Operator SPBU di Landak: Kami Layani Masyarakat Sesuai Arahan Pertamina
"Kalau ada yang bilang kita layani bos Peti, mana lah kita tahu orang itu Bos Peti atau apa, intinya kalau orang isi BBM mobil ada barcode
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Saat di konfirmasi kepada petugas operator SPBU Pal X yang berada di desa Amboyo Kecamatan Ngabang ini menuturkan kalau pihaknya melayani masyarakat selaku konsumen sesuai arahan dan petunjuk dari Pertamina.
- Pemuda ini pun membantah kalau pihaknya melayani para cukong yang membeli untuk aktifitas Penambah Emas Tanpa Ijin (Peti), karena ia merasa melayani pembelian BBM sesuai ketentuan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 64.793.05 di kecamatan Ngabang ini membantah adanya informasi terkait telah yang melakukan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk aktifitas ilegal.
Dalam video yang berdurasi beberapa detik yang di peroleh Tribun Pontianak tersebut, justru terpantau pelayanan di SPBU ini normal seperti biasanya, petugas operator meminta barcode My Pertamina kepada pengendara mobil, kemudian mencocokan barcode dengan nomor polisi yang tertera.
Saat di konfirmasi kepada petugas operator SPBU Pal X yang berada di desa Amboyo Kecamatan Ngabang ini menuturkan kalau pihaknya melayani masyarakat selaku konsumen sesuai arahan dan petunjuk dari Pertamina.
"Kalau mobil yang mau isi pertalite pakai barcode, sesuai arahan Pertamina, semua aturan ini udah berlaku," ujar operator yang di ketahui bernama Mawan saat di konfirmasi pada Kamis 15 Januari 2026 siang.
• BNPP RI Berikan Bantuan pada Pemerintah Kabupaten Landak
Pemuda ini pun membantah kalau pihaknya melayani para cukong yang membeli untuk aktifitas Penambah Emas Tanpa Ijin (Peti), karena ia merasa melayani pembelian BBM sesuai ketentuan.
"Kalau ada yang bilang kita layani bos Peti, mana lah kita tahu orang itu Bos Peti atau apa, intinya kalau orang isi BBM mobil ada barcode dan bayar tentu kita layani," katanya.
Dikatakannya lagi, " SPBU ini berada di jalur lintas antar kabupaten, ada yang dari arah sanggau, Bengkayang, Mempawah atau Pontianak, jadi banyak kendaraan yang singgah, makanya cepat habis," jelasnya.
Ia juga mengatakan pihaknya bekerja juga di awasi, bukan hanya ada masyarakat dan aparat, bahkan ada dari Pertamina serta manajemen SPBU.
Seperti diketahui beredar adanya informasi kalau SPBU 64.793.05 di desa Amboyo Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak ini dituding menjual BBM bersubsidi untuk aktifitas Peti dengan modus mengisi jerigen dan tangki kendaraan yang sudah dimodifikasi. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Mahasiswa dan SP PLN Bahas Masa Depan Energi Nasional dan Kedaulatan Kelistrikan Daerah |
|
|---|
| PGRI Kalbar Perkuat Kepemimpinan Kepala Sekolah Demi Wujudkan Pendidikan Berkualitas |
|
|---|
| Kapal Pengangkut BBM Alami Insiden di IT Pontianak, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Tetap Aman |
|
|---|
| Sapi Kurban Lepas dan Ngamuk Masuk Warung Kopi di Mempawah, Pengunjung Panik Berhamburan |
|
|---|
| Budidaya Lele Sangkuriang Jadi Harapan Baru Ekonomi Warga di Sekitar Hutan Desa Teluk Bakung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Petugas-operator-234r3w.jpg)