Hardiknas
Logo Hardiknas 2026 Resmi Dirilis, Ini Makna dan Temanya
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis logo resmi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Sejarah Hari Pendidikan Nasional diperingati pertama kali pada 66 tahun silam untuk mengenang kembali perjuangan Ki Hajar Dewantara.
Penetapan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas tertuang dalam Keputusan Presiden No. 316/1959, sebagaimana dijelaskan oleh Suhartono Wiryopranoto, dkk. dalam buku Perjuangan Ki Hajar Dewantara: Dari Politik ke Pendidikan (2017).
Penetapan Hari Pendidikan Nasional itu dilakukan tak lama setelah meninggalnya tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, pada 26 April 1959 silam.
Sementara itu, tanggal peringatan Hardiknas diambil dari tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara sendiri pada 2 Mei 1889.
Ki Hadjar Dewantara dibesarkan di lingkungan bangsawan Pakualaman. Meski begitu, dia hidup sederhana dan cenderung dekat dengan rakyat.
Sepak Terjang Ki Hajar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara yang sewaktu muda bernama Soewardi Soerjaningrat semula terlibat dalam aktivisme politik.
Soewardi turut mendirikan Indische Partij (IP) pada 1912 bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo. Melalui wadah itu, ia menyuarakan aspirasi kemerdekaan Indonesia.
Kritik Soewardi Soerjaningrat terhadap kolonialisme Belanda cukup keras. Hal ini terbukti melalui artikelnya berjudul "Als Ik Een Nederlander Was" (Seandainya Aku Seorang Belanda), sehingga menyebabkan dirinya diasingkan ke Belanda.
Pada 6 September 1919, Soewardi Soerjoningrat kembali ke tanah air. Perjuangan Soewardi pada kemerdekaan Indonesia lantas dicurahkan ke bidang pendidikan.
Sowardi mendirikan Perguruan Taman Siswa di Yogyakarta pada 1922. Ia kemudian juga mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara.
Melawan Hegemoni Pendidikan Kolonial
Taman Siswa dibentuk sebagai sekolah yang melawan hegemoni pendidikan kolonial.
Sekolah ini juga menjadi alternatif bagi para siswa bumiputra yang tak bisa mengenyam pendidikan Eropa.
Terdapat tiga prinsip yang dipegang oleh Taman Siswa, yakni Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan), Ing madyo mangun karso (di tengah membangun semangat), Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan).
Eksistensi Taman Siswa dianggap mengancam pemerintah kolonial. Belanda pun mengeluarkan aturan "Ordonansi Sekolah Liar" yang membelenggu sekolah-sekolah nonpemerintah.
Akan tetapi, Ki Hadjar Dewantara mampu menghimpun dukungan dari berbagai kalangan untuk menentang ordonansi ini.
Pada masa kemerdekaan, Ki Hadjar Dewantara ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan Pertama Indonesia periode 19 Agustus 1945-14 November 1945.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Logo-Hardiknas2804.jpg)