Dua Gadis Sambas Jadi Korban Pencabulan, Berontak Saat Akan Disetubuhi di Pantai dan Kebun Sawit
Dua gadis yang masih di bawah umur, diduga menjadi korban pencabulan oleh dua pemuda di Sambas
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Agus Pujianto

"Kemudian masing-masing korban dibawa secara terpisah oleh para terlapor, di mana korban (ND) dibawa ke arah perkebunan sawit, sementara korban satunya (AL) dibawa di daerah tepian pantai," jelasnya.
Baca: Calon Komisioner KPU Incumbent Dinilai Punya Peluang Sama
Baca: Stok Telur Melimpah, Tapi Harganya di Pasaran Malah Mahal
Baca: Komunitas Kreasi Sungai Putat Raih Penghargaan, Syamhudi: Pengargaan itu Membuat Kami Berbenah
Di dua lokasi yang berbeda itulah kedua tersangka melakukan aksinya dengan menggerayangi tubuh korban dan berusaha melakukan tindakan persetubuhan.
"Korban (AL) dibawa ke arah pantai. Saat hendak disetubuhi korban berhasil memberontak dan melarikan diri. Lalu kemudian meminta pertolongan kepada kepada warga," terangnya.
"Kemudian korban kedua (ND) dibawa ke arah perkebunan sawit, korban juga memberontak dan mengancam kepada pelaku agar menghentikan perbuatannya, dan akan melaporkan ke polisi," pungkasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus tersebut.
Karena dari informasi yang di dapatkan oleh Polisi pelakunya lebih dari dua orang.
"Kita masih terus mengembangkan kasus ini, saksi, terlapor, dan korban masih kita tanyai, karena rombongannya ramai,” ujarnya.
“Jadi kita akan cari tahu siapa lagi yang terlibat, tidak menutup kemungkinan bisa saja tersangka dan pelakunya bertambah," tutup Kapolsek.
Baca: Asus Perkenalkan PC Gaming Terbaru yang Diklaim Paling Kencang, ROG Strix GL12
Baca: Sepasang Gading Gajah Purba Berumur 1,5 Juta Tahun Ditemukan di Majalengka
Baca: Komunitas Kreasi Sungai Putat Raih Penghargaan, Syamhudi: Pengargaan itu Membuat Kami Berbenah
Wakil Bupati Prihatin
Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah mengatakan dirinya sangat prihatin lantaran kasus pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur kerap terjadi di Kabupaten Sambas.
"Saya sangat prihatin terhadap apa yang di alami oleh korban. Semoga pelakunya segera di tangkap, dan sebaiknya juga menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," ujarnya, Senin (10/12/2018).
Lebih lanjut ia mengatakan, dikarenakan sering terjadinya kasus-kasus sedemikian itu dengan anak-anak di bawah umur ia meminta agar orang tua bisa mengawasi anaknya lebih ketat lagi.
"Selanjutnya bagi orangtua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya, untuk mengenal siapa teman atau orang terdekat yang di kenal sebagai teman sekolah maupun teman diluar sekolah," tuturnya.
"Selain itu juga, tempat-tempat yang rawan atau objek wisata di malam hari untuk tidak beoperasional lagi, dan kepedulian masyarakat di wilayah tersebut di tingkatkan," tambahnya.
Baca: LIVE BOLA Streaming Galatasaray Vs FC Porto dan Schalke Vs Lokomotiv Moskow, UCL Jam 00.55 WIB
Baca: 2 Tim Besar Eropa Dipastikan Tersingkir dari Liga Champions Dini Hari Nanti
Baca: Pertamina Klaim Tak Pernah Kurangi Pasokan LPG 3 Kg ke Kayong Utara
Ia juga mengingatkan agar nantinya para anak-anak terutama pemuda dan remaja agar memiliki perilaku yang baik, dan tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.
"Seharusnya para remaja mempunyai prilaku yang baik. Tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain dan diri sendiri,” kata Hairiah.
“Karena pasal pemerkosaan ancaman nya maksimal 12 tahun dan juga jika korbannya anak-anak maksimal 15 tahun," tukasnya. (*)
Tonton dan Subscribe Youtube Channe Video Tribun Pontianak: