Idul Adha 2026

Daging Tetap Merah Tak Berubah Warna, Ini Cara Benar Simpan Daging Kurban

cara penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas daging tetap baik sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya

Tayang:
Instagram
DAGING- Terkadang, banyaknya stok daging membuat sebagian orang bingung bukan hanya dalam mengolahnya, tapi juga dalam menyimpan dengan cara yang tepat. 

“Kandungan protein, zat besi, vitamin B12, dan zinc dapat dipertahankan dengan baik jika disimpan pada suhu minus 18 derajat Celsius,” jelasnya.

Dengan penyimpanan freezer yang tepat:

  • Daging utuh atau potongan dapat bertahan hingga 12 bulan
  • Daging cincang dapat bertahan sekitar 4 bulan

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa beberapa vitamin larut air seperti vitamin B1 atau tiamin tetap bisa mengalami sedikit penurunan selama penyimpanan jangka panjang.

Selain penyimpanan, metode mencairkan daging juga berpengaruh besar terhadap kualitas dan keamanan pangan. Farida merekomendasikan dua metode pencairan yang dianggap aman.

1. Dicairkan di Dalam Kulkas
 • Metode ini dinilai paling aman karena suhu tetap stabil sehingga risiko pertumbuhan bakteri lebih rendah dan nutrisi daging tetap terjaga.

2. Direndam di Air Dingin
 • Metode ini lebih cepat dibandingkan menyimpan di kulkas, tetapi harus dilakukan dengan benar.

“Suhu air yang disarankan adalah sekitar 15 derajat Celsius dengan durasi 2-3 jam. Meskipun sedikit lebih tinggi dalam kehilangan cairan dibanding pencairan di kulkas, metode ini tetap aman jika daging dibungkus rapat untuk mencegah kontaminasi,” ujarnya.

Farida mengingatkan agar air rendaman diganti setiap 30 menit supaya suhunya tetap rendah.

Resep Abon Sapi Gurih dan Tahan Lama, Cocok Olahan Daging Kurban Idul Adha 2026

Hindari Cairkan Daging di Suhu Ruang

Farida tidak menyarankan pencairan daging pada suhu ruang karena dapat memicu pertumbuhan bakteri secara cepat.

Ia juga mengingatkan penggunaan microwave untuk mencairkan daging perlu hati-hati karena pemanasan yang tidak merata berisiko memicu pertumbuhan bakteri apabila daging tidak segera dimasak.

“Begitu pula dengan pencairan menggunakan microwave yang dapat menyebabkan pemanasan tidak merata dan berisiko pertumbuhan bakteri jika tidak segera dimasak,” ujarnya.

Farida meminta masyarakat lebih teliti mengenali ciri-ciri daging yang kualitasnya sudah menurun. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
 • Warna berubah menjadi abu-abu, kehijauan, atau coklat gelap
 • Muncul bau asam atau tengik
 • Tekstur terasa berlendir

Selain itu, ia juga menyoroti fenomena freezer burn yang sering terjadi pada daging beku.

Kondisi tersebut ditandai dengan munculnya bercak kering dan perubahan warna akibat dehidrasi serta oksidasi selama penyimpanan terlalu lama atau karena kemasan tidak kedap udara.

“Kondisi itu dapat menyebabkan kehilangan protein larut dan vitamin, serta menurunkan kualitas sensori daging," tutupnya.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved