Warga Mulai Mengungsi Sejak Pagi, Roro Ceritakan Cara Mereka Bertahan Sementara

Sejumlah warga tersebut mulai berkumpul di lokasi pengungsian sejak pagi hari. Di antaranya terdapat ibu-ibu dan anak-anak.

Tayang:
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Sejumlah warga yang terdampak banjir mengungsi ke Pondok Pesantren Al Fatah, Gang Alamin, Jalan Pramuka, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, Minggu (28/4/2019). 

"Yang jelas segala sesuatunya sudah dipersiapkan, termasuk dapur umum," jelasnya.

Ia mengimbau pada masyarakat yang terdampak banjir dan ingin mengungsi, dapat segera menghubungi Tagana atau BPBD untuk segera dilakukan evakuasi.

"Kita siap untuk melakukan evakuasi," tuturnya.

Sekretaris BPBD Kota Singkawang, Christian Valentinus mengungkapkan kondisi banjir mulai terjadi sejak tadi malam. Banjir yang terjadi bahkan setinggi pinggang orang dewasa.

"Yang kena dampak kurang lebih 25 kepala keluarga (KK)," katanya.

Ia mengkhawatirkan bila hujan terjadi di daerah hulu. Karena banjir di Kota Singkawang kerap kali merupakan kiriman.

Christian mengimbau kepada warga untuk bersedia mengungsi bila petugas meminta dilakukan evakuasi pengungsian.

Apalagi cuaca di Kota Singkawang beberapa hari terakhir dilanda hujan yang cukup deras dan durasi yang lama hampir setiap harinya.

"Karena kita gak tahu kejadian mendadak seperti itu," imbaunya.

Bantu Logistik

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Sumastro mengatakan warga didua titik banjir tersebut sudah diungsikan.

"Kepala keluarga (KK) maksimal sekitar 70 pada masing-masing titik. Saat ini diungsikan secara bertahap baru 11 KK," katanya.

Upaya pengungsian ini diakui Sekda lebih banyak dibantu masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang sendiri berupaya membackup sesuai dengan kemampuan yang ada.

Baca: Kalbar 24 Jam - Rumah Ambruk, STQ Kalbar di Singkawang, hingga Naik Dango ke 34 di Landak

Baca: 195 Peserta Meriahkan STQ XXV Tingkat Provinsi Kalbar di Kota Singkawang

Di antaranya bantuan logistik yang akan dikoordinasikan juga bersama Tagana maupun BPBD yang mulai berjalan besok di titik-titik pengungsian.

Bila situasi yang tidak diinginkan terus terjadi, Pemkot akan mengembangkan untuk melibatkan stakeholder yang lebih luas.

"Kalau warga memerlukan bantuan, unit reaksi cepat kita akan digerakkan melalui leading sektornya BPBD," tegas Sekda. (doi)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved