Kalbar Sepekan
Kalbar Sepekan - Penyiraman Air Keras, Beruang Madu di Sinka Zoo, hingga Sindikat Kawin Kontrak
Baru-baru ini, sebanyak 7 orang terkait dengan adanya dugaan sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kalbar Sepekan - Penyiraman Air Keras, Beruang Madu di Sinka Zoo, hingga Sindikat Kawin Kontrak
Beragam peristiwa dan kejadian menarik mewarnai Kalimantan Barat (Kalbar) dalam kurun waktu sepekan terakhir sejak Minggu (9/6/2019) hingga Minggu (16/5/2019) di bulan Juni 2019 ini.
Informasi yang dirangkum dalam sepekan terakhir ini merupakan berita dengan tingkat keterbacaan yang tinggi dari pembaca tribunpontianak.co.id.
Informasi-informasi yang tak sekadar fakta peristiwa disekitar kita ini juga dapat dijadikan pelajaran dan perhatian semua pihak.
Berikut tribunpontianak.co.id merangkumnya:
1. 3 Ruko di Kawasan Pasar Inpres Sintang Terbakar, Sumber Api dari Lantai Tiga

Kebakaran hebat menghanguskan sekitar tiga bangunan rumah toko (ruko) yang berada di kawasan Pasar Inpres Sintang, Jalan Patimura, Kelurahan Tanjungpuri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Minggu (9/6/2019) pukul 01.15 dini hari.
Diketahui bahwa ruko berderetan dengan tiga lantai yang letaknya di pinggiran Sungai Kapuas ini merupakan bangunan lama dan masih digunakan untuk tempat usaha. Namun saat kejadian, diperkirakan dalam keadaan kosong.
Baca: Masyarakat Sintang Sambut Baik Rencana Penerimaan CPNS 2019
Baca: Hasil MotoGP Catalunya - Vinales Tunjukkan Gestur Marah Usai Crash Bersama Lorenzo-Dovizioso-Rossi
Baca: Waspada Banjir, Dewan Harap Petani Koordinasi dengan PPL
"Ada tiga ruko yang terbakar habis yaitu Rumah Makan Switi, Toko Sepeda Sinar Harapan, Bengkel Motor, dan sebagian Toko Bangunan Niaga di lantai tiganya," ujar Yudius, saat dikonfirmasi, Minggu (9/6/2019) pagi.
Menurutnya, berdasarkan laporan pertama dari warga di sekitar lokasi kebakaran bahwa api pertama terlihat dari lantai tiga Rumah Makan Switi. Namun dirinya menilai ini baru perkiraan dan belum dapat memastikannya. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>
2. Kapolres Sambas Beberkan Kronologis Ridho Tenggelam di Tempat Wisata Kolam Biru

Ridho, bocah berusia 15 tahun meninggal karena tenggelam di tempat wisata Kolam Biru Dusun Gemuruh, Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas, Jumat (7/6/2019) sekitar pukul 16.40 wib.
Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahids Putra menceritakan, korban bersama 7 orang temannya berangkat dari Kecamatan Jawai menggunakan 4 buah sepeda motor melalui penyeberangan Sungai Batang, Kecamatan Jawai menuju Dermaga Penjajab Kecamatan Pemangkat dan tiba sekira pukul 10.30 WIB.
Berangkat dari Dermaga Penjajab Kecamatam Pemangkat menuju Kota Singkawang tiba sekira pukul 11.00 WIB.
Kemudian sekira pukul 15.00 WIB korban bersama tujuh orang temannya berangkat menuju Kolam Biru Dusun Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas dan tiba sekira pukul 16.50 Wib. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>
3. Gagalkan Aksi Bunuh Diri Ibu dan Anak! 3 Warga & 9 Personel Polres Ketapang Dapat Penghargaan

Tiga warga Kelurahan Sampit Kecamatan Delta pawan, Hardiyanto (31), Laji (34), dan Farid Indra Kusuma (22) mendapat penghargaan dari Kapolres Ketapang.
Ketiganya turut membantu tugas kepolisian dalam menyelamatkan seorang ibu dan anaknya yang mencoba bunuh diri meloncat dari atas Jembatan Pawan 1, Jumat (7/6/2019).
Penghargaan diberikan langsung Kapolres Ketapang AKBP Yury Nurhidayat, S.IK., MH., saat apel pagi di halaman Mapolres Ketapang, Senin (10/6/2019).
Baca: Kapal Tug Boat Bawa Penumpang Kandas dan Alami Kebocoran di Perairan Ketapang
Baca: KSOP Ketapang Sebut Penumpang Kapal Tugboat Kapuas IV Petugas dari Beberapa Instansi
Penghargaan yang diberikan kepada tiga warga itu, menurut Yury merupakan sebuah apresiasi yang diberikannya terhadap warga yang membantu tugas Polres Ketapang dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap warga yang telah berpartisipasi membantu tugas kepolisian yang saya nilai perbuatan tersebut adalah sangat heroik karena mengabaikan keselamatan sendiri demi menyelamatkan orang lain,"ujarnya. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>
4. Cintanya Ditolak, Usman Tega Siram Anak Janda Idamannya Pakai Air Keras

Sungguh kejam kelakuan Usman (sapaan dugaan pelaku) warga Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kecamatan Sungai Raya, diduga karena cintanya ditolak.
Ia tega menyiramkan air keras ke anak wanita idamannya kala sang anak sedang terlelap tidur.
Kejadian ini terjadi di wilayah Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Senin (10/6/2019) sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin.
Baca: Bocah Korban Penyiraman Air Keras Masih Trauma
Baca: KPPAD Provinsi Kalbar Siap Berikan Pendampingan ke Bocah Korban Penyiraman Air Keras
Korban bernama Bintang (11) anak ketiga dari ibu Muryani.
Pelaku sendiri diketahui merupakan seorang lelaki yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, sedangkan Muryani merupakan seorang janda beranak 4.
Muryani mengaku bahwa Usman memang menaruh hati padanya dan sering mengungkapkan ingin memiliki hubungan yang lebih dari sorang teman dengan dirinya.
Namun Muryani menolak karena ia tahu Usman telah berkeluarga.BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>
5. Beruang Madu di Sinka Zoo Ramai Diperbincangkan, BKSDAKalbar Ungkap Fakta di Sinka Islands Park

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar dan BKSDA Seksi Wilayah III Singkawang bergerak cepat atas viralnya video beruang madu yang diduga di Sinka ZooSingkawang yang tampak kurus di media sosial.
“Setelah viral di media sosial, kemudian Kepala BKSDA Kalbar memberikan arahan ke kami, dan kami langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengecek beruang madu yang viral di media sosial,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala BKSDA Seksi Wilayah III Singkawang, Syamsi, Senin (10/6/2019).
Baca: Tim Kesehatan Kebun Binatang Sinka Zoo Beberkan Kondisi Beruang Madu yang Viral di Medsos
Baca: VIDEO: Rubi Hadi Saputra Sebut Beruang Madu Yang Kurus di Sinka Zoo Sehat
Hasil dari pengecekan sebanyak tujuh petugas dari BKSDA Seksi Wilayah III Singkawang yang langsung dipimpin Pelaksana Harian Kepala BKSDA Seksi Wilayah III Singkawang memang benar ditemukan beruang madu yang dalam kondisi kurus seperti di media sosial. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>
6. Polda Kalbar Bongkar Sindikat Kawin Kontrak, Enam Pria Satu Wanita

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat kembali membongkar jaringan perdagangan orang dengan modus kawin kontrak.
Sebelumnya, Remaja putri Pontianak inisial DW jadi korban dalam kasus ini mengalami nasib tragis selama di Tiongkok.
Ia kerap mendapat perlakuan kasar dari suaminya, bahkan DW sempat merasakan tidur di penjara Tiongkok.
Maret 2019 lalu, DW berhasil kembali ke kota kelahirannya Pontianak.
Baca: Fakta Terbaru Kawin Kontrak di Pontianak, 9 Orang Diamankan hingga Tempat Penampungan di Purnama
Baca: Detik-Detik Mafia Kawin Kontrak Terbongkar di Rumah Mewah Pontianak, Sang Mertua Coba Bohongi Polisi
Baru-baru ini, sebanyak 7 orang terkait dengan adanya dugaan sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak dengan warga negara asing (WNA).
“Sampai pagi ini, kita masih lakukan pemeriksaan, ada tujuh orang, enam pria, satu wanita, terkait kasus tersebut,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dikutip dari Kompas.com, Kamis (13/6/2019) pagi. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>
7. 12 Orang Digrebek Satpol PP Saat Ngamar di Kos-kosan Gang Kamboja

Sebanyak 12 orang diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak karena berada didalam kamar indekos.
Indekos yang digrebek oleh Satpol PP berada Jalan Tanjungpura, Gang Kamboja Baru. Kamis (13/6/2019).
Dari 12 orang tersebut terdapat tiga anak laki-laki dibawah umur yang kedapatan berkumpul bersama rekan-rekannya didalam sebuah kamar. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>
8. Bocah Asal Pontianak Tenggelam di Sungai Boyan, Warga Temukan Jenazah di Lubuk Buaya

Seorang bocah diketahui bernama Alif berusia satu tahun delapan bulan ditemukan tewas tenggelam di Lubuk Buaya, Jalan Boyan, Dusun Galaherang, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur.
Keluarga korban, Tri (25) menuturkan, kejadian berawal dari Alif dan kedua orangtuanya bersama kakaknya Syarifah Aura datang berkunjung ke rumah nya.
"Sekira pukul 09.30 pagi WIB, Alif dan kakaknya bersama orang tuanya masih beristirahat kerumah saya, namun tiba-tiba Yoga yang baru datang menyanyakan keberadaan Alif," tutur Tri kepada awak media, Sabtu (15/6/2019).
Baca: VIDEO: Detik-detik Evakuasi Korban Tenggelam dari Lubuk Buaya di Sungai Boyan Mempawah
Baca: Kepala Desa Sejegi Benarkan Ada Bocah Asal Pontianak Tenggelam di Sungai Boyan Mempawah
Baca: Polres Mempawah Akan Terus Selidiki Penyebab Tenggelamnya Bocah Asal Pontianak di Sungai Boyan
Tri menuturkan saat kejadian keluarga sekitar langsung heboh dikarenakan Alif yang tiba-tiba hilang, kemudian Tri langsung berpikir bahwa Alif jatuh di parit yang berada di depan rumah.
"Dalam pikiran saya pasti Alif jatuh di parit, saya langsung pergi ke parit melihat ada boneka yang dimainkan Alif tersangkut di pipa paralon," terangnya. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>
Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak: