Stok Telur Melimpah, Tapi Harganya di Pasaran Malah Mahal  

peternak mengeluhkan harga pakan terutama jagung yang sangat tinggi. Akibatnya, saat ini peternak tidak mau membuat pakan sendiri.

Stok Telur Melimpah, Tapi Harganya di Pasaran Malah Mahal  
TRIBUNPONTIANAK/NINA SORAYA
Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Abdul Manaf, memberikan penjelasan kondisi stok pangan jelang Natal dan Tahun Baru saat rakor bersama instansi terkait, Selasa (11/12/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Meski stok pangan khususnya daging ayam dan telur cukup, namun konsumen mengeluhkan terjadi kenaikan pada harga telur ayam.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Abdul Manaf, menjelaskan tak ada masalah dengan stok telur ayam. Bahkan saat ini jumlah telur ayam mencapai 3,5 juta ton.

“Bisa dibilang kita swasembada telur. Dalam sehari produksinya kata peternak bisa mencapai 110 ton,” paparnya saat Rakor Pengamanan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Pada HKBN 2018 dan Tahun Baru 2019 Provinsi Kalbar, di Aula Kantor Bank Indonesia Kalbar, Selasa (11/12/2018).

Baca: Jelang Natal, Dinas Pangan Pastikan Stok Sembako Aman

Baca: Pertamina Klaim Tak Pernah Kurangi Pasokan LPG 3 Kg ke Kayong Utara

Hanya saja, lanjut Manaf, peternak mengeluhkan harga pakan terutama jagung yang sangat tinggi. Akibatnya, saat ini peternak tidak mau membuat pakan sendiri, jadi lebih memilih membeli pakan yang sudah jadi.

“Setiap ada pertemuan,permintaan mereka (peternak) cuma dua. Yang pertama kemudahan mendapat jagung dan harga yang murah. Kedua jangan sampai terkena flu burung,” ujarnya.

Terkait jagung, ia pun mengakui keluhan peternak. Tak hanya soal harga, bahan stoknya pun sulit. Bahkan ia menyanyangkan komentar pihak-pihak di daerah yang menyatakan memiliki stok jagung hingga ribuan ton.

“Peternak telpon saya, benar tidak ada stok jagung sampai 6 ribu ton. Jadi mereka dapat berita ini di koran. Mereka minta saya cari tahu bisa tidak jagung itu mereka saja yang beli semua untuk kebutuhan pakan. Tapi sampai hariini, daerah yang berkomentar tersebut tidak juga bisa menyebutkan lokasi stok jagung yang berlimpah itu ada dimana. Jadi, saya mohon kabupaten kota jangan asal statement, jangan sampai di bawah pemerintah malah dipertanyakan,” ungkapnya.

Seorang konsumen, Nova, menyebutkan saat ini harga telur ayam memang beranjak naik. Misalkan saja untuk telur ayam ukuran kecil yang biasanya Rp 1.200 per butir sekarang dihargai Rp 1.500.

“Mungkin karena mau Natal, jadi orang butuh banyak telur untuk membuat kue. Tapi semoga kenaikan ini tidak lama-lama. Untuk stok, saya lihat tetap banyak. Hanya saja dari sisi harga ada kenaikan,” katanya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved