Calon Komisioner KPU Incumbent Dinilai Punya Peluang Sama
Ketua Kajian dan Advokasi Masyarakat Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Maryadi Sirat menilai, terkait dengan peluang incumbent
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Kajian dan Advokasi Masyarakat Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Maryadi Sirat menilai, terkait dengan peluang incumbent yang kembali mengikuti seleksi calon komisioner KPU.
Baik di Kabupaten Kubu Raya maupun Kabupaten Sanggau yang sudah masuk 10 besar, menurutnya baik inkamben maupun non incumbent mempunyai peluang yang sama untuk menjadi komisioner KPU.
"Karena pada dasarnya penilaian seleksi calon komisioner KPU itu dari berbagai macam komponen bukan cuma berdasarkan pengalaman saja, akan tetapi ada komponen lain, seperti integritas, kapasitas, netralitas dan lain sebagainya," katanya, Selasa (11/12/2018).
Baca: Kembangkan Teknologi Kecerdasan Buatan, OPPO Investasikan Rp 21 Trilyun
Baca: Martinus Sumarto Optimis Bakal Lolos Kembali Jadi Komisioner KPU Sanggau
Dasarnya, kata dia, memiliki pengalaman kepemiluan itu penting juga dan bisa menjadi bahan pertimbangan juga dan mungkin itu yang menjadi poin plus nya.
"Akan tetapi komponen-komponen penilain itu kan tidak itu saja. Karena Banyak komponen penilaian yang menjadi bahan pertimbangan lolos atau tidaknya menjadi komisioner," ujarnya.
Mengingat 2019, lanjutnya, akan menghadapi pileg dan pilpres secara serentak, PR besar yang harus di selesaikan dengan baik, maka di pandang perlu menurut saya netralitas, intagritas serta kredibilitas menjadi poin penting dalam komponen penilaian.
Dimana, menurut Yadi, komisioner yang nantinya di nyatakan lolos seleksi akan masuk di pertengahan tahapan pemilu yang ada.
"Maka konteks nya adalah komisioner yang lolos dan resmi di nyatakan sebagai komisioner memang benar benar siap sehingga ketika di hadapkan dengan pemilu serentak 2019 tidak kelabakan, apalagi ini merupakan pertama kali pileg dan pilpres diselebggarakan secara srentak pertama kali di Indonesia," tutupnya.