Dalam Waktu Dekat Sutarmidji Akan Kembali Lakukan Rotasi Pejabat di Pemprov Kalbar, Siapa Saja?
Dirinya mengharapkan dapat mengubah sikap dalam bekerja, yang merasa tidak pernah di SK kan oleh dirinya sehingga bekerja ogah-ogahan.
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Ishak
Dalam Waktu Dekat Sutarmidji Akan Kembali Lakukan Rotasi Pejabat di Pemprov Kalbar, Siapa Saja?
PONTIANAK - Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan sebagai upaya untuk menunjang kinerja pihaknya akan melakukan sejumlah rotasi dan mutasi pejabat dilingkungan pemprov Kalbar, baik eselon dua, tiga maupun eselon IV. Jumat (19/4/2019)
"Kalau eselon II dalam waktu dekat akan ada mutasi kemudian open bidding termasuk untuk kepala Rumah Sakit Soedarso," ujarnya.
Dirinya mengharapkan dapat mengubah sikap dalam bekerja, yang merasa tidak pernah di SK kan oleh dirinya sehingga bekerja ogah-ogahan.
"Karena saya masih temukan beberapa kerje ASN di lingkungan pemprov yang tidak mendukung visi misi kami. Saya harus cari orang yang bisa sejalan," ujarnya.
Baca: Sutarmidji Harapkan Anaknya Ikuti Jejaknya di Dunia Politik
Baca: Jangan Sampai Suara Percuma, Ini Cara Sutarmidji Berikan Pendidikan Politik ke Anak-Anaknya
Dirinya juga mengharapkan seluruh ASN di Pemprov Kalbar dapat bekerja sesuai dengan aturan.
Midji mengatakan dirinya tidak akan memandang latar belakang etnis, agama, dan golongan seseorang, kita ingin membangun kalbar secara kebersamaan.
Lebih lanjut dirinya juga menegaskan bahwa proses mutasi dan rotasi bukanlah sebagai upaya membuang orang.
Akan tetapi ingin memberikan pembinaan bagi ASN untuk meningkatkan kapasitas diri.
"Kadang ada juga yang harus kita uji ditempatkan di posisi tertentu. Jika memang tidak bisa melakukan percepatan pembangunan di sektor tersebut kita harus cari orang yang bisa dan tepat," ujarnya.
Baca: DPRD Siap Ikut Awasi Proses Open Biding JPT di Lingkungan Pemprov Kalbar
Baca: Sukseskan STQ Tingkat Kalbar, Pemkot Singkawang & Pemprov Kalbar Anggarkan Rp 3,4 Miliar
"Jangan lagi ada pikiran seperti itu, sama-sama lah kita bangun Kalbar. Oleh karena itu Kebijakan saya yang pertama adalah pemberian bea siswa untuk seluruh siswa di Kalbar, semua siswa dapat tidak memanda apa agama dan etnisnya," imbuhnya.
Ia juga menegaskan jika bukan karena terpaksa atau ada hal lainya, dirinya tidam akan me-nonjobkan seseorang kecuali memang yang bersangkut melakukan kesalahan yang fatal.
"Kita akan menempatkan seseorang dalam posisi yang benar, dari sisi yang kita nilai untuk meningkatkan kinerja," ujarnya. (dan)