Kabid Penmad : Kalau Guru Keliru, Tentu ada Sanksinya
"tetapi tentunya hal mis komunikasi bisa di selesaikan dengan baik, karena sekarang eranya media sosial, maka informasi ini cepat tersebar," katanya
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Viral video seorang peserta didik di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raudhatul Islamiyah Desa Punggur Besar Kec Sungai Kakap jadi korban perlakuan tak menyenangkan dari seorang oknum, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalbar turut memberikan tanggapan.
"iya, hari ini sedang di tindak lanjuti oleh Kasi Madrasah Kemenag Kubu Raya, untuk mengkonfirmasi ke pihak Madrasah dan ke siswa," ujar Kabid Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar H Sipni M.Pd pada Selasa 22 Juli 2025
"Madrasah tersebut sekolah swasta, akan tetapi saya kira ini hanya miss komunikasi, tapi kita tunggu hasil dari Kasi Madrasah Kemenag Kubu Raya yang ke lapangan," kata Mantan Kepala Kemenag Kab Sambas ini saat di konfirmasi Tribun Pontianak.
Namun, Kabid Penmad H Sipni juga menututkan akan ada sanksi bagi guru tersebut bila ditemukan tindakannya sesuatu hal yang kekeliru begitu juga sebaliknya.
"tetapi tentunya hal mis komunikasi bisa di selesaikan dengan baik, karena sekarang eranya media sosial, maka informasi ini cepat tersebar," katanya
Sebelumnya diperoleh informasi Seorang siswa di MTs Raudhatul Islamiyah di Kabupaten Kubu Raya diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum guru, lantaran orang tuanya belum membayar buku Lembar Kerja Siswa (LKS) senilai Rp350 ribu.
Orang tua siswa tersebut, Penikasih, mengungkapkan ia mengakui dirinya tidak hadir saat pembagian rapor karena belum mampu membayar LKS.
"Awal mulanya waktu penerimaan rapor ya bahwa pada beberapa waktu lalu disebutkan ada pemberitahuan pengambilan rapor disertai dengan pembayaran LKS senilai Rp 350 ribu. Otomatis kan kita para orang tua pas lagi nggak ada duit kan otomatis kita tidak datang kan karena saya takut gak dikasi juga rapor nya kita nggak datang," ucap Penikasih saat ditemui di kediamannya oleh Tribun Pontianak.
Baca juga: Kasi Pendidikan Kemenag KKR Sebut Tidak Ada Penahanan Rapor dan Tidak Ada Penurunan Kelas
Namun, karena ia tidak hadir ke sekolah dan kemudian menerima pesan berisi video anaknya yang menangis di dalam kelas bersama siswa lainnya.
Video tersebut dikirim oleh seorang guru, disertai pesan bahwa anaknya akan diturunkan ke kelas 8 karena tidak mengambil rapor.
"Waktu itu, hari Jum’at itu, ibu itu WA saya lagi langsung bilang, 'bu karena ini rapor nya nggak diambil anak ibu kita turunkan kelas langsung' saya jawab loh kok gitu bu gara-gara tidak ambil rapor lalu diturunkan ke kelas 8," ujarnya.
Mendengar hal tersebut, Penikasih mengaku langsung meminta suaminya menjemput anak mereka ke sekolah.
Ia juga menambahkan bahwa oknum guru tersebut sengaja merekam video anaknya yang sedang menangis agar dirinya datang ke sekolah.
"Terus saya bilang ke Suami pa jemputlah kesana uruslah itu biar selesai bagaima caranya. Setelah suami saya sampai ke sekolah saya bikin story WA ‘cuma belum karena ambil LKS anak diturunkan kelas gokil’ itu saya privasi cuma buat gurunya," jelas Penikasih.
Tak terima dengan perlakuan tersebut di guru sekolah anaknya, Penikasih kemudian meminta surat pindah dari sekolah. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Profil Velisha Christina, Regenerasi Atlet Putri Bulu Tangkis Indonesia |
|
|---|
| Bumi Intan Kabupaten Landak, Wilayah Tanpa Garis Pantai |
|
|---|
| Sapi Kurban Dipastikan Sehat, Peternak Lakukan Cek Berulang Sebelum Pengiriman |
|
|---|
| Jelang Idul Adha, Peternak Kambing Ingin Usaha Jadi Solusi Kemudahan Kurban |
|
|---|
| Pengawasan Ketat Pemotongan Hewan Kurban di Pontianak, 38 Personel Dikerahkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/berita-virals-220725.jpg)