MIN 1 Pontianak Kenalkan Budaya dan Kuliner Tradisional Sejak Dini

Suasana semakin semarak dengan beragam persembahan seni seperti tarian daerah, tundang, pertunjukan olahraga karate dan taekwondo.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
STAND KULINER - Kakanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis,didampingi Kepala Kemenag Kota Ruslan, dan Heri Hamdani selaku Kepala MIN 1 Pontianak berkeliling mengunjungi seluruh stand kuliner tradisional siswa MIN 1 Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Momentum peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-254 Kota Pontianak tahun 2025 menjadi ajang berharga bagi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pontianak untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya dan kuliner tradisional kepada siswa sejak dini.

Rangkaian kegiatan digelar sejak 22 Oktober dengan beragam lomba, dan ditutup dengan pentas seni serta pertunjukan bakat siswa di halaman sekolah pada Jumat 24 Oktober 2025.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, Kepala Kemenag Kota Pontianak Ruslan, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran Kakanwil Kemenag disambut antusias oleh para siswa melalui penampilan drumband. 

Suasana semakin semarak dengan beragam persembahan seni seperti tarian daerah, tundang, pertunjukan olahraga karate dan taekwondo.

Renjena, Inovasi Masak Rendang Jengkol Ala Siswa TKJ SMKN 4 Pontianak

Menariknya, para siswa dan guru tampak kompak mengenakan busana adat daerah, mulai dari baju kurung hingga pakaian tradisional khas Nusantara. 

Sementara itu, berbagai kue tradisional turut dipamerkan oleh siswa dari setiap kelas dalam stand kuliner nusantara.

Deretan kue seperti bingke, serabi, klepon, doko-doko, getol, ongol-ongol, nagasari, talam ubi, lemper, patlau, batang burok, hingga lupis, disajikan dengan tampilan menarik dan menggugah selera.

Didampingi Kepala Kemenag Kota Ruslan, dan Heri Hamdani selaku Kepala MIN 1 Pontianak, Kakanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, tampak berkeliling mengunjungi seluruh stand, berbincang langsung dengan siswa tentang berbagai jenis kue yang mereka pamerkan, bahkan mencicipi beberapa di antaranya.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Madrasah dan dewan guru. Momentum peringatan Hari Santri dan HUT Kota Pontianak ini dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan keterampilan dan bakat siswa, sekaligus memperkenalkan budaya serta kuliner tradisional sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata bagaimana madrasah tidak hanya berfokus pada pendidikan agama dan pengetahuan umum, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter dan pelestarian budaya lokal.

“Anak-anak perlu tahu bahwa kita sangat kaya dengan produk lokal. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga bisa mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Saya berharap anak-anak lebih akrab dengan makanan tradisional yang alami, bukan produk pabrikan,” tambahnya.

Muhajirin juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mensukseskan acara ini. 

“Saya sampaikan terima kasih kepada Kepala Madrasah, dewan guru, pembina, serta Kemenag Kota Pontianak yang terus memberikan bimbingan dan pembinaan kepada madrasah-madrasah di wilayah ini,” tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved