Langganan Banjir Rob dan Abrasi, BPBD Kalbar Turunkan Tim Kaji Cepat ke Desa Sebatuan Sambas

Berdasarkan hasil pengkajian di lokasi Desa Sebatuan Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas. Daniel menyampaikan diremukab beberapa hal, diantaranya bah

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/BPBD KALBAR
Tim Kaji Cepat BPBD Provinsi Kalbar saat turun langsung meninjau Desa Sebatuan Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas, dalam rangka Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana di Kabupaten Sambas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - BPBD Provinsi Kalimantan Barat menurunkan Tim Kaji Cepat di Desa Sebatuan Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas, dalam rangka Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana di Kabupaten Sambas.

Ketua SatgasInformasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel menyampaikan kegiatan pengkajian kebutuhan pasca bencana ini berfokus pada Bencana Banjir ROB dan Abrasi pantai yang terjadi di Desa Sebatuan yang terletak di Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas.

Adapun Tim yang diutus BPBD Provinsi yakni Lumumba Sianturi, Supriyono, Herculanus, Yonathan Boy.

Daniel menyampaikan bahwa kejadian Banjir Rob dan Abrasi Pantai di Desa Sebatuan ini telah terjadi berulang pada saat musim banjir rob melanda Desa Sebatuan.

Berdasarkan hasil pengkajian di lokasi Desa Sebatuan Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas. Daniel menyampaikan diremukab beberapa hal, diantaranya bahwa Desa Sebatuan yang terletak di Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas menjadi langganan bencana banjir ROB apabila musim banjir ROB dan cuaca yang tidak menentu melanda Desa Sebatuan.

39,79 Persen Masyarakat Kalbar Masih Mengkonsumsi Air Hujan, Lantas Bagaimana Dengan Kesehatan ?

“Disamping itu, banjir ROB ini juga mengakibatkan abrasi pada bibir pantai Desa Sebatuan dan menggerus beberapa titik poros jalan utama di kawasan Desa Sebatuan Kecamatan Pemangkat,” ujar Daniel, Kamis 2 November 2023.

Berdasarkan pemantauan lapangan, Daniel mengatakan lokasi Desa Sebatuan Kecamatan Pemangkat berada di wilayah pesisir pantai utara Kalimantan Barat dengan kontur pantai yang berlumpur.

Namun uniknya, Daniel menyampaikan bahwa Desa Sebatuan merupakan salah satu Desa Percontohan untuk sektor perikanan tambak. Dimana, di Desa Sebatuan terdapat banyak tambak yang dikelola oleh masyarakat setempat maupun dikelola oleh Pemerintah Daerah.

“Potensi perikanan tambak di desa Sebatuan ini juga dinilai sangat baik sehingga sangat banyak penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan penambak,” jelas Daniel.

Desa Sebatuan juga menjadi satu diantara kawasan Kampung Perikanan Budidaya yang diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Jadi budidaya ikan bandeng di tambak Desa Sebatuan tersebut telah diusulkan oleh Pemda Sambas pada tahun 2021, melalui Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPPKH) dan ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ujarnya.

Kampung Perikanan Budidaya, bertujuan untuk menciptakan sentra komoditas, yang saling berintegrasi dan bersinergi dengan potensi lainnya, guna mendorong perkembangan budidaya perikanan yang mandiri dan berkelanjutan.

Program Kampung Budidaya Perikanan oleh KKP ini juga selaras dengan program OVOP (One Village One Product) yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sambas, yang merupakan upaya pemerintah dalam membangun kemandirian petambak bandeng di kawasan pesisir.

“Jadi memang KKP dan Pemerintah Daerah berupaya mendukung petambak bandeng tradisional dengan program Kampung Perikanan Budidaya, dengan harapan bisa memberikan multiplayer effect yang besar ke depan. Bukan hanya dari sisi peningkatan hasil produksi, tapi juga tenaga kerja,” jelas Daniel.

Daniel menyampaiman dengan seringnya terjadi Banjir ROB di Desa Sebatuan, maka potensi kerugian ekonomi akibat Banjir ini sangat besar dan sangat mengganggu mata pencaharian penduduk di Desa Sebatuan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved