Casis Bintara Meninggal

Keluarga Almarhum SD Legowo, Akui Hasil Penyelidikan Polres Sintang Sudah Maksimal

Menurut Khairil, jajaran Polres Sintang telah bekerja maksimal untuk mengungkap misteri kematian SD. Pihak keluarga merasa puas dengan hasil penyelidi

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Keluarga besar almarhum SD, Casis Bintara Polri yang ditemukan meninggal dunia di lanting pada September tahun lalu menyampaikan terima kasih kepada Polres Sintang yang telah bekerja keras mengungkap penyebab kematian SD. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Keluarga besar almarhum SD, Casis Bintara Polri yang ditemukan meninggal dunia di lanting pada September tahun lalu menyampaikan terima kasih kepada Polres Sintang yang telah bekerja keras mengungkap penyebab kematian SD.

Pihak keluarga mengaku legowo dan ikhlas atas meninggalnya SD akibat zat berbahaya dari luar tubuh berdasarkan hasil otopsi.

"Secara keseluruhan kami legowo, membuka hati, kami ikhlas atas kepergian almarhum," kata Khairil Anwar, perwakilan keluarga almarhum SD di Mapolres Sintang, Kamis 18 Januari 2024.

Menurut Khairil, jajaran Polres Sintang telah bekerja maksimal untuk mengungkap misteri kematian SD. Pihak keluarga merasa puas dengan hasil penyelidikan Satreskrim Polres Sintang.

Fakta Baru, Sebelum Ditemukan Meninggal Casis Bintara Polri Terekam CCTV Beli Racun Rumput

Keluarga besar almarhum SD terkait hasil aotuopsi dan penyelidikan polres Sintang terhadap kematian. "Kami sangat puas dengan hasil penyelidikan," jelasnya.

Oleh sebab itu, keluarga besar almarhum SD menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Polres Sintang atas kerja keras mengungkap sebab kematian SD.

"Kami atas nama keluarga besar sudah menerima dan mengiklaskan dan meyakini ini sudah maksimal dari polres. Kami atas nama keluarga memohon maaf apabila selama hidup almarhum banyak salah kata tindakan. Kami mohon agar dimaafkan selama dididik menjadi calon Siswa di sini mungkin ada tingkah laku yang kurang berkenan," ujar Khairil.

Fakta-fakta Kematian Casis

Teka-teki kematian SD, Calon Siswa Bintara Polri asal Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat perlahan terungkap.

Berdasarkan penyelidikan Satreskrim Polres Sintang terhadap sejumlah saksi, terungkap jika SD terekam CCTV pergi ke toko pertanian untuk membeli racun rumput.

Satreskrim Polres Sintang juga telah membuat timeline aktivitas SD dari pagi hingga ditemukan meninggal dunia di Lanting yang berada di pinggir Sungai Melawi jalan Teuku Umar, Desa Baning, pada Selasa 5 September 2023 tahun lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan visum, tidak ditemukan adanya bekas penganiyaan. Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri, penyebab kematian SD akibat masuknya zat berbahaya dari luar tubuh.

Hingga saat ini, tim Forensik dan laboratorium belum dapat mengidentifikasi jenis zat berbahaya yang menyebabkan SD meninggal dunia.

Namun, akibat zat berbahaya dari luar yang masuk ke tubuh melalui saluran cerna, menyebabkan erosi dan pendarahan lambung, pembengkakan pada otak dan organ dalam sehingga menyebabkan mati lemas.

Akibat dari masuknya zat berbahaya ini korban mengalami kesulitan bernafas yang menyebabkan kematian.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved