas Sungai Firman menjelaskan, acara makan Sa'ban digelar dikediamannya dengan maksud menyambut bulan Ramadan dan niat bersedekah kepada tetangga maupun keluarga.
"Acara makan Sa'banan ini kami gelar dengan niat untuk bersedekah, kami mengundang keluarga, tetangga, tokoh agama untuk membaca doa di rumah kami, lalu dilanjutkan dengan dengan makan bersama," kata Firman.
Menurut Firman, acara tradisi makan Sa'ban di Desa Tebas Sungai masih rutin digelar oleh warga setiap bulan Sa'ban. Dia menjelaskan, tradisi seperti ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan masih lestari.
"Tradisi seperti ini masih kerap ditemui di desa, kami tahun ini mengadakan, makan Sa'ban untuk bersedekah," ucapnya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sambas Misni Safari menjelaskan, tradisi Sa'banan di Kabupaten Sambas sudah ada sejak zaman dahulu.
"Tradisi Syabanan di Sambas ini memang udah lama, dari zaman dulu lah. Saya kira ini tradisi baik yang mesti dilestarikan," kata Misni Safari
Kendati tradisi itu sudah lama ada di Sambas, kata Misni Safari, seiring berjalannya waktu sebagian masyarakat mulai berbeda pemahaman terkait pelaksanaan Sa'banan.
Warga Sambas
Desa Tebas Sungai
Kecamatan Tebas
Budaya Melayu Sambas
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Minggu 8 Februari 2026
Sambas
Kalimantan Barat
Kalbar
| Ketua Pertina Kalbar Kunjungi Sejumlah Sasana di Singkawang, Bengkayang dan Landak |
|
|---|
| Perampok Sadis di Sambas yang Bawa Kabur Rp 43 Juta tak Berkutik Diciduk Polisi |
|
|---|
| Miris Angka Putus Sekolah di Kalbar Tembus 116.000 orang, Ketapang Tertinggi |
|
|---|
| Seorang Pria Rampok Uang 43 Juta Rupiah Dibekuk Polisi di Sambas |
|
|---|
| BPBD Sambas Segera Perpanjang Status Siaga Darurat Karhutla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/MAKAN-SABANAN354wfre.jpg)