Sapi Kurban Dipastikan Sehat, Peternak Lakukan Cek Berulang Sebelum Pengiriman 

Peternak sapi lokal, Moh. Syafi’i (46), mengungkapkan bahwa perawatan sapi yang ia lakukan tetap seperti biasanya.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
JELANG IDUL ADHA - Peternak sapi lokal, Moh. Syafi’i (46),saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Jl Purnama Gang Purnama Sejahtera 1, Sabtu 23 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Ia menjelaskan, dari total 23 ekor sapi yang dipelihara, sebanyak 21 ekor telah terjual, sementara satu ekor masih tersisa. Dua ekor lainnya tidak dijual karena tidak memenuhi syarat untuk kurban.
  • Syafi’i juga menyebutkan variasi bobot sapi yang dijual, dengan berat tertinggi mencapai 350 kilogram dan yang paling ringan sekitar 220–230 kilogram.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peternak sapi lokal, Moh. Syafi’i (46), mengungkapkan bahwa perawatan sapi yang ia lakukan tetap seperti biasanya dengan pemberian pakan dan minum secara rutin.

"Kalau masalah perawatan di sini ya seperti biasa. Dikasih makan, kasih minum. Dalam sehari itu 3-4 kali rumputnya," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Jl Purnama Gang Purnama Sejahtera 1, Sabtu 23 Mei 2026.

Ia menjelaskan, dari total 23 ekor sapi yang dipelihara, sebanyak 21 ekor telah terjual, sementara satu ekor masih tersisa. Dua ekor lainnya tidak dijual karena tidak memenuhi syarat untuk kurban.

"Saat ini terjual 21 ekor yang sudah terjual. Sisa satu. Kita nyimpan di sini semuanya 23, cuman yang dua ini tidak layak buat kurban. Tidak layak buat kurban soalnya belum cukup umur," katanya.

Syafi’i juga menyebutkan variasi bobot sapi yang dijual, dengan berat tertinggi mencapai 350 kilogram dan yang paling ringan sekitar 220–230 kilogram.

"Ukuran terberat 350 yang ini. Timbang hidup-hidup terberat. Yang teringan ya 220-230 yang paling ringan," jelasnya.

Untuk harga, sapi kurban yang dijual berada pada kisaran Rp21,5 juta hingga Rp36 juta.

Baca juga: Pengawasan Ketat Pemotongan Hewan Kurban di Pontianak, 38 Personel Dikerahkan

"Untuk harga, kisaran dari harga 21.500 itu ke atas sampai ke 36 jutaan," ungkapnya.

Terkait kesehatan hewan, ia memastikan bahwa sapi-sapi yang dipelihara dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan adanya penyakit.

"Kalau sementara ini belum ada ini ditemukan nya penyakit. Soalnya sapi kami ini, sapi dah peliharaan udah lama. Barangkali dulunya itu mungkin udah pernah kena penyakit itu, cuman dah sembuh gitu. Sekarang tidak menjakit lagi gitu, tidak mengulang lagi," jelasnya.

Ia menambahkan, biasanya penjualan bisa mencapai 30 ekor, namun tahun ini mengalami penurunan.

"Ia menambahkan terkait penjualan biasanya saya sampai 30 ekor tapi ini tidak sampai. Berarti ada penurunan ya," ungkapnya. 

Untuk menjaga kesehatan ternak, ia juga memberikan tambahan pakan tradisional sebagai langkah pencegahan penyakit.

"Untuk antisipasi nya penyakit ke hewan berikan gula merah, telur, gula raya kampung. Yang pastinya hewan ini layak dan sehat untuk dikurbankan," katanya.

Sebelum sapi dikirim kepada pembeli, pihaknya juga melakukan pengecekan berulang untuk memastikan kondisi hewan tetap prima.

"Sebelum di antar ke pembeli kita pastikan cek berulang kali agar tidak mengalami kerugian pastinya," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved