Breaking News

Rabies Masih Mengintai, DPRD Sintang Tekankan Pentingnya Respons Cepat Warga dan Pemerintah

Karena itu, ia menilai kecepatan respons masyarakat menjadi faktor penentu dalam mencegah jatuhnya korban jiwa.

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
ANCAMAN RABIES - Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono. Ia menegaskan bahwa persoalan rabies bukan sekadar isu kesehatan biasa, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat. 
Ringkasan Berita:
  • Menurut Senen, rabies adalah penyakit mematikan yang tidak memberi banyak ruang bagi kelalaian. 
  • Begitu gejala muncul, peluang keselamatan hampir tidak ada jika penanganan medis terlambat dilakukan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ancaman rabies di Kabupaten Sintang kembali menjadi perhatian serius setelah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) menunjukkan tren peningkatan pada awal 2026.

Berdasarkan data Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang, sepanjang 1 hingga 29 Januari 2026 tercatat 72 kasus gigitan hewan penular rabies.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono, menegaskan bahwa persoalan rabies bukan sekadar isu kesehatan biasa, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat.

Menurut Senen, rabies adalah penyakit mematikan yang tidak memberi banyak ruang bagi kelalaian. 

Begitu gejala muncul, peluang keselamatan hampir tidak ada jika penanganan medis terlambat dilakukan.

Sekretariat Daerah Sintang Pacu Kinerja ASN Lewat Perjanjian Kinerja 2026

Karena itu, ia menilai kecepatan respons masyarakat menjadi faktor penentu dalam mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Rabies sudah menunjukkan gejala di Sintang. Ini alarm bagi kita semua agar tidak lengah,” ujar Haji Senen, Selasa 3 Februari 2026.

Senen menilai, selain peran pemerintah, kesadaran masyarakat menjadi benteng pertama pencegahan rabies.

Warga diminta tidak menyepelekan gigitan hewan, sekecil apa pun lukanya, serta lebih peka terhadap perilaku hewan yang tidak normal seperti agresif, gelisah, atau menyerang tanpa sebab.

“Kalau tergigit hewan, jangan menunggu. Cuci luka dengan sabun dan air mengalir, lalu segera ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah dan instansi teknis untuk terus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi berkelanjutan, pengawasan populasi hewan penular rabies, serta vaksinasi secara konsisten, terutama di wilayah dengan kasus tinggi. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved