Semburan Lumpur di Mempawah

BPBD Kalbar Sebut Semburan Lumpur di Ponpes Nurul Alamiyah Wajok Hilir Bukan yang Pertama Kalinya

Daniel menyampaikan bahwa awal terjadi semburan ini bermula dari aktivitas pembuatan sumur bor oleh pihak Ponpes, dalam rangka mereka mencari sumber a

|
Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
YouTube Tribun Pontianak
Fakta Semburan Lumpur di Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, Terungkap Penyebab Kejadian Serupa Lapindo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terjadi semburan lumpur di kompleks Pondok Pesantren Nurul Alamiyah Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah pada pukul 13.30 Wib, Senin 8 Mei 2023.

Ketua Satgas Informasi Bencana Provinsi Kalbar, Daniel menyampaikan bahwa informasi terbaru yang diterima oleh BPBD Provinsi pada pukul 07.00 WIB, dari pihak Pondok Pesantren Nurul Alamyah mengatakan masih ada semburan lumpur dalam skala kecil yang keluar di area tersebut.

“Kita telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mempawah untuk hari ini terus melakukan monitoring di lokasi, apabila semburan ini semakin besar dan meluas sehingga tidak terkendali. Maka kita akan melakukan penyelamatan dan evakuasi terutama kepada kurang lebih 400 orang santri yang tinggal di pondok pesantren ini,”ujarnya kepada awak media, Selasa 9 Mei 2023.

Daniel menyampaikan bahwa awal terjadi semburan ini bermula dari aktivitas pembuatan sumur bor oleh pihak Ponpes, dalam rangka mereka mencari sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Dosen Fakultas Teknik Untan Sebut Semburan Lumpur di Wajok Hilir Merupakan Gas Methan

“Karena memang sampai hari ini di Ponpes tersebut tidak ada fasilitas air bersih. Sehingga pada musim kering mereka harus mencari air bersih, salah satunya dengan membuat sumur,” jelas Daniel.

Pada saat mereka melakukan penggalian sedalam 40 meter, tiba-tiba muncul lah semburan material berupa pasir ke permukaan dan semakin meluas.

“Sehingga akibat semburan ini lobang yang tadinya kecil lalu membesar hingga mengakibatkan bangunan laboratorium miring, karena tanah disekitar bangunan tersebut tergerus akibat semburan,” ungkapnya.

Daniel mengatakan kejadian ini sebenarnya sudah yang kesekian kalinya, yang sudah pernah terjadi pada beberapa tahun lalu berdasarkan informasi yang BPBD Provinsi terima.

“Kejadian seperti ini sudah pernah terjadi beberapa tahun lalu, dan ini bukan yang pertama,” ucapnya.

“Oleh karena itu kita telah berkoordinasi dengan pihak terkait terutama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mempawah untuk melakukan penelitian, terutama untuk melihat apakah Komplek Ponpes tersebut terdapat gas alam,” jelasnya.

Saat ini, Daniel mengatakan bahwa sampel dari lumpur tersebut, sudah diambil untuk diteliti. Jika memang terindikasi ada gas alam yang berbahaya tentu akan ada rekomendasi bagi Ponpes ini baik harus dipindahkan atau lainnya.

“Tentu ini berdasarkan hasil penelitian yang sedang dilakukan oleh DLK. Kita ingin tidak ada jatuh korban, baik siswa maupun para santri maupun masyarakat disekitarnya,” harap Daniel.

Sedangkan untuk saat ini,ada satu unit laboratorium beserta isinya yakni komputer dan dokumen serta kursi, meja tidak dapat digunakan kembali. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved