Penanganan Stunting PPG di Landak Berhasil Atasi Gizi Buruk
Dalam kurun waktu sekitar dua bulan berjalan, Pusat Pemulihan Gizi (PPG) Kabupaten Landak menunjukkan hasil yang menggembirakan
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Penanggung Jawab Gizi PPG Kabupaten Landak, Tri Hidayat, menjelaskan bahwa sejak mulai beroperasi, PPG telah menangani empat pasien balita.
- Dari jumlah tersebut, dua pasien menunjukkan progres signifikan setelah menjalani perawatan intensif.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Dalam kurun waktu sekitar dua bulan berjalan, Pusat Pemulihan Gizi (PPG) Kabupaten Landak menunjukkan hasil yang menggembirakan
Dimana PPG berhasil meningkatkan status gizi dan berat badan anak yang sebelumnya masuk kategori gizi buruk dan gizi kurang.
Penanggung Jawab Gizi PPG Kabupaten Landak, Tri Hidayat, menjelaskan bahwa sejak mulai beroperasi, PPG telah menangani empat pasien balita.
Dari jumlah tersebut, dua pasien menunjukkan progres signifikan setelah menjalani perawatan intensif.
“PPG ini sudah berjalan kurang lebih dua bulan. Kita sudah merawat empat pasien, dan dua diantaranya awalnya merupakan pasien rawat inap selama satu sampai dua minggu,” ujar Tri Hidayat pada Selasa 13 Januari 2025.
Ia mencontohkan pasien bernama Jason, yang saat pertama masuk PPG memiliki berat badan 7,6 kilogram.
Setelah menjalani intervensi gizi dan pemantauan rutin, berat badannya meningkat hingga mencapai 8,8 kilogram, meski pada penimbangan terakhir berada di kisaran 8,5–8,6 kilogram.
"Jason saat ini sudah masuk kategori status gizi baik berdasarkan berat badan menurut tinggi badan," katanya.
Sementara itu, pasien lainnya bernama Meko mengalami peningkatan berat badan dari 10,9 kilogram saat awal masuk, menjadi sempat 11,5 kilogram di Posyandu, dan terakhir tercatat 11,3 kilogram.
"Memang ada fluktuasi naik turun, terutama ketika pasien sudah masuk rawat jalan dan kembali ke rumah. Tapi secara umum, tren berat badannya meningkat," tambah Tri.
Tidak hanya fokus pada intervensi gizi, PPG Landak juga menekankan perubahan perilaku keluarga pasien. Edukasi gizi seimbang, higiene sanitasi, hingga pola asuh anak menjadi bagian penting dalam program pemulihan.
“Di PPG ini kita tidak hanya memberikan intervensi gizi, tapi juga menanamkan perubahan perilaku. Orang tua dibekali pengetahuan tentang gizi seimbang, kebersihan, serta edukasi melalui permainan,” ungkap Tri.
Menurutnya, PPG menjadi ruang edukasi bagi keluarga agar kebiasaan sehat dapat diterapkan secara berkelanjutan di rumah. Perkembangan kedua pasien tersebut terus dipantau secara rutin.
Baca juga: Siaga Bencana Hingga 23 Januari 2026, Berikut Penjelasan BPBD Landak
PPG memiliki target intervensi yang jelas, yakni perubahan status gizi, dari gizi buruk menjadi gizi kurang, atau dari gizi kurang menjadi gizi baik.
“Alhamdulillah, progres kedua pasien ini terus membaik. Selain berat badan meningkat, sudah terlihat perubahan perilaku orang tua, seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas,” bebernya.
| Pascalebaran, Harga Minyak Goreng Tembus Rp25 Ribu per Liter |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng Naik, Warung Nasi Jalang Akui Margin Keuntungan Menipis |
|
|---|
| Tangkal Perdagangan Ilegal dan Zoonosis, Karantina Kalbar Gelar Workshop Multipihak di PLBN Aruk |
|
|---|
| DPRD Pontianak Percepat Pembangunan Jalan, Fokus Urai Kemacetan di Pontianak Timur |
|
|---|
| Kenaikan Harga Sembako Merata, Ketua DPRD Pontianak Soroti Dampak ke Ibu Rumah Tangga dan UMKM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/etugas-memb.jpg)