Kalbar 24 Jam

Kalbar 24 Jam - Pejuang Demokrasi Gugur, Kisah Audrey, hingga Sutarmidji di Depan Pimpinan KPK

Bahkan pada pelaksanaan pemilu kali ini banyak menelan korban. Sebab pada proses pemungutan dan penghitungan surat suara di TPS

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
(Dari kiri ke kanan) Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan,Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Dirut Bank Kalbar, Samsir Ismail,dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama Pemerintah Daerah se-Kalimantan Barat (Kalbar) Dengan Bank Kalbar dan Badan Pertanahan Provinsi Kalimantan Barat Dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan dan Penertiban Aset Daerah, di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kamis (25/4/2019). 

Kalbar 24 Jam - Pejuang Demokrasi Gugur, Kisah Audrey, hingga Sutarmidji di Depan Pimpinan KPK

BERAGAM informasi, peristiwa dan kejadian menarik mewarnai Kalimantan Barat (Kalbar) dalam kurun waktu 24 jam terakhir di bulan April sejak , Kamis  (25/4/2019)

Nah, apa saja informasi dan peristiwa populer tersebut.

Berikut tribunpontianak.co.id merangkumnya, Jumat (24/4/2019) pagi.

1.Ternyata Sudah Tiga Pejuang Demokrasi di Sintang Gugur, Ada yang Hamil Tua

Jenazah Anggota KPPS di TPS 006 Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Karwan (52) saat berada di Rumah Sakit Pratama Sintang, Minggu (21/4/2019) malam.
Jenazah Anggota KPPS di TPS 006 Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Karwan (52) saat berada di Rumah Sakit Pratama Sintang, Minggu (21/4/2019) malam. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Legislatif 2019 tak salah jika disebutkan sebagai pesta demokrasi paling gila, pasalnya untuk pertama kalinya lima jenis pemilihan dilaksanakan secara serentak.

Bahkan pada pelaksanaan pemilu kali ini banyak menelan korban. Sebab pada proses pemungutan dan penghitungan surat suara di TPS, semua yang terlibat harus bekerja lebih lama, bahkan hingga 24 jam nonstop.

Termasuk di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat tercatat tiga pejuang demokrasi harus gugur. Semuanya untuk suara rakyat yang harus disalurkan demi terlaksananya Pemilu 2019 yang sukses dan lancar.

Baca: Penerimaan Pajak Dana Desa Masih Rendah

Baca: Bupati Atbah: Sambas Bersiap Hadapi Ramadan

Baca: Hadir Pertama di Kota Pontianak, Menu Khusus Ikan Bakar Tuna, Deho dan Tude

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sintang Hazizah menjelaskan dirinya baru saja kemarin malam kembali mendapatkan informasi dari PPK Serawai jika ada petugas ketertiban TPS (Hansip-Red) yang meninggal dunia.

Petugas tersebut bernama Jentol, diketahui dirinya saat hari pemungutan menjadi petugas ketertiban di TPS 001 Dusun Batu Badak, Desa Mensulung Bio, Kecamatan Serawai. BACA SELENGKAPNYA......

2. Audrey Akui Pada Hotman Paris, Kemaluannya Dicolok Vaginanya oleh Terduga Pelaku Pakai Ini 

Kasus siswi SMP Pontianak yang diduga dikeroyok Para Siswa SMA kini terus menjadi sorotan banyak pihak.

Termasuk pengacara kondang Hotman Paris

Untuk mengupas habis kasus Audrey, Hotman Paris sengaja mendatangkan Audrey ke program acaranya Hotman Paris Showdi iNews pada Rabu pukul 21.00 WIB.

Baca: Gali Kebenaran! Hotman Paris Bongkar Lewat Audrey, Awkarin Wawancara 3 Saksi Terduga Pelaku

Baca: Audrey Sebut Sudah Teriak Menyerah, Terduga Pelaku Tega Tendang Muka Lakukan Hal Tak Manusiawi

Baca: Video Curhatan Lengkap Audrey Pada Hotman Paris, Tangis Pecah Saat Ceritakan Kelaminnya Dicolok

Audrey ditemani ibu dan tantenye membeberkan tentang kronologi penganiayaan yang dialaminya saat itu. 

Berdasarkan dari penuturan Audrey, dirinya dijemput ketika itu oleh empat orang.

Audrey Pontianak Beberkan Pada Hotman Paris Cara Terduga Pelaku Colok Vaginanya dengan Ini
Audrey Pontianak Beberkan Pada Hotman Paris Cara Terduga Pelaku Colok Vaginanya dengan Ini (TRIBUNFILE/YOUTUBE)

Kemudian di Paviliun, dia sudah ditunggu dua orang lainnya. 

Audrey dibawa bersama Popo yang juga sepupunya.

Si Popo dikatakannya ketika itu cek-cok dengan salah satu diduga pelaku. BACA SELENGKAPNYA......

3. Gadis Pontianak Disiksa Keji Suaminya di Tiongkok, Kini Dia Bahagia! TARIF Kawin Kontrak Terungkap

Korban kawin kontrak DW (17), bertemu kedua orangtuanya dan menjenguk sang ayah, Atu (60), di ruang perawatan RSUD dr Soedarso Pontianak, Minggu (31/3/2019).
Korban kawin kontrak DW (17), bertemu kedua orangtuanya dan menjenguk sang ayah, Atu (60), di ruang perawatan RSUD dr Soedarso Pontianak, Minggu (31/3/2019). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO)

Masih ingat kasus kawin kontrak yang melibatkan remaja putri Kota Pontianak dan lelaki Tiongkok?

Remaja putri Pontianak inisial DW, yang jadi korban dalam kasus ini mengalami nasib tragis selama di Tiongkok.

Ia kerap mendapat perlakuan kasar dari suaminya, bahkan DW sempat merasakan tidur di penjara Tiongkok.

Maret 2019 lalu, DW berhasil kembali ke kota kelahirannya Pontianak.

Baca: Gadis Pontianak Korban Kawin Kontrak Histeris Bertemu Orangtuanya! Bayaran dari Pria China Terungkap

Baca: Kabar Terbaru Gadis Pontianak Korban Kawin Kontrak Pria Tiongkok Setelah Sempat Mendekam di Penjara

Baca: Kisah Gadis Pontianak Korban Kawin Kontrak Pria China, Dua Wajah Suami hingga Perlakuan di Penjara

Berikut kabar terbaru DW, yang diwawancarai Tribunpontianak.co.id, Selasa (23/4/2019) pagi WIB.

Maret lalu, Kota Pontianak dan Indonesia sempat dihebohkan terungkapnya kasus dugaan perdagangan orang yang bermodus pernikahan atau kawin kontrak.

Seorang gadis remaja berinisial DW yang masih berusia 17 tahun dinikahi seorang pria warga negara asing, Tiongkok, dengan iming-iming peningkatan ekonomi untuk keluarga.

Janji tinggal janji, sesampainya di Tiongkok, DW tidak pernah mendapatkan apa yang dijanjikan suaminya. BACA SELENGKAPNYA......
4. Sutarmidji Blak-blakan di Depan Pimpinan KPK, Ada BUMD KalbarMembeli Aset Atas Nama Direksi
(Dari kiri ke kanan) Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan,Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Dirut Bank Kalbar, Samsir Ismail,dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama Pemerintah Daerah se-Kalimantan Barat (Kalbar) Dengan Bank Kalbar dan Badan Pertanahan Provinsi Kalimantan Barat Dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan dan Penertiban Aset Daerah, di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kamis (25/4/2019).
(Dari kiri ke kanan) Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan,Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Dirut Bank Kalbar, Samsir Ismail,dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama Pemerintah Daerah se-Kalimantan Barat (Kalbar) Dengan Bank Kalbar dan Badan Pertanahan Provinsi Kalimantan Barat Dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan dan Penertiban Aset Daerah, di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kamis (25/4/2019). (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Gubernur KalbarSutarmidji menyampaikan bahwa ia akan menertibkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hal itu disampaikannya dihadapan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat menyambangi Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (25/4/2019).

Baca: Dalam Waktu Dekat Sutarmidji Akan Kembali Lakukan Rotasi Pejabat di Pemprov Kalbar, Siapa Saja?

Baca: Waduh, Gubernur Sutarmidji Ungkap Banyak Perusahaan Tak Mau Bayar Pajak Kendaraan, Mengadu ke KPK

"BUMD membeli aset atas nama pribadi. Saya minta dibalikkan lagi atas nama perusahaan," ujar pria yang akrab disapa Midji ini tegas.

Secara ganblang ia menyebutkan banyak aset dibeli atas nama direksi bukan atas nama perusahaan, sehingga ia akan menertibkan hal tersebut.

5. Isu Perolehan Kursi DPRD Ketapang Mengatasnamakan KPU Tersebar, Ini Kata KPU Ketapang
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ketapang, Tedy Wahyudin.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ketapang, Tedy Wahyudin. (TRIBUNPONTIANAK/SUBANDI)


Rekapitulasi perhitungan surat suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) masih terus berlangsung hingga saat ini.

Beberapa kecamatan dari 20 Kecamatan di Ketapang telah menyelesaikan proses rekapitulasi, namun juga masih ada beberapa kecamatan yang masih sedang berlangsung.

Di tengah berlangsungnya rekapitulasi perhitungan surat suara di tingkat PPK, muncul kabar perolehan kursi di DPRD Ketapang yang mengatasnamakan KPU.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Ketapang, Tedi Wahyudin, mengatakan pihaknya masih belum menetapkan siapa-siapa saja yang terpilih sebagai anggota DPRD Ketapang periode 2019-2024. BACA SELENGKAPNYA......

Yuk Follow Akun Instagram Tribunpontianak:

 
 
 
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved