Idul Adha 2026

Daging Tetap Merah Tak Berubah Warna, Ini Cara Benar Simpan Daging Kurban

cara penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas daging tetap baik sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya

Tayang:
Instagram
DAGING- Terkadang, banyaknya stok daging membuat sebagian orang bingung bukan hanya dalam mengolahnya, tapi juga dalam menyimpan dengan cara yang tepat. 

Ringkasan Berita:
  • Pakar gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, Dr. Farida Wahyu Ningtyias, membagikan sejumlah tips penting terkait penyimpanan daging kurban agar kualitas gizinya tetap terjaga.
  • Menurut Farida, suhu penyimpanan menjadi faktor utama yang menentukan daya tahan dan keamanan daging.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Momen Iduladha selalu identik dengan melimpahnya stok daging kurban di rumah. 

Setelah proses pembagian daging selesai, banyak masyarakat mulai mencari cara terbaik untuk menyimpan daging agar tetap segar, tidak mudah rusak, dan aman dikonsumsi dalam waktu lama.

Sayangnya, masih banyak orang yang keliru dalam menyimpan daging kurban sehingga kualitas rasa, tekstur, hingga kandungan gizinya cepat menurun.

Padahal, cara penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas daging tetap baik sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya. 

Jika disimpan sembarangan, daging bisa lebih cepat basi dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan saat dikonsumsi.

Pakar gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, Dr. Farida Wahyu Ningtyias, membagikan sejumlah tips penting terkait penyimpanan daging kurban agar kualitas gizinya tetap terjaga.

Menurut Farida, suhu penyimpanan menjadi faktor utama yang menentukan daya tahan dan keamanan daging.

“Perayaan Iduladha selalu identik dengan limpahan daging kurban, namun sering kali masyarakat masih bingung mengenai cara penyimpanan daging yang tepat agar kualitas gizi tetap terjaga dan aman dikonsumsi,” ujarnya.

Jangan Sembarangan Minum Air Kelapa, Ini 5 Kondisi Kesehatan yang Perlu Waspada

Simpan di Chiller Jika Akan Segera Diolah

Farida menjelaskan, menyimpan daging di lemari pendingin atau chiller bisa menjadi pilihan apabila daging belum langsung dimasak. Namun, suhu pendingin harus diperhatikan agar bakteri tidak berkembang dengan cepat.

Ia menyarankan suhu ideal chiller berada di kisaran 0 hingga 4 derajat Celsius.

Pada suhu tersebut, daya tahan daging berbeda-beda tergantung jenisnya, yaitu:

  • Daging utuh atau potongan dapat bertahan sekitar 3 hingga 5 hari
  • Daging cincang sebaiknya hanya disimpan selama 1 hingga 2 hari

Menurutnya, menjaga suhu tetap di bawah 4 derajat Celsius sangat penting untuk memperlambat aktivitas enzim dan pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan makanan.

Farida juga mengingatkan bahwa suhu di atas 5 derajat Celsius dapat memicu perkembangan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E.coli yang berisiko menyebabkan gangguan pencernaan hingga keracunan makanan.

Freezer Jadi Solusi Penyimpanan Jangka Panjang

Untuk penyimpanan dalam waktu lebih lama, freezer menjadi pilihan terbaik. Farida menyarankan masyarakat menggunakan freezer dengan suhu minimal minus 18 derajat Celsius agar kualitas daging tetap terjaga.

Menurutnya, pada suhu tersebut pertumbuhan mikroorganisme dapat dihentikan sepenuhnya sehingga kandungan nutrisi penting dalam daging tetap stabil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved