Wujudkan Konsep New Posyandu Bidang Perumahan Rakyat, Windy Pantau Rumah Warga Program RTLH

Dilokasi rumah juga terdampak air pasang, sehingga untuk menuju ke lokasi rumah tersebut, Windy bersama Tim harus berjalan kaki melewati genangan air.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pj Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari simbolis menempel stiker RTLH ditiga rumah warga Sejegi Mempawah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen penuh untuk mendukung suplay data untuk Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat di Kalbar.

Komitmen itu dibuktikan oleh Penjabat Ketua TP PKK Kalbar, Windy Prihastari yang turun langsung bersama dengan Kepala Dinas Perkim Kalbar Yosafat Triadhi Andjioe untuk menyalurkan bantuan sembako, dan sekaligus melihat langsung tiga rumah warga yang masuk dalam program  Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Dinas Perkim Provinsi Kalbar, yang berlokasi di Jalan Lubuk Batang, Dusub Galaherang, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur.

Ini juga merupakan tindaklanjut dari Rapat Koordinasi (Rakor) bersama antara Dinas Perkim Kalbar bersama Tim Penggerak PKK dari 12 Kabupaten Kota di Kalbar, terkait dalam kolaborasi untuk pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kalimantan Barat, bertempat di Hotel Alimore Kubu Raya, Selasa 3 Desember 2024.

Selain itu, kolaborasi  ini merupakan tindak lanjut dari Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan New Posyandu, khususnya di bidang Perumahan Rakyat (PU). 

Saat meninjau tiga rumah yang tengah proses bangun itu,  Pj Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari juga sekaligus secara simbolis menempel stiker RTLH ditiga rumah warga Sejegi Mempawah.

Dilokasi rumah juga terdampak air pasang, sehingga untuk menuju ke lokasi rumah tersebut, Windy bersama Tim harus berjalan kaki melewati genangan air. 

Windy juga turut mengucapkan terima kasih  kepada Pj Bupati Mempawah dan Pj Ketua PKK Mempawah, dan Kadis Perkim Kalbar, yang  telah memfasilitasi dan mengajak TP PKK Kalbar untuk berkolaborasi, dalam rangka ketersedian data RTLH untuk bantuan dan  menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem.

“Kita tau sekarang tingkat kemiskinan ekstrem sekarang masih di posisi 0,54 yang kita harapkan tahun 2025 targetnya adalah 0,”harap Windy.

Dijelaskan Windy, hari ini TP PKK hadir  sebagai salah satu aksi nyata untuk mengimplementasikan mandat Mendagri tabg tertuang dalam Permendagri Nomor 13 tahun 2024 tentang New Posyandu.

Baca juga: Sukseskan Program Asta Cita Presiden, Windy Ajak PKK se-Kalbar Masifkan Program Makan Sehat Bergizi

Seperti diketahui bahwa Konsep New Posyandu ada 6 (enam) aspek Standar Pelayanan Minimal (SPM) diantaranya, kesehatan, Sosial, Pendidikan, Perumahan Rakyat (PU), Trantibum Linmas.

“Dari kemarin kita sudah mencoba membuat konsep pelaksananya di Kalbar mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, kemudian dari bidang perumahan rakyat sudah dimulai pada acara kemarin. Dan Pak Kadis Perkim juga sudah mengumpulkan data. Bidang sosial juga sudah kita laksanakan. Dan hari ini kita turun bersama untuk mengimplementasikan secara langsung konsep New Posyandu dibidang PU,”ujarnya.

Windy juga berharap seluruh TP PKK kabupaten kota se-Kalbar mempunyai persepsi yang sama untuk melakukan aksi nyata dalam mengimplementasi New  Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 tahun 2024. 

“Kolaborasi yang disampaikan oleh Pak Kadis mengajak PKK sebagai Garda terdepan untuk satu data dalam memberikan bantuan khususnya RTLH, yang kedepan ada kemungkinan untuk setiap bantuan langsung dari PKK desa yang sangat tau kondisi warga setempat,”ujarnya.

Ditempat yang sama, Kadis Perkim Provinsi Kalbar, Yosafat Triadhi Andijoe menyampaikan lewat kolaborasi ini pihaknya tentu sangat terbantu.

“Kerjasama ini atas usulan PKK provinsi, dan Anggota PKK ini terus bergerak untuk menentukan mana sasaran yang akan kami bantu. Selama ini kan kami masih mencari-cari, sekarang sudah jelas, lewat data yang ada. Tahun ini kami mulain mencoba untuk menyasar warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem, yang dibantu oleh PKK. Sehingga kita tidak perlu cari lagi, dan  datanya sudah di Suplai oleh bantuan Ibu-Ibu di PKK,”jelasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved