Kalbar 24 Jam

Kalbar 24 Jam - Pejuang Demokrasi Gugur, Kisah Audrey, hingga Sutarmidji di Depan Pimpinan KPK

Bahkan pada pelaksanaan pemilu kali ini banyak menelan korban. Sebab pada proses pemungutan dan penghitungan surat suara di TPS

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
(Dari kiri ke kanan) Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan,Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Dirut Bank Kalbar, Samsir Ismail,dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama Pemerintah Daerah se-Kalimantan Barat (Kalbar) Dengan Bank Kalbar dan Badan Pertanahan Provinsi Kalimantan Barat Dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan dan Penertiban Aset Daerah, di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kamis (25/4/2019). 

Berdasarkan dari penuturan Audrey, dirinya dijemput ketika itu oleh empat orang.

Audrey Pontianak Beberkan Pada Hotman Paris Cara Terduga Pelaku Colok Vaginanya dengan Ini
Audrey Pontianak Beberkan Pada Hotman Paris Cara Terduga Pelaku Colok Vaginanya dengan Ini (TRIBUNFILE/YOUTUBE)

Kemudian di Paviliun, dia sudah ditunggu dua orang lainnya. 

Audrey dibawa bersama Popo yang juga sepupunya.

Si Popo dikatakannya ketika itu cek-cok dengan salah satu diduga pelaku. BACA SELENGKAPNYA......

3. Gadis Pontianak Disiksa Keji Suaminya di Tiongkok, Kini Dia Bahagia! TARIF Kawin Kontrak Terungkap

Korban kawin kontrak DW (17), bertemu kedua orangtuanya dan menjenguk sang ayah, Atu (60), di ruang perawatan RSUD dr Soedarso Pontianak, Minggu (31/3/2019).
Korban kawin kontrak DW (17), bertemu kedua orangtuanya dan menjenguk sang ayah, Atu (60), di ruang perawatan RSUD dr Soedarso Pontianak, Minggu (31/3/2019). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO)

Masih ingat kasus kawin kontrak yang melibatkan remaja putri Kota Pontianak dan lelaki Tiongkok?

Remaja putri Pontianak inisial DW, yang jadi korban dalam kasus ini mengalami nasib tragis selama di Tiongkok.

Ia kerap mendapat perlakuan kasar dari suaminya, bahkan DW sempat merasakan tidur di penjara Tiongkok.

Maret 2019 lalu, DW berhasil kembali ke kota kelahirannya Pontianak.

Baca: Gadis Pontianak Korban Kawin Kontrak Histeris Bertemu Orangtuanya! Bayaran dari Pria China Terungkap

Baca: Kabar Terbaru Gadis Pontianak Korban Kawin Kontrak Pria Tiongkok Setelah Sempat Mendekam di Penjara

Baca: Kisah Gadis Pontianak Korban Kawin Kontrak Pria China, Dua Wajah Suami hingga Perlakuan di Penjara

Berikut kabar terbaru DW, yang diwawancarai Tribunpontianak.co.id, Selasa (23/4/2019) pagi WIB.

Maret lalu, Kota Pontianak dan Indonesia sempat dihebohkan terungkapnya kasus dugaan perdagangan orang yang bermodus pernikahan atau kawin kontrak.

Seorang gadis remaja berinisial DW yang masih berusia 17 tahun dinikahi seorang pria warga negara asing, Tiongkok, dengan iming-iming peningkatan ekonomi untuk keluarga.

Janji tinggal janji, sesampainya di Tiongkok, DW tidak pernah mendapatkan apa yang dijanjikan suaminya. BACA SELENGKAPNYA......
4. Sutarmidji Blak-blakan di Depan Pimpinan KPK, Ada BUMD KalbarMembeli Aset Atas Nama Direksi
(Dari kiri ke kanan) Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan,Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Dirut Bank Kalbar, Samsir Ismail,dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama Pemerintah Daerah se-Kalimantan Barat (Kalbar) Dengan Bank Kalbar dan Badan Pertanahan Provinsi Kalimantan Barat Dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan dan Penertiban Aset Daerah, di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kamis (25/4/2019).
(Dari kiri ke kanan) Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan,Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Dirut Bank Kalbar, Samsir Ismail,dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama Pemerintah Daerah se-Kalimantan Barat (Kalbar) Dengan Bank Kalbar dan Badan Pertanahan Provinsi Kalimantan Barat Dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan dan Penertiban Aset Daerah, di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kamis (25/4/2019). (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Gubernur KalbarSutarmidji menyampaikan bahwa ia akan menertibkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hal itu disampaikannya dihadapan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat menyambangi Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (25/4/2019).

Baca: Dalam Waktu Dekat Sutarmidji Akan Kembali Lakukan Rotasi Pejabat di Pemprov Kalbar, Siapa Saja?

Baca: Waduh, Gubernur Sutarmidji Ungkap Banyak Perusahaan Tak Mau Bayar Pajak Kendaraan, Mengadu ke KPK

"BUMD membeli aset atas nama pribadi. Saya minta dibalikkan lagi atas nama perusahaan," ujar pria yang akrab disapa Midji ini tegas.

Secara ganblang ia menyebutkan banyak aset dibeli atas nama direksi bukan atas nama perusahaan, sehingga ia akan menertibkan hal tersebut.

5. Isu Perolehan Kursi DPRD Ketapang Mengatasnamakan KPU Tersebar, Ini Kata KPU Ketapang
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ketapang, Tedy Wahyudin.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ketapang, Tedy Wahyudin. (TRIBUNPONTIANAK/SUBANDI)


Rekapitulasi perhitungan surat suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) masih terus berlangsung hingga saat ini.

Beberapa kecamatan dari 20 Kecamatan di Ketapang telah menyelesaikan proses rekapitulasi, namun juga masih ada beberapa kecamatan yang masih sedang berlangsung.

Di tengah berlangsungnya rekapitulasi perhitungan surat suara di tingkat PPK, muncul kabar perolehan kursi di DPRD Ketapang yang mengatasnamakan KPU.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Ketapang, Tedi Wahyudin, mengatakan pihaknya masih belum menetapkan siapa-siapa saja yang terpilih sebagai anggota DPRD Ketapang periode 2019-2024. BACA SELENGKAPNYA......

Yuk Follow Akun Instagram Tribunpontianak:

 
 
 
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved