Ia menjelaskan bahwa program fellowship ini diberikan kepada dokter spesialis jantung, untuk peningkatan kapasitas.
Faisal juga mendorong agar seluruh kabupaten/kota di Kalbar terus aktif dalam mengusulkan WBTb baru di tahun-tahun mendatang.
Sementara pada tahap akhir, In Service 2, peserta mempresentasikan praktik baik yang telah mereka terapkan.
Kalimantan Barat menjadi daerah yang strategis untuk menggelar kegiatan ini karena menghadapi tantangan kerusakan lingkungan yang cukup signifikan.
“Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut, karena memberikan manfaat nyata bagi kader PKK dan masyarakat,” ujar salah satu peserta.
Lebih lanjut, Suherdiyanto menekankan bahwa kesejahteraan guru merupakan pondasi utama peningkatan mutu pendidikan.
Keduanya yakin, komika lokal di Pontianak punya potensi untuk dapat ikut memeriahkan event di kancah nasional, seperti Stand Up Fest, atau Jambore.
Bahkan, Kemenpora memberikan ruang bagi Kadiaporapar Kalbar untuk mempromosikan langsung program ini ke seluruh Dispora se-Indonesia.
Para penerima beasiswa tak hanya mendapatkan uang pendidikan Rp1 juta, tetapi juga akses premium Qara’a untuk melanjutkan perjalanan
SMKN 1 Marau di Desa Suka Karya dan SMPN 5 SATAP Marau di Desa Belaban menjadi dua sekolah yang tahun ini menerima bantuan CSR
“Kalau berangkat dari Pontianak jam 3 sore, biasanya tiba di Palangkaraya sekitar jam 5 atau 6 sore keesokan harinya,” jelas Bukhari.
Ia menambahkan, layanan ini dioperasikan setiap hari dengan kapasitas maksimal 34 kursi kelas eksekutif.
Melalui program ini, diharapkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga di Desa Pal IX dan sekitarnya dapat semakin meningkat.
Melalui lembar kerja yang bertahap, setiap siswa dapat belajar sesuai kecepatan dan kemampuannya sendiri.
Suasana semakin semarak dengan beragam persembahan seni seperti tarian daerah, tundang, pertunjukan olahraga karate dan taekwondo.
Ia menyoroti pentingnya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan penyakit infeksi menular yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Sementara itu, Prof. Dr. Imam Suprayogo menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Sidaq juga menyalurkan distribusi akbar paket sembako ke empat pondok pesantren.
APPSI akan berperan sebagai wadah sinergi nasional antardaerah dan jembatan komunikasi efektif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
di era yang serba digital saat ini, ide dan inovasi bukan hanya sekadar pemikiran,tetapi merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi tinggi.