Incar Makanan yang Tak Sehat, Pemkot Pontianak Sidak Lima Pasar Modern

Wali Kota mengatakan setiap elemen baik pemerintah dan dinas terkait serta masyarakat harus bersatu padu dalam meningkatkan pengawasan makanan

Incar Makanan yang Tak Sehat,  Pemkot Pontianak Sidak Lima Pasar Modern
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Sidak Produk di Supermarket Kaisar 

Menurutnya apabila pengusaha tidak taat aturan dan melanggar aturan maka akan ada tindakan tegas dari pemerintah.

Sementara itu, ada lima supermarket atau pasar modern didatangi Pegawai Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag). Lima pasar modern yang dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) adalah Kaisar, Harum Manis, Carrefour, Mitra Anda, dan Hypermart.

Kepala Diskumdag, Haryadi S Triwibowo menjelaskan ini adalah kegiatan rutin dalam rangka monitoring, evaluasi dan pengawasan terhadap barang-barang beredar, baik produk dalam negeri maupun produk luar negeri.

"Kita pertama kali masuk ke supermarket Kaisar ini adalah bagian dari monitoring berkala yang kita lakukan," ucap Haryadi.

Dalam sidak yang dilakukan kali ini, Haryadi menegaskan tidak ada pelanggaran yang ditemukan dari supermarket. Ia bersyukur bahwa para pelaku usaha yang didatangi pihalnya lantara telah mentaati segala aturan dan himbauan yang dikeluarkan.

"Monitor hampir setiap minggu, setiap bulan dan mengevaluasi dan mengendalikan produk-produk yang ada di toko-toko modern. Alhamdulillah progresnya luar biasa," tegasnya

Ia mencontohkan beberapa waktu lalu produk makanan yang mengandung babi, tadinya di tempatkan bercampur atau bersebelahan dengan makanan halal.

"Ternyata hari ini mereka sudah siapkan lemari yang betul-betul tertutup dan tempatnya terpisah. Inilah yang kita inginkan sesuai dengan peraturan pemerintah sehingga masyarakat tidak resah. Kita berikan apresiasi pada Kaisar ini," ucapnya.

Informasi yang terpasang menurutnya harus jelas, sehingga masyarakat tahu mana makanan yang halal dan mana yang tidak halal.
Sementara untuk makanan luar negeri, ia menjelaskan harus memenuhi syarat, harus ada perusahaan dan izin impornya. Produk-produk impor harus menjelaskan informasi produk.

"Diedarkan oleh perusahaan mana, dan kandungan yang ada dalam makanan juga harus diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Misalnya kandungan vitamin, protein dan sebagainya harus jelas dan disitu juga tampak kode BPPOM. Kalau ada kode MD berarti makanan dalam negeri, kalau ML makanan luar negeri. Sehingga masyarakat tahu mana yang dari dalam negeri mana yang luar negeri," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved