Ketua STIKes Yarsi Pontianak- LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Kunjungi Gubernur Kalbar  

Dari 3.555 dosen yang ada di Perguruan Tinggi di pulau Kalimantan belum ada yang mempunyai akreditas yang cukup baik

Ketua STIKes Yarsi Pontianak- LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Kunjungi Gubernur Kalbar  
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Profesor Udiansyah didampingi oleh Ketua STIKes Yarsi Pontianak, Fajar Yousriatin, M. Kes bersama 44 pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kalbar foto bersama Gubernur Kalbar, Sutarmidji. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, melakukan pertemuan dengan Pemprov Kalbar di ruang Praja I kantor Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Selasa (18/12/2018) siang.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Prof Udiansyah didampingi oleh Ketua STIKes Yarsi Pontianak, Fajar Yousriatin, M. Kes bersama 44 pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya yang ada di Kalimantan Barat disambut langsung oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Baca: Pontianak Punya 12 Standar Layanan Pada Masyarakat Yang Wajib Dilaksanakan 2019

Baca: Bocah Dinyatakan Meninggal dan Terbujur Kaku Dalam Peti Mati Berteriak, Ini Yang Terjadi

Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Prof. Udiansyah mengatakan secara umum PTS di pulau Kalimantan belum ada yang memiliki akreditas unggul, sehingga perlu adanya penambahan Sumber Daya Manusia yang berkompeten, guna meningkatkan akreditasi yang dimaksud.

“Dari 3.555 dosen yang ada di Perguruan Tinggi di pulau Kalimantan belum ada yang mempunyai akreditas yang cukup baik,” ungkap Udiansyah.

LLDIKTI akan menjadi fasilitator antara pihak PTS dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka menjalin kerjasama yang baik. Disisi lain dirinya melihat bahwa Indeks Pembangunan Manusia di Kalbar juga masih rendah, diharapkan dengan adanya kerjasama antara PTS dan Pemerintah Provinsi bisa meningkatkan IPM.

“IPM Kalimantan Barat saat ini berada di posisi 29, rating tersebut tentu saja masih bisa diperbaiki dengan cara meningkatkan kualitas perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri” tutupnya.

Gubernur Sutarmidji membenarkan bahwa IPM di Kalbar memang masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan provinsi lain, untuk itu dirinya mendorong setiap kabupaten dan kota di Kalbar harus memiliki perguruan tinggi. Seperti di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sambas yang memiliki politeknik.

Baca: Bawaslu Pontianak Klaim Sulah Laksanakan Perintah Bawaslu Provinsi Terkait APK

“Mulai tahun depan seluruh tenaga pengajar umum maupun kesehatan harus memiliki sertifikasi, rewardnya kita dukung melalui dana CSR sebagai support untuk Perguruan Tinggi Swasta sekaligus mahasiswanya yang ada di kabupaten maupun kota” ungkap, Sutarmidji.

Menanggapi hal tersebut, Ketua STIKes Yarsi Pontianak, Fajar Yousriatin menjelaskan, dirinya sangat mengapresiasi terkait pembahasan antara pihak LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan dengan Pemerintah Provinsi  Kalimantan Barat, guna perbaikan dan peningkatan mutu serta kualitas perguruan tinggi di Kalbar.

Jauh sebelum pertemuan ini, lanjutnya, saat masih menjabat sebagai Wali Kota Pontianak, bapak Sutarmidji pernah memberikan beasiswa kepada mahasiswa STIKes Yarsi yang berprestasi. Kali ini tentu saja tolak ukur Gubernur Kalbar akan jauh lebih besar untuk memajukan dunia pendidikan, cakupannya bukan hanya mahasiswa namun hingga mutu dan kualitas pengajar serta institusi pendidikannya.

“Semua itu tentu saja akan menjadi motivasi bagi kami sebagai satu-satunya institusi pendidikan bidang kesehatan yang memiliki Rumah Sakit sendiri, kami akan terus berkomitmen mencetak tenaga kesehatan yang handal dan profesional dibidangnya, guna mendukung program pemerintah pusat dan pemerintah daerah menuju Indonesia Sehat 2025,” tegas Fajar.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved