11 Kasus Positif Covid Baru di Kalbar, Omicron BA5 Berpotensi Meningkat Bulan Juli
Sebanyak 11 kasus tersebut didapat dari pemeriksaan sebanyak 4.406 sampling selama tujuh hari atau rata-rata perhari sekitar 629 sampling.
“Tapikan pemilihan untuk pemeriksaan Covid-19 ini tidak hanya dengan swab, sekarang kumur-kumur juga sudah bisa. Jadi sekarang tidak terlalu infasif dan terlalu menyakiti,” katanya.
dr Andriani mengimbau kepada masyarakat terkait dengan peningkatan kasus Covid-19. Kata dia, kemungkinan gelombang peningkatan di bulan Juli ini, diperkirakan penyebabnya adalah varian Omricron Sub Varian BA4 dan BA5 dimana di Indonesia sendiri sudah ditemukan menyebar.
Trend Naik
Kendati demikian, kata dia karena testing, tresingnya tidak tinggi, menyebabkan pihaknya tidak tahu berapa gambaran sub varian ini di tiap-tiap daerah. Menurut penjelasannya, virus Covid 19 selalu bermutasi dan menyebabkan munculnya sub-sub varian baru melalui penyebaran.
Untuk itu ia mengimbau, peran kita sebagai masyarakat agar virus ini tidak terus berubah dan mutasi, tetap harus mentaati 5 M dan 3 T. Serta melakukan vaksinasi, baik 1, 2, 3 maupun boster. “Karena antivirus untuk Covid-19 belum ada, jadi itulah cara yang paling efektif untuk melindungi kita semua, terutama golongan yang rentan,” imbaunya.
Sementara itu Tren kenaikan kasus konfirmasi harian Covid-19 di tanah air terus berlanjut. Pada Rabu (21/6), kasus konfirmasi bertambah 1.985, menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
Tambahan 1.985 kasus ini lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat 1.678. Dengan demikian, total kasus konfirmasi mencapai 6.072.918. Sementara itu kasus sembuh bertambah 687 sehingga totalnya 5.904.825. Sedangkan kasus meninggal bertambah dua jiwa. Dengan begitu, sudah ada 156.702 orang yang wafat akibat Covid-19 di Indonesia. Untuk kasus aktif naik 1.296 sehingga menjadi 11.391.
Kondisi serupa juga dilaporkan sejumlah negara tetangga di mana tambahan kasus meningkat pesat setelah menyebarnya subvarian Omicron BA4, BA5. Beberapa tetangga Indonesia juga melaporkan kenaikan kasus yang cukup signifikan kemarin.
Singapura melaporkan tambahan kasus sebanyak 7.109 pada Selasa (21/6/2022), naik 120 % dibandingkan hari sebelumnya.
Kasus di Thailand tercatat 3.175 pada Selasa kemarin, turun 13 % dari hari sebelumnya yang tercatat 3,682 kasus. Meski demikian, kasus di Thailand selalu melewati 3.000 per hari dalam lima hari terakhir.
Kasus di Australia juga melonjak 30 % menjadi 29.365 pada Selasa kemarin dari 22.526 kasus pada hari sebelumnya. Namun, kasus Malaysia justru turun 8,2 % menjadi 1.921 pada Selasa kemarin dari 2.093 pada hari sebelumnya. Filipina melaporkan tambahan kasus 3.051 untuk periode 13-16 Juni 2022, naik dibandingkan pada periode 6-12 yakni 1.652.
Dicky Budiman, epidemiolog dan peneliti Indonesia dari Universitas Griffith, Australia mengingatkan tambahan kasus Covid-19 di Indonesia jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan. Namun, karena tracing dan tes rendah maka jumlah yang dilaporkan jauh di bawah yang sebenarnya.
Seperti diketahui, varian baru dari virus Corona terus berkembang. Terbaru, sepasang sub-varian Omicron muncul lagi dan menimbulkan kekhawatiran para penyintas Omicron bisa kembali tertular. Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 dilaporkan telah mendapatkan perhatian di Afrika Selatan. Karena kasus mingguan di sana meningkat tiga kali lipat dalam dua minggu terakhir di bulan Mei lalu, ungkap data dari Universitas John Hopkins.
Sementara itu, menurut para ahli, pasien varian Omicron pertama BA.1 tidak mungkin terinfeksi ulang subvarian BA.2 atau bahkan lebih menular. Namun BA.4 dan BA.5 nampaknya berbeda dari subvarian sebelumnya.
Booster Masih Rendah