Konsumsi Air Hujan

39,79 Persen Masyarakat Kalbar Masih Mengkonsumsi Air Hujan, Lantas Bagaimana Dengan Kesehatan ?

“Biasanya yang membuat rongga mulut asam adalah sisa dari karbohidrat, glukosa yang tertinggal didalam mulut. Maka dari itu kita harus rajin sikat gig

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN/SID
Ilustrasi. Tempayans sebagai penampungan air hujan bagi masyarakat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPS terkait Distribusi persentase Rumah Tangga menurut kabupaten kota, untuk sumber air minum di tahun 2022 sebanyak 39,79 persen masyarakat Kalbar menggunakan air hujan dan air kemasan 24,54 persen.

Lantas dengan sumber air minum yang berasal dari air hujan maupun air kemasan itu apakah baik untuk kesehatan, khsusunya untuk kesehatan mulut dan gigi.

Terkait hal tersebut, Dokter Gigi di Kalimantan Barat, yakni drg Hary Agung Tjahyadi, M.Kes menjelaskan bahwa gigi itu sensitif terhadap asam. Maka dari itu, diusahakan rongga mulut itu dalam kondisi basah.

“Biasanya yang membuat rongga mulut asam adalah sisa dari karbohidrat, glukosa yang tertinggal didalam mulut. Maka dari itu kita harus rajin sikat gigi 2-3 kali sehari saat bangun dan sebelum tidur,”ujar Hary kepada Tribun Pontianak, Kamis 2 November 2023.

Hary menjelaskan pada umumnya, air hujan tidak mengandung fluorida. Dikatakannya, mineral pada fluoride inilah yang berfungsi memberikan mineral pada gigi.

Hal itulah yang membuat gigi menjadi kokoh, begitupun sebaliknya, tanpa mineral fluoride maka gigi akan menjadi rapuh atau mudah goyang.

BREAKING NEWS - Warga Kalbar Masih Andalkan Air Hujan untuk Konsumsi

“Nah di air hujan ini tidak memiliki kandungan fluorida. Sebenarnya air hujan tidak punya kemanfaatan lebih dalam hal untuk kesehatan gigi dan mulut,” jelasnya.

Lantas apakah kemudian fluorida itu bisa diganti dengan jenis makanan lainnya, Hary menjawab tentunya bisa diganti dengan jenis makanan.

“Jadi sebenarnya yang penting bagi gigi adalah terpenuhinya asupan makanan bergizi, termasuk makanan yang mengandung fluorida dan kalsium. Karena gigi juga bagian dari tulang. Nah untuk mendapatkan kandungan ini, misalnya untuk kebutuhan kalsium, kalau di hewani ini bisa mengkonsumsi ikan dan lainnya,”ujarnya.

Selain itu, pada intinya adalah terpenuhinya zat makanan bergizi pada pertumbuhan anak. Namun, kalau ada air yang tersedia yang memenuhi kandungan fluorida dan kalsium. Hary mengatakan untuk silahkan dipakai atau dikomsumsi.

Namun, dikatakannya bahwa sebelumnya pernah ada penelitian di tahun 90-an, yang menyatakan bahwa air di Kalbar tidak mengandung fluorida, bukan hanya air hujan tapi juga air tanah dan sungai, yang memang tidak mengandung fluorida yang cukup secara kesehatan.

“Tapi ini bisa diganti dengan jenis makanan yang mengandung fluorida dan kalsium,” ucapnya.

Disamping itu supaya rongga mulut gigi tidak asam bisa dengan cara melakukan sikat gigi teratur. Benar caranya, dan teratur waktunya.

“Waktu gosok gigi ini, bisa dilakukan setelah sarapan pagi dan menjelang waktu tidur. Kenapa sangat penting sikat gigi menjelang waktu tidur, karena ketika tidur ludah kita atau salifa yang berfungsi membersihkan mulut tidak berproduksi. Karena itu suasananya menjadi basah, apalagi zat makanan yang ditinggal mengandung karbohidrat bisa menjadi gula, sehingga menjadi asam. Inilah yang kemudian mulai merusak dengan deminirelasisasi. Jadi mineral didinding gigi hilang, karena suasana asam tersebut,”pungkasnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved