11 Kasus Positif Covid Baru di Kalbar, Omicron BA5 Berpotensi Meningkat Bulan Juli
Sebanyak 11 kasus tersebut didapat dari pemeriksaan sebanyak 4.406 sampling selama tujuh hari atau rata-rata perhari sekitar 629 sampling.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Hary Agung Tjahyadi, mengatakan total sasaran vaksinasi di Kalbar sebanyak 3.872.477 orang. Berdasarkan data sampai 21 Juni 2022 total vaksinasi satu (V1) di Kalbar telah mencapai 89,38 persen, V2 sebanyak 72,43 persen. Sedangkan V3 sudah 13, 58 persen.
Oleh karena itu, ditegaskannya perlu upaya terus menerus untuk melakukan vaksinasi ketiga atau booster yang masih rendah.
“Kalau kita lihat V1,V2 sudah cukup tinggi. Maka V3 harus mencapai target 70 persen. Oleh karena itu kami mengimbau kepada masyarakat yang sudah vaksinasi lengkap atau V2 dan sudah memenuhi waktu untuk dilakukan booster minimal tiga bulan setelah V2 silahkan segera mengunjungi tempat fasilitas vaksinasi,” harap Hary Agung.
Sehingga dengan vaksinasi booster. Maka kekebalan tubuh akan bertambah dan rentang waktu terhadap covid-19 akan semakin panjang. Sedangkan untuk vaksinasi lansia pada V1 sebanyak 61,79 persen yang sudah diatas target 60 persen. Lalu V2 sebanyak 46,50 persen. “Sehingga upaya kita harus meningkatkan V2 agar mencapai dan sama dengan V1 diatas 60 persen,” ujarnya.
Selanjutnya untuk kelompok anak-anak V1 sudah mencapai 60,34 persen, V2 sebanyak 39,4 persen. Dengan angka tersebut dikatakannya untuk kelompok anak harus terus ditingkatkan.
“Dalam upaya meningkatkan vaksinasi covid-19 di masyarakat, kami jajaran Diskes,TNI dan Polri tetap memberikan pelayanan vaksinasi, baik di tempat puskesmas, klinik , RS dan sentra vaksinasi dan juga yang bergerak pada gerai vaksinasi,” ungkapnya.
Mengapa belum semua warga divaksinasi? Ia menjelaskan ada kesenjangan V1, V2, V3, khususnya pada V3 yang masih rendah.
“Saya melihat masyarakat menganggap dengan V2 sudah cukup. Padahal dengan pemberian Booster akan memperkuat kekebalan tubuh seseorang, dan perpanjang rentang waktu kekebalan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa antibodi seseorang seiring dengan waktu pasti akan ada penuruanan. Oleh karena itu perlu adanya vaksinasi booster untuk memperkuat dan memperpanjang rentang waktu kekebalan tubuh seseorang. Di samping itu adanya kelonggaran regulasi prokes, dimana masyarakat menganggap covid-19 sudah selesai. “Padahal sampai hari ini pandemi masih berjalan. Perlu disadari masyarakat tiap hari masih berisiko penularan kasus baru yang tetap ada,” ujarnya.
Oleh karena itu, prokes wajib dilaksanakan dengan menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan hand sanitizer, untuk menjadi kebiasaan yang baik dan budaya yang sehat. Kemudian menghindari kerumunan sehingga resiko penularan covid-19 bisa dihindari.
“Kita harus perlu waspada karena di Jawa terutama di DKI Jakarta ada kenaikan kasus yang tadinya landai sekarang jumlah kasus meningkat hampir 100 persen dari jumlah kasus landai,” ujarnya.
Sehingga perlu kewaspadaan bagi daerah di luar Jawa Bali untuk tetap prokes sebagai upaya yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penularan covid-19 .sehingga bisa terhindar dari lonjakan covid-19. “Saya kira perlu kesadaran dan kerjasama semua pihak dengan tetap disiplin prokes . Sehingga tidak trjadi kenaikan kasus di Kalbar,”pungkas Hary Agung Tjahyadi.