Warga Mulai Mengungsi Sejak Pagi, Roro Ceritakan Cara Mereka Bertahan Sementara
Sejumlah warga tersebut mulai berkumpul di lokasi pengungsian sejak pagi hari. Di antaranya terdapat ibu-ibu dan anak-anak.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ishak
Warga Mulai Mengungsi Sejak Pagi, Roro Ceritakan Cara Mereka Bertahan Sementara
SINGKAWANG - Sejumlah wilayah di Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah dan Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat terendam banjir mulai dari lutut kaki hingga ada yang sepinggang orang dewasa.
Akibatnya beberapa kepala keluarga (KK) terkena dampak langsung harus mengungsi. Dibantu evakuasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang yang dalam hal ini Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), warga Kelurahan Bukit Batu membawa sejumlah barang mengungsi ke Pondok Pesantren Al Fatah, Gang Alamin, Jalan Pramuka, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah.
Sementara warga di bantaran sungai kawasan Pasar Baru, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat di Loka Latihan Kerja (LLK), Jalan BLKI, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.
Baca: Banjir Setinggi Pinggang Orang Dewasa, Sejumlah Warga Singkawang Mengungsi
Baca: Pemkot Singkawang Beri Bantuan Logistik Pada Warga Pengungsi Terdampak Banjir
Sejumlah warga tersebut mulai berkumpul di lokasi pengungsian sejak pagi hari. Di antaranya terdapat ibu-ibu dan anak-anak.
"Ibu-ibu mulai tadi pagi karena malam masih bertahan di rumah," kata satu di antara korban terdampak banjir, Roro, Minggu (28/4/2019).
Ia menuturkan ketinggian air berbeda-beda di sejumlah tempat. Ada yang setinggi pinggang orang dewasa dan setinggi lutut.
Para pengungsi masih menunggu kondisi surutnya banjir yang terjadi untuk kembali ke rumah mereka. Bahkan ada beberapa yang kembali untuk melihat kondisi rumah mereka.
Untuk bertahan sementara, mereka mengandalkan beras yang memang rutin dikumpulkan setiap Minggu oleh warga. Sementara untuk keperluan lain seperti bumbu mengambil di warung terdekat.
Ia berharap banjir yang terjadi cepat surut dan ke depannya ada cara agar tidak selalu terjadi banjir seperti saat ini.
Baca: STQ Tingkat Provinsi Kalbar: Kafilah Kota Singkawang Targetkan Juara Umum
Baca: Pemkot Singkawang Evakuasi Sejumlah Warga Terdampak Banjir
"Kita bisa menanggulangi bersama-sama dengan warga," harap warga RT 14, RW 5, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah ini.
Ketua Tagana Kota Singkawang, Zulfian Agus belum bisa memastikan berapa jumlah KK yang mengungsi ke tempat pengungsian.
"Yang evakuasi sekarang kita belum tahu jumlah KK-nya, karena belum terdata," katanya.
Saat ini warga yang dievakuasi sudah menempati tempat pengungsian yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang.
Jika evakuasi telah selesai dilakukan, baru petugas akan melakukan pendataan kembali berapa jumlah jiwa maupun KK yang mengungsi.
"Yang jelas segala sesuatunya sudah dipersiapkan, termasuk dapur umum," jelasnya.
Ia mengimbau pada masyarakat yang terdampak banjir dan ingin mengungsi, dapat segera menghubungi Tagana atau BPBD untuk segera dilakukan evakuasi.
"Kita siap untuk melakukan evakuasi," tuturnya.
Sekretaris BPBD Kota Singkawang, Christian Valentinus mengungkapkan kondisi banjir mulai terjadi sejak tadi malam. Banjir yang terjadi bahkan setinggi pinggang orang dewasa.
"Yang kena dampak kurang lebih 25 kepala keluarga (KK)," katanya.
Ia mengkhawatirkan bila hujan terjadi di daerah hulu. Karena banjir di Kota Singkawang kerap kali merupakan kiriman.
Christian mengimbau kepada warga untuk bersedia mengungsi bila petugas meminta dilakukan evakuasi pengungsian.
Apalagi cuaca di Kota Singkawang beberapa hari terakhir dilanda hujan yang cukup deras dan durasi yang lama hampir setiap harinya.
"Karena kita gak tahu kejadian mendadak seperti itu," imbaunya.
Bantu Logistik
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Sumastro mengatakan warga didua titik banjir tersebut sudah diungsikan.
"Kepala keluarga (KK) maksimal sekitar 70 pada masing-masing titik. Saat ini diungsikan secara bertahap baru 11 KK," katanya.
Upaya pengungsian ini diakui Sekda lebih banyak dibantu masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang sendiri berupaya membackup sesuai dengan kemampuan yang ada.
Baca: Kalbar 24 Jam - Rumah Ambruk, STQ Kalbar di Singkawang, hingga Naik Dango ke 34 di Landak
Baca: 195 Peserta Meriahkan STQ XXV Tingkat Provinsi Kalbar di Kota Singkawang
Di antaranya bantuan logistik yang akan dikoordinasikan juga bersama Tagana maupun BPBD yang mulai berjalan besok di titik-titik pengungsian.
Bila situasi yang tidak diinginkan terus terjadi, Pemkot akan mengembangkan untuk melibatkan stakeholder yang lebih luas.
"Kalau warga memerlukan bantuan, unit reaksi cepat kita akan digerakkan melalui leading sektornya BPBD," tegas Sekda. (doi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/warga-yang-terdampak-banjir-mengungsi-ke-pondok-pesantren-al-fatah.jpg)