Jelang Idul Adha, Peternak Kambing Ingin Usaha Jadi Solusi Kemudahan Kurban
Peternak kambing, Moh. Jaelani, menyebut penjualan hewan kurban tahun 2026 berjalan lancar dan masih berpotensi meningkat dalam beberapa hari.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Jaelani menjelaskan, total penjualan kambing kurban yang dikelolanya telah mencapai lebih dari 100 ekor, dengan sekitar 70 ekor telah terjual sejak awal penjualan hingga saat ini.
- Ia juga memastikan kondisi kesehatan hewan ternak tetap terjaga karena seluruh perawatan dilakukan secara mandiri dengan sistem pemeliharaan kambing lokal yang dinilai lebih adaptif terhadap lingkungan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Peternak kambing, Moh. Jaelani, menyebut penjualan hewan kurban tahun 2026 berjalan lancar dan masih berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan menjelang Hari Raya Idul Adha. Ia mengatakan momen akhir pekan biasanya menjadi waktu ramai pembeli.
"Alhamdulillah untuk penjualan kita di tahun 2026 ini untuk hewan kurban, alhamdulillah penjualan kita lancar. Sedangkan untuk sekarang masih ada waktu 4 hari lagi. Jadi biasanya besok itu hari Minggu, biasanya pembeli itu sangat ramai," ungkapnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id di disamping Hotel Alimoer di Jl. Arteri Supadio, Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu 23 Mei 2026.
Jaelani menjelaskan, total penjualan kambing kurban yang dikelolanya telah mencapai lebih dari 100 ekor, dengan sekitar 70 ekor telah terjual sejak awal penjualan hingga saat ini.
"Untuk yang penjualan kambing kita sekitar lebih dari 100 ekor. Untuk penjualan kita itu memang dari kemarin kita sudah ada jual. Jadi kalau untuk yang penjualan kita yang dari kemarin sampai sekarang ini, hampir 70 ekor sampai sekarang," katanya.
Ia juga memastikan kondisi kesehatan hewan ternak tetap terjaga karena seluruh perawatan dilakukan secara mandiri dengan sistem pemeliharaan kambing lokal yang dinilai lebih adaptif terhadap lingkungan.
"Alhamdulillah karena kita itu menangani sendiri. Jadi kambing ini kan kambing lokal, jadi untuk penyakit itu bisa kita atasi. Paling penyakitnya itu kalau pilek, batuk," ujarnya.
Terkait adaptasi saat perpindahan tempat, ia menyebut kambing biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk kembali normal setelah perubahan pakan.
"Kalau pindah tempat itu dia mulai beda pola pakan, jadi penyelesaian. Jadi 2 hari, 3 hari sudah normal kembali dia," tambahnya.
Baca juga: Propam Polda Kalbar & Kepala BNN Kubu Raya gelar Pembinaan Etika Profesi Polri di Polres Ketapang
Saat ini, ia juga membuka penjualan di sekitar kawasan Hotel Alimoer dengan membawa 21 ekor kambing berukuran besar yang disesuaikan dengan kapasitas kandang.
"Di samping Hotel Alimoer sekarang ini kita ada bawa 21 ekor. Karena kapasitas kandang stand kita cuma 4x6, jadi kambingnya kita bawa yang besar-besar. Dari bobot 80 kg sampai 20 kg," jelasnya.
Menurut Jaelani, harga kambing kurban bervariasi tergantung bobot dan kualitas, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp10 juta.
"Jadi ada yang harganya Rp10 juta, ada Rp8 juta, Rp5 juta, Rp6 juta sampai Rp2,5 juta. Tergantung bobot dan kualitas kambingnya," katanya.
Ia menambahkan, permintaan di salah satu kandang miliknya, Kandang Berkah Jaya, juga mengalami peningkatan karena adanya pemesanan sejak bulan-bulan sebelumnya.
"Alhamdulillah kalau di Kandang Berkah Jaya itu ada peningkatan, karena dari bulan-bulan sebelumnya sudah ada pesanan sampai sekarang ini," tuturnya.
Di akhir, Jaelani berharap usaha peternakan kambing yang dijalankannya dapat membantu masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban.
"Harapan saya sebagai peternak kambing, memberi kemudahan untuk orang yang melaksanakan ibadah haji dan untuk yang berkurban. Saya siap memfasilitasi dan menyalurkannya," tutupnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
| Pengawasan Ketat Pemotongan Hewan Kurban di Pontianak, 38 Personel Dikerahkan |
|
|---|
| Ladies Program APEKSI se-Kalimantan Angkat Pokok Telok sebagai Wadah Pelestarian Budaya |
|
|---|
| Komwil V APEKSI Kalimantan Tuai Pujian, Dinilai Paling Responsif dan Produktif Suarakan Isu Daerah |
|
|---|
| Siap Jadi Jantung Ekonomi Baru Kalbar, Ini Deretan Keunggulan Kabupaten Mempawah |
|
|---|
| Raker APEKSI Kalimantan 2026 Jadi Forum Strategis Perkuat Fiskal Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kubu-Raya-Sabtu-23-Mei-20261.jpg)