Kalbar Populer
Perawat di Landak Gantung Diri, Situs Dayak Dirusak Satpam, hingga Tatung Disebut Budaya Sampah
Mp yang ditemukan diduga gantung diri di dapur rumahnya yang berada di Desa Amboyo inti, Senin (5/3) sore.
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Agus Pujianto
Chatt Perawat Gantung Diri, Situs Dayak Dirusak Satpam, hingga Tatang Disebut Budaya Sampah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejumlah berita lokal dan regional menjadi berita paling populer di Maret 2018 silam.
Berikut berita-berita populer tersebut.
1. Percakapan Terakhir Perawat RSUD gantung Diri Curhat Soal Pacar hingga Ketua Komunitas Motor
LANDAK - Mp yang ditemukan diduga gantung diri di dapur rumahnya yang berada di Desa Amboyo inti, Senin (5/3) sore.
Ternyata ia penghobi otomotif.
Berdasarkan informasi yang didapat, Mp merupakan ketua dari satu di antara komunitas motor di Landak.
"Iya dia Ketua West Borneo King Club (WBKC)," ujar rekan korban yang juga tetangga samping rumahnya Daras (18) ketika ditemui.
Diceritakan Daras, terakhir ketemu Mp pada hari Jumat kemarin.
Saat itu mereka berdua menjemput ibu Mp pulang ke rumah.
Baca: Peran Pemuda Dalam Merawat Keberagaman
Baca: Mayat Yang Ditemukan Tim SAR di Pantai Jungwok Gunungkidul Sudah Bengkak
Baca: Pemuda Katolik Singkawang Ajak Warga Rekam E-KTP dan Daftar Hak Pilih ke KPU
Baca: Fitur Terbaru Whatsap Picture-in-Picture, Nonton Video Dengan Mudah Sambil Chatting
"Malamnya ibu Mp sebelum balik ke Pontianak bilang ke saya, untuk menemani Mp saat malam minggu," katanya.
Namun sejak hari Sabtu, Daras sudah tidak ada di rumah sehingga tidak bertemu dengan Mp lagi.
"Dia memang tinggal sendiri di rumah, kadang-kadang ibunya datang. Karena ibunya tinggal di Pontianak. Jadi dari hari Sabtu saya sudah tidak di rumah," terangnya.
Daras yang memang tinggal bersebelahan dengan rumah Mp, tidak menyangka jika peristiwa itu bisa terjadi.
2. Sebut Tatung dan Barongsai Budaya Sampah di Medsos, Pria Ini Diciduk Polisi
PONTIANAK - Seorang pria berinisial IR (40) diamankan pihak Jatanras Mapolresta Pontianak Kota karena diduga melakukan hate speech, Minggu (4/3/2018) sekitar pukul 21.00 WIB.
Hal ini lantaran IR (40) yang diduga mempunyai akun berinisial IBA pada Sabtu (03/03/2018) mengupload sebuah status diakun Facebook miliknya yang diduga memprovokasi dan berisi hate speech.
"Tatung dan Barongsai itu Budaya Sampah," begitulah tulis di akun tersebut.
Akibat tulisan yang di buat di akun facebook milikny itu, memancing banyak tanggapan dari orang yang membaca atau pemilik akun lain yang dapat menimbulkan SARA.
Baca: Link LIVE STREAMING Persiba Bantul Vs PSGC Ciamis: Babak 8 Besar Liga 3 Berlangsung Jam 15.30 WIB
Baca: Herman Hofi Minta Puskesmas Tingkatkan Peran Sadarkan Masyarakat Pola Hidup Sehat
Baca: Transmart Gelar Shopping Vaganza, Beli Rp100 Ribu Berkesempatan Dapat Mobil
Baca: Suasana Sosialisasi Surat Edaran Bupati Sanggau Dan Serah Terima Aplikasi E-Sawit
3. Situs Adat Dayak Dirusak Satpam Perusahaan Sawit
PALANGKARAYA - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rapat terkait penyerangan sekolompok satpam sebuah perusahan sawit terhadap warga atas tuduhan pencurian buah sawit.
Rumah warga serta satu situs budaya adat Dayak (Patung Sapundu) juga jadi korban perusakan.
Kejadian penyerangan sekolompok satpam perusahaan sawit itu terjadi sejak sebulan yang lalu.
Insiden ini dilatarbelakangi sengketa lahan antara pihak perusahaan dan warga yang tidak kunjung selesai, Senin (5/3/2018).
Sebelumnya, perusahaan PT MS sering kehilangan buah sawit sehingga pada Rabu (3/2/2018) lalu sekolompok satpam perusahaan menduga bahwa pelaku pencurian berlari dan ada di sekitar permukiman warga.
Lantaran tidak mendapatkan yang dicari, sekolompok satpam perusahaan merusak rumah warga Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Baca: Rudi Tusuk Keponakan Hingga Tewas, Pemicunya Sepele
Baca: Batasi Usia, ISSI Kabar Optimis Persaingan di PON Merata
Baca: Zulfian Diproyeksikan Sebagai Pelapis PON
4. Wakapolda Kalbar Brigjen Sri Handayani - Ini 6 Polwan Berpangkat Jenderal di Tubuh Polri
PONTIANAK - Jabatan strategis dan bergengsi di Polri selama ini identik dipegang kaum pria.
Namun semua itu bisa saja berubah dalam beberapa tahun ke depan, tergantung bagaimana kebijakan dari Polri.
Apalagi, sejumlah Polisi Wanita (Polwan) juga sudah menyandang status jenderal.
Meski belum banyak, namun di antara mereka sudah ada yang berpagkat Brigadir Jenderal (Bintang 1).
Bahkan da yang bintang dua. Berikut nama-namanya:
1. Brigjen Nur Afiah
Brigjen Nur Afiah merupakan alumni SEPA (SIPSS) tahun 1984.
Berbagai jabatan strategis pernah diembannya.
Antara lain Karo Pers Polda Banten, Kabagkuhanjardikbangspes Rokurlum Lemdikpol.
Ia juga pernah menjabat Wakapolda Sumatera Barat.
5. Jarang Terekspose, InI Foto-foto Istri Miliarder Chairul Tanjung Si Pemilik Transmart Kubu Raya
JAKARTA - Majalah Forbes baru saja merilis daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2018.
Daftar tersebut memuat lebih dari 2.000 orang paling tajir sedunia dari 78 negara.
Selain meliris daftar 10 orang terkaya di dunia, Forbes pun memuat daftar orang-orang terkaya di Indonesia.
Tahun ini, Hartono bersaudara, yakni R Budi dan Michael Hartono, tetap berada pada peringkat teratas daftar tersebut.
Mengutip Forbes, Rabu (7/3/2018), Budi berada pada peringkat ke-69 daftar orang terkaya di dunia untuk tahun ini.
Sementara itu, Michael berada pada peringkat ke-75.
Baca: Ketua STIKes Yarsi Pontianak- LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Kunjungi Gubernur Kalbar
Baca: Sempat Buron Sebulan Lebih, Tersangka Pencuri Semen Diringkus Polisi
Baca: Masyarakat Pekerja Kayu Lakukan Audensi dengan DPRD Kapuas Hulu, Tonton Videonya
Baca: Bawaslu Pontianak Klaim Sudah Laksanakan Perintah Bawaslu Provinsi Terkait APK
Kekayaan Budi mencapai 17,4 miliar dollar AS (Rp 238,38 triliun) (kurs Rp 13.700 per dollar AS).
Sementara Michael 16,7 miliar dollar AS (Rp 228,79 triliun).
Indonesia pun memiliki miliarder termuda, yakni Chairul Tanjung yang berusia 55 tahun.
Pemilik Trans Mart Kubu Raya ini punya istri yang jarang terekspose.
Subscribe Youtube Channel Video Tribun Pontianak: