Kalbar 24 Jam
Kalbar 24 Jam - Pejuang Demokrasi Gugur, Kisah Audrey, hingga Sutarmidji di Depan Pimpinan KPK
Bahkan pada pelaksanaan pemilu kali ini banyak menelan korban. Sebab pada proses pemungutan dan penghitungan surat suara di TPS
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Berdasarkan dari penuturan Audrey, dirinya dijemput ketika itu oleh empat orang.

Kemudian di Paviliun, dia sudah ditunggu dua orang lainnya.
Audrey dibawa bersama Popo yang juga sepupunya.
Si Popo dikatakannya ketika itu cek-cok dengan salah satu diduga pelaku. BACA SELENGKAPNYA......
3. Gadis Pontianak Disiksa Keji Suaminya di Tiongkok, Kini Dia Bahagia! TARIF Kawin Kontrak Terungkap

Masih ingat kasus kawin kontrak yang melibatkan remaja putri Kota Pontianak dan lelaki Tiongkok?
Remaja putri Pontianak inisial DW, yang jadi korban dalam kasus ini mengalami nasib tragis selama di Tiongkok.
Ia kerap mendapat perlakuan kasar dari suaminya, bahkan DW sempat merasakan tidur di penjara Tiongkok.
Maret 2019 lalu, DW berhasil kembali ke kota kelahirannya Pontianak.
Baca: Gadis Pontianak Korban Kawin Kontrak Histeris Bertemu Orangtuanya! Bayaran dari Pria China Terungkap
Baca: Kabar Terbaru Gadis Pontianak Korban Kawin Kontrak Pria Tiongkok Setelah Sempat Mendekam di Penjara
Baca: Kisah Gadis Pontianak Korban Kawin Kontrak Pria China, Dua Wajah Suami hingga Perlakuan di Penjara
Berikut kabar terbaru DW, yang diwawancarai Tribunpontianak.co.id, Selasa (23/4/2019) pagi WIB.Maret lalu, Kota Pontianak dan Indonesia sempat dihebohkan terungkapnya kasus dugaan perdagangan orang yang bermodus pernikahan atau kawin kontrak.
Seorang gadis remaja berinisial DW yang masih berusia 17 tahun dinikahi seorang pria warga negara asing, Tiongkok, dengan iming-iming peningkatan ekonomi untuk keluarga.
Janji tinggal janji, sesampainya di Tiongkok, DW tidak pernah mendapatkan apa yang dijanjikan suaminya. BACA SELENGKAPNYA......

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyampaikan bahwa ia akan menertibkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Hal itu disampaikannya dihadapan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat menyambangi Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (25/4/2019).
Baca: Dalam Waktu Dekat Sutarmidji Akan Kembali Lakukan Rotasi Pejabat di Pemprov Kalbar, Siapa Saja?
Baca: Waduh, Gubernur Sutarmidji Ungkap Banyak Perusahaan Tak Mau Bayar Pajak Kendaraan, Mengadu ke KPK
"BUMD membeli aset atas nama pribadi. Saya minta dibalikkan lagi atas nama perusahaan," ujar pria yang akrab disapa Midji ini tegas.
Secara ganblang ia menyebutkan banyak aset dibeli atas nama direksi bukan atas nama perusahaan, sehingga ia akan menertibkan hal tersebut.

Rekapitulasi perhitungan surat suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) masih terus berlangsung hingga saat ini.
Beberapa kecamatan dari 20 Kecamatan di Ketapang telah menyelesaikan proses rekapitulasi, namun juga masih ada beberapa kecamatan yang masih sedang berlangsung.
Di tengah berlangsungnya rekapitulasi perhitungan surat suara di tingkat PPK, muncul kabar perolehan kursi di DPRD Ketapang yang mengatasnamakan KPU.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Ketapang, Tedi Wahyudin, mengatakan pihaknya masih belum menetapkan siapa-siapa saja yang terpilih sebagai anggota DPRD Ketapang periode 2019-2024. BACA SELENGKAPNYA......
Yuk Follow Akun Instagram Tribunpontianak: