Diskusi Ekowisata TWA Baning, Bupati Sintang Tekankan Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Sintang, lanjutnya, sangat mendukung inisiatif Balai KSDA dalam mengembangkan wisata alam berbasis multipihak

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
BERI SAMBUTAN - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala saat menghadiri kegiatan Diskusi Multipihak Pengembangan Ekowisata dan Kajian Hidrologi Gambut di Taman Wisata Alam (TWA) Baning, yang berlangsung di Pusat Edukasi Sanctuary Enggang, TWA Baning Sintang, pada Senin, 5 Januari 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Menurutnya, TWA Baning bukan hanya kawasan hutan di tengah kota, tetapi juga benteng hidrologi gambut yang memiliki peran strategis dalam melindungi kota dari bencana ekologis serta menjadi ruang edukasi bagi generasi muda.
  • Ia menekankan bahwa upaya konservasi harus terus dilakukan untuk menjaga fungsi ekologis gambut, khususnya perannya dalam mendukung ekowisata dan sebagai pengatur tata air kota. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan bahwa keberadaan TWA Baning merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sintang

Menurutnya, TWA Baning bukan hanya kawasan hutan di tengah kota, tetapi juga benteng hidrologi gambut yang memiliki peran strategis dalam melindungi kota dari bencana ekologis serta menjadi ruang edukasi bagi generasi muda.

“Gambut Baning adalah ekosistem yang unik karena berada di tengah kota. Ia berfungsi sebagai penyimpan air dan habitat flora serta fauna endemik. Namun saat ini menghadapi tantangan berupa penurunan permukaan tanah akibat pengelolaan kanal yang kurang optimal,” ujar Bala saat menghadiri kegiatan Diskusi Multipihak Pengembangan Ekowisata dan Kajian Hidrologi Gambut di Taman Wisata Alam (TWA) Baning, yang berlangsung di Pusat Edukasi Sanctuary Enggang, TWA Baning Sintang, pada Senin, 5 Januari 2025.

Ia menekankan bahwa upaya konservasi harus terus dilakukan untuk menjaga fungsi ekologis gambut, khususnya perannya dalam mendukung ekowisata dan sebagai pengatur tata air kota. 

Murlan Dameria Pane Harap TWA Baning Sintang Jadi Ikon Wisata Alam Berbasis Konservasi di Kalbar

Oleh karena itu, diperlukan kesepahaman dan sinergi terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, kelompok masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Sintang, lanjutnya, sangat mendukung inisiatif Balai KSDA dalam mengembangkan wisata alam berbasis multipihak di TWA Baning

Namun demikian, Bupati memberikan beberapa arahan strategis yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, pengembangan wisata harus menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi dengan mengedepankan konsep wisata edukasi atau eco-tourism, sehingga aktivitas manusia tidak merusak struktur gambut yang sensitif. 

Kedua, kajian hidrologi harus menjadi prioritas utama melalui sinergi antara dinas terkait dan BKSDA guna memastikan tata kelola air di sekitar TWA Baning tetap terjaga dan fungsi serapan air gambut berjalan optimal. 

“Ketiga, pengelolaan TWA Baning harus melibatkan masyarakat lokal dan mitra pembangunan agar kawasan ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar melalui jasa lingkungan,” jelas Bala.

Melalui diskusi ini, Bala berharap lahir rencana aksi yang konkret, bukan sekadar dokumen di atas meja. Mari kita jaga TWA Baning untuk anak cucu kita,” tegasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved